BloggerBorneo.Com
Blog ini membahas mengenai bisnis online, digital marketing, personal branding, dan akuntansi keuangan. Info kerjasama: 0811561982 (WA)

Cara Menjaga Keamanan Digital Saat Bekerja dari Jarak Jauh Secara Online

Kondisi pandemi Covid-19 dalam dua tahun ini membuat banyak perusahaan terpaksa harus menyesuaikan waktu dan cara kerja bagi para karyawannya yang sebelumnya harus datang ke kantor menjadi bekerja dari rumah saja (work from home).

Cara Menjaga Keamanan Digital Saat Bekerja Secara Online

Jika diperhatikan untuk saat ini, bekerja secara online telah menjadi kebutuhan bagi perusahaan yang ingin merekrut bakat dan membuat rencana kelangsungan bisnis. Di pertengahan tahun 2020 dapat dilihat bagaimana ratusan ribu pekerja di seluruh dunia diharuskan untuk bekerja dari rumah mereka sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19.

Dibalik kemudahaannya, ternyata bekerja secara online juga menghadirkan tantangan unik untuk keamanan informasi karena biasanya tidak memiliki perlindungan yang sama seperti di kantor. Dan ketika seorang karyawan berada di kantor, mereka bekerja di balik lapisan kontrol keamanan preventif.

Beda hal dengan bekerja secara online, masih banyak para karyawan yang belum menyadari bahwa mereka tidak berada dalam lingkungan kerja yang terbatas sehingga kemungkinan untuk mendapat serangan dari luar cukup besar. Bagi perusahaan tentu saja kondisi ini sangat beresiko sehingga dalam pelaksanaannya harus dibuat kebijakan keamanan tambahan.

Keamanan Digital Saat Bekerja dari Jarak Jauh

Berikut ini diberikan beberapa pedoman kebijakan yang disarankan saat Anda atau karyawan Anda berada di luar kantor secara online:

Hindari Akses Wi-Fi Publik

Ada dua resiko ketika Anda menggunakan akses Wi-Fi publik, yaitu:

  1. Jika Anda bisa masuk dalam jaringan Wi-Fi publik tersebut, tentu saja orang lain juga bisa menggunakannya juga. Kondisi ini sangat memungkinkan terjadinya tindakan penyusupan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
  2. Bagi para pengguna yang paham dan berniat tidak baik, mereka bisa membaca semua lalu lintas data Anda menggunakan jaringan Wi-Fi publik.

Disinilah Anda harus memiliki perlindungan tambahan yang dipasang pada perangkat digunakan seperti laptop atau smartphone untuk meminimalisir kemungkinan data Anda diretas.

Sebenarnya paling aman menggunakan jaringan hotspot pribadi atau tethering smartphone Anda, meskipun tidak menutup resiko terjadinya aktivitas peretasan data namun setidaknya para penyusup tersebut masih harus bekerja keras menembus aksesnya.

Untuk beberapa provider di Indonesia ada menyediakan fitur perlindungan tambahan dengan mekanisme berlangganan bulanan, ini dapat menjadi opsi bagi Anda yang ingin merasa lebih aman.

Simpan Data Kerja di Perangkat Kerja

Bagi para pekerja kantoran, biasakan menggunakan perangkat kerja untuk menyimpan data. Perangkat kerja disini dapat berarti laptop, komputer, flashdisk, external drive, dan sejenisnya. Sedangkan bagi seorang freelancer, perangkat kerjanya adalah semua perangkat milik pribadi yang digunakan sendiri.

Jika Anda bekerja di perusahaan dengan tim TI mumpuni, dapat dipastikan data yang disimpan akan tersimpan pada perangkat kerja yang disiapkan dapat dipastikan aman dan terlindungi karena proses update sistem selalu dilakukan, mengaktifkan pemindaian antivirus, melakukan pemblokiran situs berbahaya, dan sejenisnya.

Anda pada dasarnya diperkenankan untuk menggunakan perangkat kerja pribadi dengan catatan harus mendapat izin dari tim IT perusahaan sebagai salah satu langkah antisipasi kemungkinan terjadinya masuknya virus dari perangkat luar ke dalam sistem. Menimilisir resiko dengan tetap menggunakan perangkat kerja di kantor sepertinya tetap menjadi pertimbangan utama.

Lindungi Batas Pandang

Bagi Anda yang sedang bekerja di luar ruangan (outdoor) seperti di kedai kopi, jangan pernah lengah dengan jarak pandang karena tanpa disadari seseorang di belakang Anda akan dapat melihat semua yang sedang Anda kerjakan.

