Indonesia Website Awards

Analisa Pergerakan Harga Emas Terhadap Dollar Dalam Minggu Ini

Ilustrasi Analisa Pergerakan Harga Emas Terhadap Dollar (Sumber: freepik.com)

Emas adalah salah satu logam mulia yang banyak diminati oleh investor sebagai aset safe haven. Emas memiliki nilai yang stabil dan tidak terpengaruh oleh inflasi atau krisis ekonomi.

Namun, emas juga memiliki korelasi negatif dengan dollar AS, yang merupakan mata uang utama di pasar global.

Pergerakan Harga Emas Terhadap Dollar

Apa yang mempengaruhi pergerakan harga emas terhadap dollar dalam minggu ini? Bagaimana prospek emas di masa depan? Simak analisa berikut ini.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dollar AS dan imbal hasil US Treasury menguat.

Kondisi ini tidak menguntungkan emas karena dollar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Sebaliknya, penurunan suku bunga AS akan melemahkan dollar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset alternatif.

RajaBackLink.com

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Selain suku bunga AS, harga emas juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti permintaan dan penawaran fisik, kondisi geopolitik, sentimen pasar, dan faktor teknikal.

Permintaan dan penawaran fisik emas dipengaruhi oleh aktivitas produksi, konsumsi, dan perdagangan emas di berbagai negara. Kondisi geopolitik yang tidak stabil atau berisiko akan meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Sentimen pasar yang positif atau negatif akan mempengaruhi minat investor terhadap emas. Faktor teknikal meliputi pola-pola grafik, indikator, dan level-level penting yang menjadi acuan para pelaku pasar.

Pergerakan Harga Emas dalam Minggu Ini

Dalam minggu ini, harga emas mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada awal pekan, harga emas naik tipis di perdagangan Asia pada Selasa (05/12), stabil setelah naik ke rekor tertinggi pada awal pekan ini dari ekspektasi Federal Reserve yang dovish1.

Harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar $2.135,39 per ons pada hari Senin (04/12), sebagian berkat status safe haven-nya, yang membuatnya diminati di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global1.

Baca Juga:   Bebek Sinjay Madura, Lokasi Kuliner Terkenal di Pulau Garam

Namun, harga emas anjlok lebih dari 2% setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin (04/12), tetapi penurunan emas batangan tanpa imbal hasil ini kemungkinan hanya bersifat sementara2.

Penurunan harga emas disebabkan oleh penguatan dollar AS yang dipicu oleh harapan stimulus fiskal AS yang lebih besar dan data ISM non-manufaktur AS yang lebih baik dari perkiraan2. Selain itu, beberapa investor juga melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan harga emas yang tajam2.

Pada hari Rabu (06/12), harga emas kembali naik seiring melemahnya dollar AS. Dollar AS melemah karena data ADP employment AS menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi AS3.

Harga emas juga mendapat dukungan dari permintaan fisik yang meningkat dari India dan China, yang merupakan dua konsumen emas terbesar di dunia3.

Prospek Harga Emas di Masa Depan

Secara umum, prospek harga emas di masa depan masih positif. Hal ini karena faktor-faktor fundamental yang mendukung harga emas masih kuat, seperti ekspektasi kebijakan moneter yang longgar dari Federal Reserve dan bank sentral lainnya.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi dan politik global, dan permintaan fisik yang tinggi juga turut memberi pengaruh. Faktor teknikal juga menunjukkan bahwa harga emas masih berada dalam tren naik jangka panjang.

Akan tetapi, harga emas juga akan menghadapi beberapa tantangan, seperti penguatan dollar AS, peningkatan imbal hasil obligasi AS, dan kemungkinan aksi ambil untung dari investor. Oleh karena itu, harga emas akan mengalami volatilitas yang tinggi dan koreksi yang wajar.

Para investor harus memperhatikan level-level penting yang menjadi support dan resistance harga emas, serta indikator-indikator yang mengukur momentum dan sentimen pasar.

