Menjadi Sukses adalah Impian, Menjadi Blogger adalah Pilihan.

Asal Usul Nama Kota Pontianak, Ternyata Bukan Sekedar Kota Hantu

Kota Pontianak merupakan kota hantu, istilah ini akan muncul ketika Blogger Borneo mencoba untuk mencari tulisan mengenai sejarah kota Pontianak dengan mengetikkan kata kunci "asal usul kota Pontianak" di Google.

Suasana Keraton Kesultanan Kadriyah Pontianak Waktu Malam
Suasana Keraton Kesultanan Kadriyah Pontianak Waktu Malam

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sejak kecil Blogger Borneo sering mendapat cerita dari orang-orang di lingkungan sekitar bahwa nama Pontianak itu sendiri berasal dari kata “Kuntilanak”, hantu perempuan berwajah seram yang digambarkan memiliki rambut panjang dan selalu mengenakan pakaian putih panjang sampai ke kaki. Sampai saat ini, kisah kuntilanak masih menjadi bagian dari cerita mistis bagi sebagian masyarakat di kota Pontianak.

Seiring perjalanan waktu, atas seijin Allah Blogger Borneo bertemu dengan seorang sosok penulis muda Kalimantan Barat bernama Ahmad DZ. Pada saat itu, tepatnya di tahun 2013, Blogger Borneo melihat melalui media sosial Beliau sedang mempromosikan sebuah buku yang baru saja diterbitkan dengan judul “PONTIANAK HERITAGE”. Karena merasa penasaran dengan isi dari buku ini sekaligus ingin mengetahui siapa penulisnya, maka Blogger Borneo berusaha untuk menghubungi Beliau melalui pesan di media sosial. Dan Alhamdulillah pesan yang dikirimkan mendapat respon positif dari Beliau.

PONTIANAK HERITAGE

Dari Bang Ahmad, demikian panggilan akrabnya, Blogger Borneo mengetahui bahwa sebenarnya banyak persepsi atau pendapat mengenai asal usul nama kota Pontianak. Ternyata selain Pontianak Heritage, Bang Ahmad juga telah menerbitkan beberapa buku hasil karya sendiri yang berjudul:

  • MENCARI RUANG PUBLIK di WARUNG KOPI. Fenomena Warkop dan Es Teler di Kota Pontianak, Tahun 2008
  • PONTIANAK KOTA KHATULISTIWA. Buku Panduan Wisata ke Kota Pontianak, Tahun 2010
  • MERIAM KE(a)RBIT. Menjaga Tradisi-Memberi Identitas, Tahun 2014
  • 10 WARUNG KOPI Yang Patut Anda Kunjungi di Kota Pontianak, Tahun 2014

Selama ini memang persepsi mengenai asal usul nama kota Pontianak berasal dari istilah kuntilanak atau hantu perempuan menjadi salah satu bagian dari cerita-cerita rakyat (folklor) yang berkembang secara turun temurun di masyarakat. Pada saat itu dikisahkan rombongan Syarif Abdurahman, pendiri kota Pontianak sedang melakukan perjalanan. Ketika rombongan mencapai daerah delta pertemuan Sungai Kapuas Besar dan Sungai Landak, mereka diganggu oleh suara-suara mengerikan. Gangguan-gangguan ini membuat rombongan merasa takut untuk melanjutkan perjalanan, oleh karena itu Syarif Abdurahman memutuskan tidak melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Lokasi Keraton Kesultanan Kadriyah Pontianak
Lokasi Istana Kesultanan Kadriah Pontianak (Sumber: Google Maps)

Karena terus mendapat gangguan siang dan malam, Syarif Abdurahman memutuskan untuk menembakkan meriam ke arah sumber gangguan tersebut berasal. Ada pendapat lain mengatakan bahwa suara-suara mengerikan yang mengganggu tersebut berasal dari kumpulan perompak di sekitar daerah delta tersebut. Daerah delta ini dianggap strategis, aman, dan terlindungi oleh para perompak sehingga mereka berkumpul disini.

PERSEPSI KEDUA: PENAMAAN PONTIANAK BERASAL DARI KATA AYUNAN ANAK

Selain folklor mengenai penamaan Pontianak berasal dari kuntilanak, ada juga folklor Melayu yang menceritakan bahwa penamaan Pontianak berasal dari ayunan anak. Konon, cerita ini berdasar pada cerita ketika Masjid Jami’ dibangun terdapat banyak ayunan anak dari para keluarga yang dipekerjakan. (Ja’ Achmad dan J U Lontaan)

PERSEPSI KETIGA: PENAMAAN PONTIANAK BERASAL DARI KATA POHON PUNTI

Penamaan Pontianak berasal dari kata “Pohon Punti”. Penyebutan pohon punti sebagai bukti sejarah keberadaannya termaktub pada baris keempat belas surat antara Husein bin Abdul Rahman Al-Aidrus (Rakyat Negeri Pontianak) kepada Sultan Syarief Yusuf Al-Kadrie.

