Bondan Prakoso adalah salah satu musisi Indonesia yang memiliki karier yang panjang dan beragam. Ia mengawali karier bermusiknya sebagai penyanyi cilik pada tahun 1988 dan mulai dikenal sejak dirilisnya album Si Lumba-lumba pada tahun 1992.

Sejak itu, ia terus berkarya dan bereksperimen dengan berbagai genre musik, seperti funk, rock, hip hop, rap, dan lain-lain. Ia juga dikenal sebagai pemain bass, pencipta lagu, dan produser yang berkebangsaan Indonesia.

Latar Belakang dan Pendidikan

Bondan Prakoso lahir di Jakarta pada tanggal 8 Mei 1982. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara. Ia memiliki bakat bermusik sejak kecil dan sering mengikuti berbagai lomba menyanyi.

Ia juga belajar bermain gitar dan bass secara otodidak. Ia mengaku terinspirasi oleh musisi-musisi seperti Michael Jackson, Prince, Red Hot Chili Peppers, dan Rage Against The Machine.

Bondan Prakoso menempuh pendidikan formal di SDN Cipinang Besar Selatan 01, SMPN 115 Jakarta, dan SMAN 6 Jakarta. Ia kemudian melanjutkan studinya di Universitas Indonesia, jurusan Sastra Belanda.

Ia lulus dengan gelar D-3 pada tahun 2005. Ia mengatakan bahwa pendidikan sastra membantunya dalam menulis lirik lagu dan mengekspresikan dirinya.

Karier dan Karya

Bondan Prakoso memulai karier profesionalnya sebagai penyanyi cilik pada tahun 1988. Ia merilis album perdananya yang bertajuk Si Lumba-lumba pada tahun 1992. Album ini sukses di pasaran dan mencuatkan namanya sebagai penyanyi cilik populer.

Ia juga sempat berduet dengan penyanyi cilik lainnya, seperti Sherina Munaf dan Joshua Suherman. Ia merilis beberapa album lain sebagai penyanyi cilik, seperti Anak Mama (1994), Kau Tak Sendiri (1995), dan Ya Sudahlah (1996).

Pada tahun 1998, Bondan Prakoso memulai karier remaja dan dewasanya dengan membentuk grup musik Funky Kopral bersama Anggara Mulia, Eno Gitara, dan Bimo Sulaksono. Ia berperan sebagai bassist dan vokalis dalam grup ini.

Bersama Funky Kopral, ia merilis tiga album, yaitu Funchopat (1999), Funkadelic Rhythm And Distortion (2000), dan Misteri Cinta (2002). Album kedua grup ini berhasil meraih penghargaan AMI Sharp Awards pada tahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik.

Album ketiga grup ini merupakan hasil kolaborasi dengan Setiawan Djodi dan juga meraih penghargaan AMI Awards pada tahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik.

Pada tahun 2003, Bondan Prakoso mengundurkan diri dari Funky Kopral dan memutuskan untuk bereksplorasi dengan genre musik lain. Ia kemudian bertemu dengan Tito alias Titz, seorang rapper dari Bogor, dan membentuk proyek musik bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black.

Proyek ini menggabungkan unsur-unsur musik pop, rock, funk, dan rap dalam satu paket. Selain Titz, proyek ini juga melibatkan tiga rapper lainnya, yaitu Santoz, Lezzano, dan Eza.

Bersama Bondan Prakoso & Fade 2 Black, ia merilis empat album, yaitu Respect (2005), Unity (2007), For All (2010), dan Respect & Unity For All (2012). Album kedua grup ini berhasil meraih penghargaan AMI Awards pada tahun 2008 untuk kategori Grup Musik Rap Terbaik.

Pada tahun 2013, Bondan Prakoso memutuskan untuk bersolo karir dan mengakhiri kerjasamanya dengan Fade 2 Black. Ia merilis album solo pertamanya yang bertajuk Generasiku pada tahun 2014.

Album ini berisi 10 lagu yang bercerita tentang generasi milenial dan tantangan-tantangan yang dihadapinya. Ia juga merilis beberapa singel, seperti Tetap Semangat (2015), Kau Puisi (2016), dan Tak Sempurna (2017).

Pada tahun 2018, ia membentuk grup musik baru bernama HALFMATH bersama Eka Gustiwana dan Nino Kayam. Grup ini mengusung genre musik elektronik dan pop. Mereka merilis album perdananya yang bertajuk HALFMATH pada tahun 2019.

Prestasi dan Penghargaan

Bondan Prakoso merupakan salah satu musisi Indonesia yang memiliki banyak prestasi dan penghargaan. Selain penghargaan-penghargaan yang telah disebutkan sebelumnya, ia juga pernah meraih penghargaan lain, seperti:

  • Penampilan Bassist Terbanyak dalam Satu Panggung oleh MURI pada tahun 2006 bersama 12 bassist lainnya.
  • Penyanyi Solo Pria Terbaik versi SCTV Music Awards pada tahun 2015.
  • Penyanyi Solo Pria Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2015.
  • Penyanyi Solo Pria Terbaik versi Indonesian Choice Awards pada tahun 2016.
  • Penyanyi Solo Pria Terbaik versi Anugerah Planet Muzik pada tahun 2016.

Visi dan Misi Musik

Bondan Prakoso memiliki visi dan misi musik yang jelas dan konsisten. Ia ingin terus berkarya dan berinovasi dengan musik yang ia cintai.

Ia juga ingin menyampaikan pesan-pesan positif dan inspiratif melalui lirik-lirik lagunya. Ia berharap musiknya dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat dan generasi muda Indonesia.

Bondan Prakoso juga memiliki tanggung jawab sosial sebagai musisi. Ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti bantuan bencana, pendidikan, lingkungan, dan lain-lain.

Ia juga aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas musik, seperti Indonesian Bass Family, Indonesian Musician Forum, dan lain-lain. Ia ingin berkontribusi dalam mengembangkan industri musik Indonesia dan menciptakan iklim yang kondusif bagi para musisi.

Kesimpulan

Bondan Prakoso adalah salah satu musisi Indonesia yang patut diapresiasi dan dihormati. Ia memiliki karier yang panjang dan beragam, dari penyanyi cilik hingga musisi multitalenta. Ia juga memiliki prestasi dan penghargaan yang banyak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga memiliki visi dan misi musik yang jelas dan konsisten, serta tanggung jawab sosial yang tinggi. Ia merupakan salah satu contoh musisi yang profesional, kreatif, dan inspiratif.

Demikian artikel mengenai profil Bondan Prakoso yang saya buat. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Bondan Prakoso, Anda dapat mengunjungi sumber-sumber referensi berikut:

Terima kasih telah membaca artikel ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. (DW)