Ads-here         dompet ummat kalimantan barat         zahir accounting        


Menjadi PNS Bukanlah Suatu Pilihan

Menjadi Abdi Negara

Menjadi Abdi Negara

Dua bulan belakangan ini dapat kita lihat kesibukan para pencari kerja mengurus beberapa dokumen yang diperlukan seperti Kartu Kuning (Kartu Pencari Kerja), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Insitusi Pendidikan, Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan lain-lain. Berbagai jenis institusi mulai dari instansi pemerintahan terkait, kepolisian, rumah sakit jiwa, dan lain-lain tampak sesak dipenuhi oleh para pencari kerja yang rela mengantri demi mendapatkan dokumen yang diinginkan. Bagi saya sendiri, semua dokumen-dokumen tersebut telah saya persiapkan beberapa bulan sebelumnya sehingga saya tidak perlu lagi mengantri seperti yang terjadi sekarang.

Sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap adanya momen penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di instansi-instansi pemerintahan yang membutuhkan, para calon tenaga kerja yang ada pasti akan sibuk mengurus semua kelengkapan berkas yang dibutuhkan pada saat melamar nanti. Jangka waktu pendaftaran yang cukup singkat disertai dengan jumlah pelamar yang cukup tinggi menyebabkan mereka semua harus sesegera mungkin menyelesaikan semua berkas sehingga bisa dimasukkan sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.

Sindrom PNS, mungkin kalimat itu sangat tepat untuk menggambarkan keadaan kita saat ini dimana bekerja menjadi seorang pegawai negeri sipil alias PNS menjadi impian semua orang. Jumlah pelamar yang terus bertambah tiap tahunnya menunjukkan bahwa kini kesempatan untuk memperoleh suatu pekerjaan semakin sedikit, tidak berimbang dengan jumlah penduduk usia produktif yang dimiliki oleh negara kita saat ini. Belum lagi tingkat ekonomi Indonesia yang terus fluktuatif membuat situasi tersebut semakin kompleks.

Kehidupan hari tua yang menjanjikan dengan adanya uang pensiun jika seorang PNS tidak lagi bekerja membuat para calon tenaga kerja rela melakukan apapun untuk bisa lolos menjadi seorang PNS. Bahkan ada beberapa diantaranya yang rela mengeluarkan sejumlah uang demi mendapatkan “jatah” untuk menjadi seorang abdi negara bergolongan II A , II C atau III A. Praktek ini semakin tumbuh subur karena sangat didukung oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang menjadikan momen penerimaan PNS ini sebagai komoditi yang menjanjikan, kata orang sih aji mumpung. Ya sudah menjadi hukumnya jika tidak ada yang menjual, mana bisa kita membelinya kan??

Intinya satu saja, selama kita masih mempunyai uang untuk membayar oknum-oknum tersebut maka kita tidak perlu kuatir akan kesulitan mencari pekerjaan. Namun sebaliknya, bagi para pencari kerja yang berasal dari keluarga yang pas-pasan, harapan untuk bisa menjadi seorang PNS bisa dianggap sebagai pungguk merindukan bulan. Yang kaya semakin sejahtera dan yang miskin semakin miskin karena tidak bisa bekerja.

Dari sudut pandang pribadi, menjadi pns bagi saya bukanlah suatu pilihan utama. Saya tahu bahwa di jaman yang semuanya serba dinilai dengan uang sekarang, sangat sulit kita bisa memperoleh kesempatan untuk menjadi seorang PNS selama sistem yang digunakan tidak berubah. Tapi sebagai seorang manusia yang beragama, tidak ada salahnya kita mencoba untuk ikhtiar kan. Lebih baik mencoba dulu baru kemudian tidak lulus daripada tidak melakukan apa-apa karena Allah SWT paling tidak suka dengan hamba-Nya yang hidup pasrah hanya menerima nasib yang dialaminya.

Kebetulan dalam waktu dekat ini ujian seleksi penerimaan PNS akan dilaksanakan, sebagai salah satu diantara ribuan orang yang akan bersaing untuk mengisi beberapa formasi yang lowong, saya juga telah melakukan beberapa persiapan-persiapan yang diperlukan. Tapi, bukan persiapan dalam bentuk menyediakan dana loh ya. Biar bagaimanapun juga saya tetap harus IKHTIAR LULUS dalam ujian PNS nanti, bukannya OPTIMIS LULUS karena kita yakin masih ada faktor lain yang memungkinkan kita untuk bisa lulus yaitu Allah SWT. Amiinnn… (DW)

Share/Save/Bookmark

Popularity: 2%


You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Menjadi PNS Bukanlah Suatu Pilihan”

  1. Kalo saia milih buka toko online
    Coba kunjungi toko online saia di http://rizaherbal.wordpress.com/

  2. admin says:

    Mmm… Suatu langkah awal yang baik mas…

Leave a Reply

CommentLuv Enabled