Nasional

Perbandingan Paspor Indonesia dengan Malaysia, Bertetangga Dekat Namun Berbeda Jauh

Perbandingan Paspor Indonesia dengan Paspor Malaysia
Daftar Isi
  1. Perbandingan Paspor Indonesia dengan Malaysia
  2. Kekuatan Paspor Malaysia: Akses Global Tanpa Batas Rumit
  3. Posisi Paspor Indonesia: Ruang untuk Terus Berbenah
  4. Apa Artinya bagi Asia Tenggara?
  5. Penutup

Dunia kembali dikejutkan oleh pergeseran peta kekuatan dokumen perjalanan internasional.

Berdasarkan laporan Passport Index Global Ranking, paspor Malaysia mencatatkan prestasi membanggakan dengan merangsek naik ke peringkat kedua dunia.

Perbandingan Paspor Indonesia dengan Malaysia

Menariknya, Malaysia bersanding sejajar dengan Singapura di papan atas, menjadikannya salah satu paspor paling digdaya secara global.

Di sisi lain, Indonesia sebagai negara tetangga terdekat berada di posisi yang jauh tertinggal, yakni di peringkat ke-56.

Angka ini tentu memicu diskusi menarik mengenai diplomasi internasional, kekuatan ekonomi, serta tingkat kepercayaan global terhadap masing-masing negara.

Kekuatan Paspor Malaysia: Akses Global Tanpa Batas Rumit

Dengan menduduki peringkat kedua dunia, paspor Malaysia mengantongi Mobility Score sebesar 175.

Angka ini merepresentasikan kemudahan luar biasa bagi warga negara Malaysia untuk menjelajahi dunia:

  • 129 destinasi dapat dikunjungi secara bebas visa.
  • 46 destinasi menyediakan fasilitas visa-on-arrival (VoA) atau ETA.

Hanya sekitar 23 negara saja di seluruh dunia yang masih mewajibkan pemegang paspor Malaysia untuk mengurus visa terlebih dahulu secara ketat.

Pencapaian ini menempatkan Malaysia di atas banyak negara adidaya barat, mencerminkan kuatnya hubungan bilateral, stabilitas diplomatik, serta rendahnya risiko imigrasi ilegal dari negara tersebut di mata dunia internasional.

Posisi Paspor Indonesia: Ruang untuk Terus Berbenah

Sementara itu, paspor Indonesia berada di peringkat ke-56 dengan Mobility Score sebesar 89 (dengan akses ke sekitar 88 hingga 89 destinasi internasional, yang mencakup kombinasi bebas visa dan visa-on-arrival).

Meskipun masih berada di atas beberapa negara tetangga di kawasan regional seperti Filipina, Vietnam, atau Myanmar, skor Indonesia terpaut hampir separuh dari pencapaian Malaysia dan Singapura.

Hal ini menunjukkan bahwa paspor Indonesia masih menghadapi tantangan diplomatik dan persoalan administratif global seperti isu overstay, penyalahgunaan izin tinggal, serta perundingan resiprokal bebas visa yang masih terbatas dengan negara-negara di belahan dunia lain (terutama kawasan Eropa dan Amerika Utara).

Apa Artinya bagi Asia Tenggara?

Kesenjangan yang cukup kontras antara Malaysia (peringkat 2) dan Indonesia (peringkat 56) di dalam satu kawasan ASEAN memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah paspor bukan sekadar lembaran dokumen identitas, melainkan cerminan dari:

  1. Kepercayaan Diplomasi: Seberapa besar negara penandatangan percaya pada keamanan dokumen dan pelintas batas suatu negara.
  2. Stabilitas Ekonomi & Keamanan: Angka migrasi gelap yang rendah membuat negara-negara tujuan tidak ragu memberikan fasilitas bebas visa.
  3. Nilai Tawar Perjanjian Bilateral: Keaktifan pemerintah dalam melobi kemudahan akses bagi warga negaranya di kancah global.

Sedangkan bagi Indonesia sendiri, posisi ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus pelecut semangat bagi instansi terkait seperti Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk terus meningkatkan kualitas keamanan dokumen (seperti masifnya adopsi e-paspor berstandar internasional) serta memperluas kerja sama bilateral bebas visa ke depan.

Penutup

Perbedaan peringkat yang signifikan antara paspor Malaysia dan Indonesia menyoroti pentingnya penguatan diplomasi internasional serta peningkatan standar keamanan dokumen perjalanan di era globalisasi. 

Meskipun paspor Indonesia saat ini masih berada di peringkat ke-56, upaya berkelanjutan dalam memperluas kerja sama bilateral dan meningkatkan kepercayaan global diharapkan dapat membuka lebih banyak pintu bagi mobilitas warga negara Indonesia di masa depan. (DW)

Dwi Wahyudi

Blogger Kalimantan Barat yang dalam kesehariannya beraktivitas sebagai seorang freelance untuk bidang digital marketing dan layanan profesional manajemen serta keuangan.

Mungkin Anda Suka