
Belajar Bahasa Inggris
MENUJU INDONESIA JENIUS
“Sang Bintang School memperkenalkan kembali makna mengajar dengan hati, dan belajar dengan pikiran. Dua kalimat yang seakan sudah hilang dari dunia pendidikan kita. Sehingga mengajar sering menjadi beban bagi guru, dan belajar menjadi ancaman bagi murid. Kita ingin generasi Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun kembali lahir. Generasi yang tak pernah kenyang dengan ilmu. Generasi yang tahu makna indahnya belajar…………. ” (Motto Teaching by Heart Sang Bintang School)
Sudahkah anda menguasai bahasa Inggris? Jika belum, tampaknya anda harus segera belajar ke Sang Bintang School, karena lembaga ini menawarkan program Kampoek Jenius dengan waktu 6 minggu yang kita populerkan dengan tagline 6 Minggu Bisa! Dengan konsep sederhana, namun efektif dan didukung pengajar-pengajar muda, Sang Bintang School mencoba mendobrak dunia pendidikan non formal dengan revolusi cara belajar. Sang Bintang School hadir seperti menyengat kesadaran kita bahwa belajar itu mudah
BELAJAR ITU MUDAH
Belajar itu mudah! Itulah visi ketika Sang Bintang School pertama kali beroperasi. Anggapan kebanyakan masyarakat belajar itu sesuatu yang sulit membuat belajar menjadi momok di negeri ini. Lalu apa jadinya negeri ini jika jutaan pemuda enggan belajar? Maka tamatlah sudah. Penjajahan di segala bidang takkan terelakkan, karena kita tidak siap dengan SDM yang cerdas dan terampil. Maka kesulitan dalam belajar harus dipecahkan.
Seperti kasus bahasa Inggris. Walau diajarkan sejak SMP sampai SMA, total 6 tahunan tidak membuat kebanyakan siswa menguasainya, bahkan kebanyakan kita ketakutan dengan bahasa ini. Padahal bahasa adalah kunci ilmu. Apa jadinya, jika kunci kemajuan tidak dikuasai? Kita akan dibodohi masyarakat dunia. Memang masyarakat bukan tanpa upaya, selain belajar di sekolah, mereka kadang menyerbu lembaga-lembaga kursus untuk memecahkan kesulitan tersebut. Tapi sedihnya belajar di lembaga kursus kadang juga mengulang permasalahan di sekolah. Siswa tidak juga pintar. Ada apa sebenarnya? Sekolah yang gagal, kursus yang tidak perlu, murid yang bodoh, atau guru yang tidak bisa mengajar? Hal inilah yang menjadi tantangan bagi Sang Bintang School untuk dipecahkan.
BERMODAL KETERAMPILAN PENUH
6 tahun saja tidak bisa bagaimana 6 minggu? Itulah pertanyaan pertama ketika orang membaca promosi kami. Berdiri sejak akhir 2004, dan diakui Diknas sejak 1 Juli 2005, ternyata program ini langsung diminati. Untuk angkatan pertama, program ini dimulai dengan 6 kelas kecil, dimana masing-masing muridnya 5-10 orang. Jadi murid angkatan pertama kita jumlahnya 35 orang. Pada saat itu kami menempati sebuah bangunan eks – TK yang tidak digunakan lagi, dengan beberapa kursi yang diperoleh dengan sistem sewa.
Keunikan lain sejarah Sang Bintang School adalah lembaga ini didirikan oleh para sarjana ekonomi bukan sarjana bahasa inggris atau sarjana pendidikan. Kala itu tiga sarjana ekonomi Abang Priana Ashri, Fahrurrazi, dan Yunsirno mulai mengelola sebuah lembaga pendidikan “berbasis ekonomi”. Ekonomi sebagai studi ilmu yang mengajarkan keefektifan dan efisiensi menjadi inspirasi lahirnya program efektif di Sang Bintang School.