Selain itu, seseorang dengan keterampilan pengamatan yang tepat (seperti penjahat dunia maya) dapat dengan mudah melihat apa yang Anda lakukan dan mengidentifikasi informasi rahasia.

Jangan pernah tinggalkan perangkat kerja Anda dalam posisi terbuka ketika Anda meninggalkannya baik itu sifatnya sebentar, sebagai contoh ketika Anda ingin ke WC untuk buang air. Pastikan kondisinya terkunci ketika Anda tidak menggunakannya, kalau bisa dibawa serta sekalian.

Enkripsi Data Sensitif di Email dan di Perangkat Anda

Mengirim email dengan data sensitif selalu berisiko. Itu bisa dicegat atau dilihat oleh pihak ketiga. Jika Anda mengenkripsi data yang dilampirkan ke email, itu akan mencegah penerima yang tidak diinginkan melihat informasi tersebut. Selain itu, pastikan perangkat Anda disetel agar semua data tersimpan dienkripsi jika terjadi pencurian.

Keamanan Fisik Saat Bekerja dari Jarak Jauh

Kunci Pintu Ruangan

Jangan lupa untuk selalu mengunci pintu ruang kerja ketika tidak sedang berada di tempat. Satu hal yang harus diperhatikan adalah ketika Anda membawa pulang komputer kantor atau cenderung bekerja dari jarak jauh, informasi rahasia perusahaan dapat terancam.

Tindakan mengunci pintu ruangan merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan keamanan di rumah Anda. Untuk beberapa kasus pekerja pernah mengalami kehilangan perangkat kerja karena ruangan tidak dikunci. Tentu saja ini akan berdampak ke perusahaan.

Bagi beberapa perusahaan ada aturan keras mengenai kehilangan data dimana jika itu terjadi murni karena kelengahan karyawan, akan dapat diambil tindakan seperti peringatan atau bahkan pidana.

Jangan Pernah Meninggalkan Perangkat atau Laptop Anda di Dalam Mobil

Disarankan untuk tidak pernah meninggalkan komputer atau perangkat kerja mereka di dalam kendaraan. Anda jangan pernah beranggapan bahwa menyimpan di kendaraan akan aman.

Anda tidak tahu dalam perjalanan, ada penjahat yang mengawasi tempat parkir dari jauh dan menjadikan Anda sebagai target korban berikutnya. Menempatkan barang berharga di bagasi kalau dilihat sekilas terasa aman, tapi apakah Anda berani ambil resiko yang mungkin terjadi?

Jangan Gunakan Drive Jempol Acak

Salah satu teknik peretasan klasik adalah dengan meletakkan sejumlah thumb drive berkapasitas besar di dekat perusahaan yang ingin Anda serang. Disini mereka berharap Anda tanpa sadar akan mengambil thumb drive tersebut dan menggunakannya.

Jangan pernah menggunakan thumb drive jika Anda tidak tahu dari mana asalnya. Jangan juga selali menggunakannya jika Anda telah menghubungkannya ke sistem yang keamanannya tidak dapat Anda jamin dengan benar.

Gunakan Pemblokir Data USB

Jika Anda perlu mengisi daya ponsel dan satu-satunya pilihan adalah port USB yang tidak dikenal, langkah bijak adalah melindunginya dengan pemblokir data USB untuk mencegah pertukaran data dan menjaga dari malware.

Jenis perlindungan USB ini memungkinkan perangkat terhubung ke daya tanpa memperlihatkan pin data di dalam perangkat Anda; itu menghubungkan kabel listrik, tetapi bukan kabel data.

Kesimpulan

Sistem bekerja secara hibrida (sistem online dan offline) saat ini telah cukup banyak digunakan oleh para perusahaan besar di seluruh dunia sebagai dampak dari terjadinya penyebaran virus Covid-19 secara masif dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini.

Bekerja secara online atau lebih dikenal dengan istilah work from home (WFH) disatu sisi bersifat lebih aman dari serangan virus Covid-19, akan tetapi masih belum tentu aman dari serangan virus yang dapat menyerang perangkat kerja Anda sehingga memberi efek merusak.

Memberikan perlindungan tambahan di setiap perangkat kerja yang digunakan menjadi bagian dari langkah antisipasi meminimalisir terjadinya kemungkinan tersebut. Yang pasti untuk dapat mengakses secara online, dibutuhkan informasi mengenai IP Saya sehingga menggunakan fitur VPN juga dapat menjadi opsi tambahan. (DW)

Sumber Critical Insight

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More