Menjadi Sukses adalah Impian, Menjadi Blogger adalah Pilihan.

Derawan Island Journey – Walking Around The Village

Hari sudah menjelang sore, setelah sempat beberapa saat beristirahat di kamar penginapan kamipun memutuskan untuk berjalan-jalan ke kampung nelayan. Kampung nelayan ini jaraknya tidak terlalu jauh dari resort dimana kami menginap, hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai kesana. Karena kebetulan kami datang bukan pada musim liburan maka dilihat sekilas kampung beralaskan pasir putih ini tampak sepi. Hal ini tampak berbeda pada saat momen lebaran beberapa waktu lalu, menurut informasi dari salah seorang warga disitu bahwa pada saat musim liburan kemarin ada sekitar lebih dari seribuan orang datang berkunjung ke pulau ini.

Selama sebulan, para pengunjung datang silih berganti. Selain resort dan penginapan, rumah-rumah warga pun menjadi tempat singgah bagi para pengunjung sehingga sejak satu bulan sebelumnya rumah mereka telah berstatus full booked. Melihat hal ini jadi terbayang dengan kondisi pulau-pulau di Kalimantan Barat, seperti: Pulau Lemukutan dan Pulau Kabung. Selain Pulau Randayan, sebenarnya kedua pulau yang letaknya saling berdekatan ini memiliki potensi untuk dijadikan obyek wisata bahari. Hanya saja, tidak tahu kenapa sampai saat ini potensi alam tersebut belum tergarapkan. Ya kalau hanya berharap dengan pemerintah, jangan berharap hal ini akan terwujud dengan cepat. Hehehe… 🙂

Dokumentasi Video:

httpv://youtu.be/hEw9zqZ0LKk

Tidak terasa setelah sekian lama melangkah, perut kami mulai terasa keroncongan. Tanpa pikir panjang lagi kami langsung singgah disalah satu rumah makan seafood terdekat. Melihat daftar menu dimeja, kami langsung memilih apa yang hendak disantap. Setelah satu malam sebelumnya kami berpesta kepiting di Kota Tarakan, sepertinya untuk saat ini sajian Ikan Kakap dan Udang Goreng akan menjadi pilihan. Mantapppp…

Sebenarnya dari saya sendiri, sejak awal menginjakkan kaki di Kota Tarakan sudah berniat untuk mencicipi segala sajian hidangan laut yang tersedia. Jadi sempat saya berprinsip dalam hati bahwa selama saya berada disini, jangan pernah menyentuh daging sapi, kambing, maupun ayam. Yang akan saya makan hanya kepiting, ikan, dan udang. Jadi manusia laut deh… 🙂

Tidak lama kemudian, pesanan kami sudah tampak terhidang didepan mata. Untuk sayurannya, kembali Cah Kangkung menjadi andalan. Coba teman-teman perhatikan bagaimana rupa kedua menu tersebut?. Meski hanya dimasak secara sederhana (baca: digoreng), umur ikan dan udang yang baru beberapa jam ditangkap telah memberikan sensasi rasa yang berbeda. Ditambah lagi dengan ulekan sambal cabe rawit menambah kenikmatan kami bersantap.

Alhamdulillah… selang beberapa saat kemudian misi kampung tengah selesai dilaksanakan. Tujuan berikutnya adalah mencari cinderamata yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Seperti biasa, anak dan istri masing-masing memperoleh jatah satu setel baju bertuliskan Derawan Island. Tidak lupa juga saya membeli tasbih dan beberapa gelang tangan yang terbuat dari bahan akar bahar.

Setelah selesai berkeliling kampung, sekarang saatnya kami kembali menuju penginapan. Masih ada tiga tujuan lagi yang akan ditempuh esok hari sebelum kami meninggalkan Pulau Derawan, yaitu: Pulau Maratua, Pulau Kakaban, dan Pulau Sangalaki. (DW)

Previous Story: Derawan Island Journey – Enjoy The Virginity

Next Story: Derawan Island Journey – Visit to The Maratau Island

DAPATKAN INFO TERBARU SHARING BLOG
Masukkan Alamat Email Anda untuk Dapatkan Info Terbaru Mengenai Sharing Blog
# Data Email Anda Tidak Akan Disebarluaskan #
No Comments
  1. Dwi Wahyudi says

    Saya setuju dengan pendapat Anda, jika kurang maksimal digarapnya saja sudah bagus seperti itu gimana kalau digarap maksimal. Bener ngga???

  2. astin astanti says

    Hi, salam kenal. Seneng ya, bisa jalan-jalan, apalagi gratis. Sungguh kenangan yang tidak mungkin dilupakan, nice share. Fotonya kurang banyak, hehe

    1. Dwi Wahyudi says

      Iya Mbak, seneng banget. Rejeki ngga terduga tuh. Btw, foto sih sebenarnya banyak cuma tak muat kalau mau dipajang semuanya di blog. Hehehe… Trims 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.