TIDAK ADA YANG BERANI MENGAJAR
Pada saat pertama menawarkan beberapa teman untuk mengajar karena semakin bertambahnya siswa, hampir semuanya menolak. Mereka masih menyatakan ketidaksanggupan dengan target ini. Bagaimana mungkin belajar bertahun-tahun dikampus tetapi mengajar hanya 6 minggu. Baru ketika angkatan pertama selesai, dan hasilnya memuaskan, maka teman-teman lain bersedia dengan target ini. Artinya perubahan memang sebuah mimpi tapi harus ada yang memulai. Di angkatan ke-2 kita kebanjiran murid sampai lebih dari 240 orang. Maka kami pecah dalam 32 kelas yang ditangani 8 orang instruktur. kami pikir ini terlalu cepat dan riskan, kami kaget dan harus bekerja keras.
Oleh karena itu, kami yakin ini harus diawali dari guru yang ikhlas, manajemen yang bagus, serta dia keyakinan guru bahwa muridnya jenius. Kita butuh training intensif untuk merubah sang guru terlebih dahulu, dan ini memakan banyak waktu. Namun sebelum ini terjadi, sang guru harus yakin dulu bahwa mengajar bahasa Inggris dalam waktu yang cepat dan efektif bukan sesuatu yang mustahil.
6 MINGGU BISA !!!
6 minggu hanya sebuah target yang kita bungkus dengan kurikulum yang efektif dan kontrak belajar yang aplikatif. Kami pikir semua orang bisa melakukannya. Faktor utamanya adalah the man behind the gun. Apakah guru itu ikhlas dan serius membuat muridnya bisa dalam target waktu tersebut. Hal ini kurang terlihat dalam umumnya pendidikan kita. Sang guru tidak percaya bahwa semua muridnya jenius. Sehingga mereka sendiri tidak yakin muridnya akan bisa. Ketika keyakinan sang guru sudah ultimate, maka yakinlah si murid juga akan berprasangka yang sama tentang kemampuannya.
Menurut kami, mindset inilah yang menutup potensi murid ditambah lagi dengan metode yang sering kurang efektif. Oleh karena itu, Kami terus menginovasikan program ini dengan brand ”Kampoenk Jenius” 6 Minggu Bisa ! Kenapa kami memberi nama kampoenk jenius, karena kondisi dan lingkungan harus dapat mensugesti murid secara positif.
TANPA MENCATAT, TANPA MENGHAFAL, TAK ADA PR
Selain terobosan dari segi target waktu, kami mencoba menelurkan metode yang semakin mendukung kesuksesan siswa. Yang pertama : jangan mencatat. Ada dua alasan : 1. Bahasa inggris bukanlah pengetahuan tapi sebuah skill. Untuk mempelajari skill kita tidak bisa menguasainya sama dengan pelajaran ilmu seperti sejarah, biologi dan lain-lain. 2. Mencatat membuat siswa tidak berusaha keras memahami pelajaran dan cenderung tidak memaksimalkan kemampuan otak yang sangat luar biasa. Kedua : jangan ”menghafal” dengan cara konvensional. Hafalan akan terbentuk setelah terjadi pemahaman dan pengulangan yang ikhlas , bukan dengan pemaksaan yang mudah lupa.
3. Tak ada PR, ketiadaan PR dapat dilakukan dalam proses belajar jika pembelajaran telah efektif, dan tentunya akan menghilangkan beban siswa.
Dengan target pencapaian yang telah ditetapkan, Sang Bintang School memberikan garansi mengulang gratis, jika siswa merasa gagal. Kami sebut merasa karena keputusan lulus ditangan siswa sendiri. Ini didukung pulah oleh konsep pembelajaran semi training yang penuh keakraban, keterbukaan dan saling mendukung seperti di sebuah ”kampung” menjadikan kegiatan pembelajaran tidak hanya efektif, efisien, tetapi juga menyenangkan. Dengan keunikan metode dan produk yang kami tawarkan serta pemasaran yang masif, alhamdulillah sampai dengan saat ini kami sudah meluluskan lebih dari 1000 alumnus dari berbagai program.
TANTANGAN DALAM PENGELOLAAN
Setelah semakin meluasnya penerimaan masyarakat terhadap program yang ditawarkan, kami terus berproses. Kadang juga kesulitan dalam manajemen internal. Seperti bagaimana merespon pemasaran, kualitas SDM sampai mengoptimalkan kepuasan konsumen. Tapi karena kita serius, punya sedikit ilmunya (ekonomi dan manajemen) dan mau terus belajar, maka setelah kita menemukan akar masalah, atau menemukan target kita segera membuat sistemnya. Tapi tetap ada error. Pertanyaannya maukah kita memperbaiki kesalahan kita. Punya produk yang bermanfaat, sistem yang oke, dan membangun tim. Kru harus bersinerji untuk percepatan produk yang bermanfaat tadi.
Tapi mungkin agak unik bahwa hampir semua instruktur SBS bukan dan tidak menjadi guru formal atau menerapkannya di sekolah formal. Ada 2 alasan penting kenapa kami memilih membangun kursus daripada menjadi guru formal. Yang pertama : siapa menjamin keformalan akan membuat sistem ini terpakai. Banyak sudah cerita orang yang ingin merubah sesuatu ternyata membentur tembok sistem yang sudah baku. Yang kedua: pendidikan formal kadang tidak bisa membedakan mana murid yang belajar dan yang pura-pura belajar. Kita tak bisa mengajar siswa yang pura-pura tadi. Namun, Insya Allah kita tetap punya visi membuat sekolah formal yang menerapkan metode belajar yang mudah. Ketika sekolah itu sudah eksis, silahkan seluruh sekolah formal yang lain menirunya. Mudah-mudahan ini jadi amal jariyah.
INDONESIA JENIUS 2015
Kita ingin menjadi sumber inspirasi berdirinya sekolah –sekolah efektif dan membuat kampoenk-kampoenk jenius diseluruh Indonesia. Kita ingin melejitkan bangsa ini dari ketidakpercayaan diri untuk lebih PD bersaing dan berkompetisi. Tanpa kita sadari ketidakmampuan sebagian besar masyarakat Indonesia dalam berbahasa, khususnya dalam bahasa inggris dan bahasa asing lainnya menjadi tembok yang sangat kokoh yang membuat kita selalu minder, takut tuk berkompetisi. Kita mesti menghancurkannya, agar kepercayaan diri masyarakat dan bangsa ini kembali muncul. Dan kami berusaha ingin mewujudkan cita-cita besar itu, mewujudkan Indonesia Jenius yang dimulai dari penguasaan bahasa sebagai aplikasi cara belajar yang efektif dan bukti manusia itu jenius.
Dan untuk melejitkan bangsa ini diperlukan banyak terobosan di berbagai bidang khususnya dibidang pendidikan. Sehingga kita punya divisi khusus yang kita namakan ”LEARNING LAB” atau sebuah laboratorium yang terus menggodok dan menemukan metode-metode terbaik dalam proses pembelajaran serta ”mencetak” instruktur-instruktur efektif.
Yang terakhir, tentunya dengan keberadaan bisnis yang kami geluti ini bisa menjadi pintu rezeki bagi banyak orang, harapannya kami harus senantiasa memperluas pintu – pintu rezeki itu dan memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk masuk kedalamnya. Yang pastinya ketika terjun dalam bisnis secara total, terasa ketergantungan, kedekatan pada Allah SWT. Dia membuka diriNya lebar-lebar untuk proposal kita. Dia tak pernah menolak semua planning kita, sampai kita sendiri tidak yakin dengan planning itu. Bisnis akan makin mendekatkan diri kita padaNya. Sekali lagi, kita ingin mewujudkan Indonesia Jenius, karena hanya dengan belajarlah negeri ini akan bangkit. Dan tugas kita adalah membuat belajar itu menjadi mudah. Semua orang mau terus belajar, yang punya ilmu mengajar dan terus berkarya untuk kemajuan perdaban. Salam jenius !!
Ditulis oleh : Fahrur Razi Al Parisi
Popularity: 7%
RSS Feed
Twitter





February 8th, 2010
admin
Posted in
Tags: 


























