Menjadi Sukses adalah Impian, Menjadi Blogger adalah Pilihan.

Masukan bagi Bapak Walikota di Peringatan Hari Anak Nasional

Selamat atas penghargaan yang telah diterima oleh Walikota Pontianak Bapak Sutarmidji, SH., M.Hum dalam peran sertanya menjadikan Kota Pontianak sebagai kota terbaik dalam upaya pengembangan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Pratama. Berita ucapan tersebut tampak menghiasi beberapa halaman media cetak Kalimantan Barat yang terbit pada hari ini (25/07/2011). Saya sendiri sempat kaget begitu membaca berita tersebut, ternyata pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2011, Presiden Republik Indonesia Bapak DR. Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganugerahi penghargaan tersebut kepada orang nomor satu di kota Pontianak ini. Meskipun saya tidak tahu dengan tolok ukur apa yang digunakan dalam menentukan satu kota tersebut layak anak atau tidak, namun secara pribadi saya ucapkan selamat kepada Bapak Walikota Pontianak atas dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini.

Terkait dengan predikat baru kota Pontianak sebagai Kota Layak Anak (KLA), sebenarnya masih ada satu kegelisahan yang masih saya lihat dan rasakan hingga detik ini yaitu kondisi warung-warung internet (warnet) di kota Pontianak dan sekitarnya. Masih banyaknya warnet-warnet yang menggunakan konsep sekat tertutup menyebabkan warnet ini “tidak aman” untuk digunakan oleh pengguna anak-anak. Oke, mungkin disatu sisi alasan yang dilontarkan oleh pengelolanya adalah agar para penggunanya bisa lebih privasi. Namun kenyataannya tidak demikian, malah banyak yang akhirnya memanfaatkan “bilik tertutup” tersebut sebagai tameng pelindung agar dirinya tidak terpantau ketika sedang mengakses konten-konten yang bersifat negatif. Malah ada yang mengistilahkan warnet dengan konsep bilik tertutup sebagai warnet mesum karena bagi pasangan muda mudi yang sedang dimabuk kasmaran, bilik tersebut malah dapat digunakan sebagai tempat mereka bermesraan.

Membuat kondisi warnet menjadi lebih terbuka menurut saya dapat dijadikan salah satu cara untuk menjaga agar kondisi tetap aman dan terkendali. Jadi pengelola warnet dapat melakukan kontrol terhadap para pengguna internetnya dan hal-hal negatif yang tidak diinginkan pun dapat dihindari. Dan saya kira mereka akan lebih segan juga untuk membuka konten-konten negatif jika orang-orang disekitarnya dapat memperhatikan secara tidak langsung mengenai informasi apa yang sedang diaksesnya.

Selain itu, menghabiskan waktu diakhir pekan atau menjelang liburan dengan bermain semalaman di warnet juga sepertinya sedang menjadi tren anak-anak masa kini. Dengan modal Rp. 10.000,- saja, mereka sudah dapat menggunakan fasilitas internet semalam suntuk. Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu termasuk dalam salah satu penggunaan internet secara menyimpang. Di waktu awal bisa dibilang sebagai gejala kecanduan atau ketagihan, lama-lama malah bisa merusak otak dan pikiran anak tersebut secara perlahan. Memang tidak ada salahnya memberi waktu dan kesempatan kepada si anak untuk mengakses internet, selama waktunya dapat ditolerir.

Nah, disini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa penggunaan internet di kota Pontianak khususnya masih belum terarah secara benar. Hal ini dapat dilihat dari fakta dilapangan bahwa para pengguna internet yang umumnya masih dalam usia produktif hanya bisa memanfaatkan fasilitas internet sebatas penggunaan social media seperti facebook, twitter, dan lain-lain. Bahkan yang lebih parahnya lagi mungkin ada yang menggunakan internet sebagai akses mereka untuk mengakses konten-konten negatif berbau kekerasan, pornografi, perjudian, dan lain sebagainya.

Sebuah masukan yang ingin saya berikan disini adalah untuk pemerintah setempat khususnya Bapak Walikota yang terhormat, alangkah baiknya bisa menerapkan penggunaan internet secara sehat dengan mengkondisikan semua warnet-warnet yang ada di Kalimantan Barat harus aman dan nyaman digunakan. Mungkin dapat dibuat sebuah aturan yang mengatur mengenai teknis layout ruangan dalam sebuah warnet harus terbuka. Dapat ditentukan juga jam berkunjung ke warnet khusus bagi pengguna anak-anak sehingga tidak ada lagi cerita seorang anak sampai harus menginap disebuah warnet. Sosialisasikan mengenai aturan ini dan sesering mungkin lakukan razia terhadap warnet-warnet yang membandel. Mari bersama kita dapat saling bekerjasama dalam melakukan perbaikan ini, DEMI ANAK PONTIANAK YANG SEHAT DEMI ANAK PONTIANAK YANG BERMANFAAT. (DW)

DAPATKAN INFO TERBARU SHARING BLOG
Masukkan Alamat Email Anda untuk Dapatkan Info Terbaru Mengenai Sharing Blog
# Data Email Anda Tidak Akan Disebarluaskan #
No Comments
  1. Coretanku says

    Semoga bapak walikota membaca blog ini.

    1. Dwi Wahyudi says

      Amin bro, dan sepertinya harus dibaca lah. Karena kalau tidak sekarang kapan lagi harus menunggu, generasi muda kita sekarang sudah banyak yang mulai teracuni pikirannya ke alam maya. Jangan sampai sudah terjadi baru bertindak…

  2. kodok says

    bukan hanya membaca namun semoga ada tindak lanjutnya…bapak walikota..
    Kita sebagai masyarakat juga punya tanggung jawab…
    Segeralah buat sebuah kebijakan yang layak dan tindakan nyata serta menjalankannya sebaik mungkin

  3. retnet says

    sepertinya sudah waktunya di tiap2 rumah memiliki komputer dan punya akses internet. jadi nggak harus ke warnet untuk mengakses internetnya.

    Jadi orang tua bisa mengontrol apa dibuka oleh anak-anak kita. 😀
    Salam…

    1. Dwi Wahyudi says

      Setuju bro…

Leave A Reply

Your email address will not be published.