Strategi Berinvestasi di Emas

Bagi para investor yang ingin berinvestasi di emas, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, seperti berikut:

  • Membeli emas fisik, seperti batangan, koin, atau perhiasan. Keuntungan dari strategi ini adalah memiliki emas secara langsung dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar. Namun, kerugian dari strategi ini adalah biaya penyimpanan, asuransi, dan transportasi yang tinggi, serta risiko pencurian atau kehilangan.
  • Membeli emas digital, seperti e-gold atau emas Loco London. Keuntungan dari strategi ini adalah transaksi yang mudah, cepat, dan murah, serta tidak perlu menyimpan emas fisik. Namun, kerugian dari strategi ini adalah adanya biaya administrasi, risiko kegagalan sistem, dan ketergantungan pada pihak ketiga.
  • Membeli kontrak berjangka atau opsi emas, seperti di bursa komoditas. Keuntungan dari strategi ini adalah dapat memanfaatkan leverage, hedging, dan spekulasi, serta likuiditas yang tinggi. Namun, kerugian dari strategi ini adalah adanya biaya transaksi, margin, dan rollover, serta risiko pasar yang tinggi.
  • Membeli exchange traded fund (ETF) emas, seperti SPDR Gold Trust atau iShares Gold Trust. Keuntungan dari strategi ini adalah dapat berinvestasi di emas dengan cara yang mudah, murah, dan transparan, serta diversifikasi portofolio. Namun, kerugian dari strategi ini adalah adanya biaya manajemen, risiko likuiditas, dan diskon atau premi.
Baca Juga:   Ada Banyak Keuntungan yang Akan Kita Dapatkan Setelah Daftar Asuransi

Tips dan Trik Berinvestasi di Emas

Berikut adalah beberapa tips dan trik yang bisa membantu para investor dalam berinvestasi di emas:

  • Menentukan tujuan dan profil risiko investasi. Setiap investor memiliki tujuan dan profil risiko yang berbeda-beda. Ada yang berinvestasi di emas untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Ada yang berinvestasi di emas untuk lindung nilai, diversifikasi, atau spekulasi. Oleh karena itu, investor harus menentukan tujuan dan profil risiko investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
  • Melakukan riset dan analisa pasar. Sebelum berinvestasi di emas, investor harus melakukan riset dan analisa pasar secara komprehensif. Investor harus memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas, baik dari sisi fundamental, teknikal, maupun sentimen. Investor juga harus mengikuti perkembangan berita dan informasi terkini yang berkaitan dengan emas.
  • Memilih strategi dan instrumen investasi yang tepat. Setelah menentukan tujuan dan profil risiko investasi, serta melakukan riset dan analisa pasar, investor harus memilih strategi dan instrumen investasi yang tepat. Investor harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap strategi dan instrumen investasi, serta sesuaikan dengan tujuan dan profil risiko investasi mereka.
  • Mengelola risiko dan portofolio investasi. Berinvestasi di emas tidak lepas dari risiko. Oleh karena itu, investor harus mengelola risiko dan portofolio investasi dengan baik. Investor harus menetapkan batas kerugian (stop loss) dan target keuntungan (take profit) yang rasional, serta menyesuaikan alokasi aset dan rebalancing portofolio secara berkala.
Baca Juga:   Mau Pergi ke Tolikara? Ini Panduan Lengkapnya

Penutup

Emas adalah salah satu aset investasi yang menarik dan menguntungkan. Emas memiliki nilai yang stabil dan tidak terpengaruh oleh inflasi atau krisis ekonomi. Namun, emas juga memiliki korelasi negatif dengan dollar AS, yang merupakan mata uang utama di pasar global.

Dalam minggu ini, harga emas mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suku bunga AS, kondisi geopolitik, sentimen pasar, dan faktor teknikal. (AI)

Referensi:

¹ https://id.tradingview.com/symbols/XAUUSD/

² https://id.investing.com/currencies/xau-usd

³ https://id.investing.com/analysis/analisa-xauusd-hari-ini-naik-seiring-melemahnya-usd-200243178

 

Don`t copy text!