Maka di dalam itu watasan telah ada juga pohon-pohon hamba tuanku yang sudah bertanam memang disitu, embawang ada 3 dan rambai 8 dan keranji 2, dan buluh 7 rumpun dan pohon punti 1 dan pohon kandis 1 dan beberapa pula sagu yang hamba tuanku tanam di dalam sungai itu ada 6 rumpun yang besar dan yang kecil ada lebih kurang dari tiga ratus batang. (Henry Chambert Loir. Sultan, Pahlawan dan Hakim, 2011, Hal 107)

Masa Lalu Kesultanan Pontianak
Masa Lalu Kesultanan Pontianak

Masih berkaitan dengan persepsi penamaan Pontianak dari pohon ponti, sebenarnya istilah “ponti” sendiri diartikan sebagai “pohon tinggi”. Pada jaman itu, pulau Kalimantan sudah dikenal sebagai kepulauan yang ditumbuhi pohon-pohon tinggi dan besar. Hal ini mendasari penyebutan “puntianak” bagi sebagian masyarakat di tepian sungai Kapuas Kecil dulunya hingga sekarang.

PERSEPSI EMPAT: PENAMAAN PONTIANAK BERASAL DARI KATA PONTIAN

Penamaan Pontianak berasal dari kata Pontian yang berarti perhentian atau tempat persinggahan. Lokasi delta pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak menjadi tempat strategis dan aman buat berlindung dari badai dan ombak. Para pelaut dan pedagang menjadikan lokasi delta ini sebagai tempat persinggahan selama berlindung. Selain itu, lokasi delta ini juga sangat strategis sebagai titik pertemuan antara jalur perdagangan dari luar Kalimantan (hilir) dan menuju daerah pedalaman (hulu).

BACA JUGA: PONTIANAK KOTA BERSINAR

Di negeri Johor, Malaysia sendiri, terdapat sebuah daerah dengan nama Pontian. Daerah ini berbentuk tanjung dan digunakan sebagai lokasi perhentian atau persinggahan para pelaut dan pedagang yang ingin berlindung dari badai dan ombak. Pontian dibangun oleh seorang saudagar dari Singapura yaitu Syed Alsagoff. Selain itu, terdapat juga sebuah daerah di kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia bernama Pontian Mekar.

Keraton Kesultanan Kadriyah Pontianak
Istana Kesultanan Kadriyah Pontianak

PERSEPSI LIMA: PENAMAAN PONTIANAK BERASAL DARI KATA KUN TIAN

Penamaan Pontianak berasal dari kata Kun Tian. Kun Tian sendiri merupakan bahasa Mandarin (Kun Tien, penyebutan dalam logat Melayu dan Kūn Diàn penyebutan dalam logat Mandarin). Kun tian dapat diartikan sebagai “tempat perhentian” atau “persinggaha”. Dialek pelafadzan kun tian bagi sebagian besar masyarakat tionghoa biasanya ada sedikit penambahan lafadz tanpa menambah arti, hanya sebatas dengung kata terakhir saja. Contohnya: tak ada uang (nga), naik mobil (aa) atau (a), begitu juga kun tian (na). Sampai sekarang pun sebagian besar orang tua-tua dari masyarakat Tionghoa masih menggunakan Kun Tian untuk menyebutkan Pontianak. Misalnya jika mereka ditanya “Mau kemana?” Kemunginan dia akan menjawab “Ke Kun Tian” (na).

PERSEPSI ENAM: PENAMAAN PONTIANAK BERASAL DARI KATA PINTU ANAK

Penamaan Pontianak berasal dari kata Pintu Anak. Pintu Anak yang dimaksud adalah pintu dari dua anak sungai yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Jika diperhatikan penjelasan mengenai asal mula nama kota Pontianak dari beberapa persepsi membuat kisah sejarah ini menjadi lebih menarik. Perpaduan antara mitos, cerita rakyat (folklor), dan hal-hal bersifat diluar logika dengan penjelasan-penjelasan yang bersifat nalar melalui narasi ilmiah, data sejarah, dan tentu saja masuk logika menjadikan toponimi (cabang antropologi tentang nama tempat, asal-usul, arti, penggunaan, dan tipologinya) di Pontianak akan menemukan titik yang lebih cerah. Demikian tulisan ini sengaja dibuat sebagai salah satu bahan pencerahan bukan bermaksud menjadikannya sebagai bahan perdebatan. Jika ada diantara pembaca ingin mendapatkan informasi lebih lengkap bisa langsung menghubungi Bang Ahmad DZ melalui akun Facebooknya via https://www.facebook.com/ahmad.s.dz?fref=ts. (DW)

Sumber Referensi:

  • http://irwansahaja.blogspot.com/2014/07/asal-usul-nama-pontianak-oleh-ahmad.html

Sumber Foto:

  • https://www.facebook.com/groups/sejarahkalimantanbarat/photos/
DAPATKAN INFO TERBARU SHARING BLOG
Masukkan Alamat Email Anda untuk Dapatkan Info Terbaru Mengenai Sharing Blog
# Data Email Anda Tidak Akan Disebarluaskan #

Leave A Reply

Your email address will not be published.