Ads-here         dompet ummat kalimantan barat         zahir accounting        


Open Books atau Open Google ??

Open Books

Open Books

Kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman saya menjadi seorang pengawas ujian untuk kelas malam (ekstension) di salah satu Fakultas yang ada di Universitas Negeri di Pontianak, Kalimantan Barat. Boleh dibilang ini merupakan pengalaman saya pertama kali karena selama menjadi pengawas saya belum pernah menemukan hal tersebut. Terkadang dari sudut pandang pribadi sebagai pengawas saya bingung untuk menganggap ini sebagai satu perbuatan yang dilarang atau tidak, namun setelah saya konfirmasi dengan dosen pengasuhnya, Beliau mengatakan bahwa hal tersebut boleh untuk dilakukan.

Kebetulan tadi malam saya menjadi pengawas untuk kelas ekstensi dimana mata kuliah yang diujikan adalah Teori Akuntansi. Dari keterangan yang terdapat di soal bahwa ujian tersebut bersifat Open Books alias boleh membuka buku, ya tentunya dengan catatan tetap tidak boleh saling bekerjasama dan bertukar buku. Pada saat ujian dimulai, masing-masing mahasiswa yang mengikuti ujian mulai sibuk mengisi lembar jawaban sambil sesekali membaca buku-buku yang dibawanya.

Nah, ketika saya berkeliling untuk mengawas, mata saya tertuju pada satu orang mahasiswa yang meskipun ujian tersebut bersifat Open Books namun dia tidak membawa satupun buku yang diperlukan. Saya sempat berpikir bagaimana bisa mahasiswa tersebut menjawab soal yang diberikan sedangkan dia sendiri tidak membawa sebuah bukupun untuk dibaca. Apakah mungkin memang dia sudah menghapal luar dalam sehingga tidak memerlukan buku, bisa jadi kan?

Open Google

Open Google

Ternyata apa yang saya pikirkan 100% salah karena setelah saya perhatikan ternyata mahasiswa tersebut hanya berbekalkan sebuah handphone merk Nokia dimana sambil mengisi lembar jawaban, jarinya sibuk mengetak-ngetik tombol keypad handphonenya tersebut. Mau tahu apa yang dilakukannya?? Ya ternyata dia menggunakan Google sebagai “Buku” untuk mencari jawaban dari soal-soal ujian yang telah diberikan. Dengan berbekalkan sebuah handphone yang bisa terkoneksi dengan internet, dengan mudahnya dia bisa menemukan jawaban yang dicari hanya dengan mengetikkan kata kunci (keyword) yang ada di soal.

Hmmm… Cukup cerdas juga menurut saya karena dengan begitu dia tidak perlu lagi sibuk membawa buku-buku yang diperlukan, cukup dengan handphone plus internet maka dengan mudahnya jawaban itu diperoleh. Namun dari sudut pandang saya sebagai seorang pengawas, apakah hal tersebut dilegalkan atau tidak masih menjadi tanda tanya. Kata orang sih itulah dampak dari era globalisasi yang berkembang begitu pesat saat ini. Teknologi yang semakin mini dan kompleks menyebabkan sekarang siapa saja bisa memperoleh informasi dengan mudah dan simpel. Akan tetapi, jika keadaannya seperti itu untuk apa diawasi lagi kan. Toh, mereka juga bisa menggunakan handphonenya untuk saling bekerjasama dengan saling mengirimkan email atau via chat. Bener ngga??

Kalau begitu, mungkin di masa yang akan datang tiap-tiap dosen akan menggunakan sistem ujian yang baru yaitu bukan OPEN BOOKS tapi OPEN GOOGLE. Masuk akal kan?? (DW)

Share/Save/Bookmark

Popularity: 2%


You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled