Ads-here         dompet ummat kalimantan barat         zahir accounting        


Makna Kemerdekaan yang Sebenarnya

HUT RI ke 64

Dirgahayu RI ke 64

Dua hari yang lalu kita baru saja merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara kita tercinta ini. Tidak terasa sudah 64 tahun kita “merdeka” dan bebas dari penjajahan yang selama kurang lebih 350-an tahun telah membuat rakyat Indonesia menderita. Tidak terhitung lagi berapa banyak darah yang tumpah dari para pejuang-pejuang kita yang telah mengorbankan seluruh jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa ini dan kesemuanya itu dilakukan semata-mata demi terwujudnya satu tujuan yaitu Indonesia Merdeka.

Namun, terkadang saya berpikir dalam hati mengenai makna kemerdekaan yang sebenarnya. Dari sudut pandang pribadi, kita tidak akan tahu akan makna kemerdekaan yang sebenarnya karena kita tidak mengalami apa yang pejuang-pejuang kita lakukan demi merebut kemerdekaan itu. Kita selama ini hanya bisa melihat melalui siaran televisi yang menayangkan mengenai dokumentasi sejarah tempoe doeloe ataupun melalui buku-buku sejarah yang ada yang menceritakan bagaimana pedjoeang-pedjoeang kita melakukan yang namanya “perdjoeangan”.

Lagipula, perbedaan jaman menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan arti dari suatu istilah. Disini kita ambil contoh istilah “kemerdekaan”, arti merdeka saat ini tidaklah sama dengan arti merdeka di masa lalu. Jika dulu kita telah berhasil merdeka dari penjajah yang secara kasat mata terlihat, bagaimana juga dengan keadaannya sekarang? Apakah saat ini kita telah benar-benar merdeka?

Dalam beberapa tahun belakangan ini, sering kita dengar berita di televisi mengenai kasus penyiksaan yang banyak menimpa pahlawan devisa kita di negeri seberang disana. Belum lagi kasus yang baru-baru ini masih membekas dalam ingatan kita mengenai bagaimana pada akhirnya pengadilan Singapura memutuskan kasus kematian mahasiswa Indonesia David Hartanto Widjaja sebagai kasus bunuh diri, bukan sebagai kasus pembunuhan.

Jika kita cermati tulisan saya diatas, TKI/TKW dan David Hartanto Widjaja adalah salah satu dari sekian banyak pahlawan-pahlawan Indonesia di masa kini. Apa yang mereka lakukan bisa dibilang sebagai bentuk perjuangan mereka di era yang serba modern saat ini. Namun sayang, mereka harus “gugur” melawan “penjajah” yang tidak terlihat secara kasat mata. Nah, jika demikian apakah bangsa kita sudah bisa dibilang merdeka sekarang? Itulah satu tanda tanya besar yang belum bisa terjawab bagi diri saya pribadi dan mungkin bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang membaca tulisan saya ini.

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak kepada semua yang merasa sebagai warga negara Indonesia tercinta untuk selalu “berdjoeang” dan tidak terlena dengan istilah “kemerdekaan” yang telah digaungkan selama 64 tahun ini. Masih banyak yang harus dilakukan untuk membenahi negara ini dimana jika dilihat saat ini, masalah utama yang sedang dialami bangsa ini adalah hilangnya jati diri bangsa sehingga kita bisa dengan seenaknya diinjak-injak negara lain. Sekarang kembali kepada kita sendiri, apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan jati diri bangsa ini? Hanya diri kita sendiri yang tahu.

Dirgahayu Negeriku Tercinta yang ke 64, semoga Engkau bisa selalu kokoh dan tegar menghadapi semua badai cobaan yang menerpa. Merdeka… (DW)

Share/Save/Bookmark

Popularity: 3%


You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled