Andai Blogger Menjadi Ketua KPK Republik Indonesia

Seorang blogger menjadi ketua KPK, apa mungkin?. Mungkin demikian komentar dari sebagian besar masyarakat begitu mereka mengetahui bahwa yang akan menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi berikutnya adalah seorang blogger. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sejak KPK dibentuk 9 tahun yang lalu, jabatan ketua KPK selalu diisi oleh orang-orang yang menurut saya sangat hebat dan memiliki latar belakang pendidikan hukum kuat. Beberapa nama yang sempat mengisi jabatan kursi panas ketua KPK, antara lain:

  • Tahun 2003-2007 : Taufiequrachman Ruki, seorang politikus, mantan polisi, dan mantan anggota DPR RI
  • Tahun 2007-2009 : Antasari Azhar, berasal dari Kejaksaan Agung
  • Tahun 2009-2010  : Plt. Tumpak Hatorangan Panggabean, berasal dari kesatuan TNI Angkatan Darat
  • Tahun 2010-2011   : M. Busyro Muqoddas, merupakan anggota Komisi Yudisial RI
  • Tahun 2011-2015   : Abraham Sahad, seorang advokat dan aktif di LSM Anti Corruption Commitee (ACC)

Sekarang bagaimana dengan saya yang berstatus hanya sebagai seorang blogger, apakah amanah berat untuk menjadi pemimpin dari sebuah lembaga independen negara ini dapat diemban dengan semestinya?. Sepertinya untuk saat ini saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena bagi saya sendiri, menjadi ketua KPK adalah sebuah tanggung jawab yang sangat luar biasa besar. Melihat kondisi negara yang saat ini sedang sekarat digerogoti penyakit kronis bernama KORUPSI, pertaruhan hidup dan mati tetap akan menjadi sebuah konsekuensi. Namun terlepas dari itu semua, sebagai seorang muslim saya memiliki keyakinan bahwa takdir dan maut ada ditangan Sang Pencipta. Saya yakin jika Allah SWT masih mengijinkan saya untuk mengemban amanah ini, maka Allah SWT akan selalu melindungi saya dimanapun berada. Aminnn……

Sebagai langkah awal dalam bertugas, saya akan melakukan koordinasi dan evaluasi terkait kinerja internal KPK selama ini. Sebagai pimpinan, satu kalimat yang ingin saya ucapkan didepan organisasi untuk pertama kalinya adalah “Korupsi adalah musuh terbesar kita saat ini, jadi bagi siapa saja yang merasa takut dan tidak mampu bekerjasama untuk memeranginya silahkan mengundurkan diri dari sini”. Disini saya benar-benar membutuhkan orang-orang terpercaya dan berkomitmen tinggi dalam memberantas korupsi, oleh karena itu hanya akan ada dua kata dibenak saya yaitu TERUS MAJU atau MUNDUR dari KPK.

Penyelesaian kasus korupsi yang sudah dilaporkan dan sedang dalam penyelidikan tentunya akan menjadi prioritas. Meskipun hanya berbekalkan ijazah sarjana ekonomi akuntansi Universitas Tanjungpura Pontianak, saya mencoba untuk mempelajari kasus demi kasus dari sudut pandang yang berbeda. Pengalaman saya bergabung dibeberapa Kantor Akuntan Publik di Pontianak sepertinya dapat menjadi modal utama karena jika dilihat secara teknis, apa yang dilakukan para penyidik KPK dalam menganalisa sebuah kasus korupsi hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh seorang auditor dalam melakukan pemeriksaan. Begitu kasus dilaporkan, calon tersangka langsung dipanggil untuk diperiksa oleh para penyidik. Setelah itu baru dilakukan proses pembuktian terbalik untuk melacak alur-alur transaksi dan dokumentasi terkait kasus korupsi yang dilakukan. Jika buktinya kuat, calon tersangka tersebut dapat langsung ditangkap dan dijebloskan kedalam tahanan. Sedangkan jika pembuktiannya masih lemah, maka para penyidik harus bekerja lebih keras untuk mencari bukti-bukti sekecil apapun.

Selain tindakan penangkapan dan penyelidikan diatas, ada beberapa hal yang akan saya tetap dan akan lakukan dalam upaya pencegahan  sehingga kedepannya tidak tumbuh lagi bibit-bibit koruptor di negeri ini. Jangan sampai sifat dan tingkah laku para koruptor ini menular ke generasi-generasi berikutnya. Jika memang kondisi sakitnya sudah cukup parah, jalan terbaik yang dapat dilakukan adalah melakukan amputasi terhadap bagian tersebut. Putuskan mata rantai korupsi dan berikan pengawalan khusus kepada generasi muda agar nantinya mereka tidak terkontaminasi dengan virus-virus koruptor yang masih tersebar di berbagai belahan bumi ibu pertiwi.

Menjadikan komunitas-komunitas berbasis kepemudaan sebagai mitra kerjasama KPK juga sudah ada dalam pemikiran saya. Untuk saya sendiri telah memiliki akses jaringan blogger dari Aceh sampai Papua, oleh karena itu saya tidak akan menemui kesulitan yang cukup berarti jika ingin menggandeng komunitas kepemudaan diseluruh nusantara. Pemuda sebagai salah satu mata rantai pergerakan jalannya pemerintahan negara sudah seharusnya diajak untuk berperan serta aktif dengan memberikan ide-ide kreatif dan membangun seiring dengan perubahan jaman yang semakin cepat berkembang. Munculnya beberapa gerakan moral seperti: Coin for Prita, Blood for Life, hingga #SaveKPK telah menunjukkan bahwa para generasi muda ini telah memberikan kontribusi secara tidak langsung terhadap perubahan negeri ini. Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun kedepan, posisi-posisi penting negara saat ini akan diisi oleh para pemuda-pemudi yang memiliki pemikiran serta ide kreatif yang cerdas.  Aminnn…… 🙂

Satu catatan penting yang ingin saya sampaikan disini adalah jangan pernah memandang sebelah mata terhadap seorang blogger karena hasil tulisannya terkadang bisa menyentil pihak-pihak tertentu. Jika kita lihat di negara Moskow, Alexei Navalny sangat dikenal sebagai blogger yang cukup aktif dalam menyuarakan anti korupsi. Melalui tulisan-tulisan diblognya, Alexei tidak henti-hentinya memberikan masukan dan kritikan terkait dengan jalannya roda pemerintahan.

Untuk tingkat dasar, penanaman mental anti korupsi sepertinya sudah harus dilakukan sejak dini. Kalau dulu kita mengenal istilah KBK alias Kurikulum Berbasis Kompetensi, sekarang saya akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait khususnya dibidang pendidikan untuk merancang konsep baru yaitu KBAK alias Kurikulum Berbasis Anti Korupsi. Bentuk pendekatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan tingkatan para siswa, apakah masuk dalam kategori PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), TK, SD, SMP, maupun SMU. Setidaknya dari sini kita sudah mempersiapkan generasi mendatang bebas jiwa korupsi.

Oh iya, ada satu hal lagi yang ingin saya lakukan yaitu menyelenggarakan kegiatan internasional berkaitan dengan pembahasan isu korupsi dinegaranya masing-masing. Selama ini saya sudah pernah mengikuti Asean Blogger Meetup pada tahun 2011 yang membahas mengenai kebebasan dalam berekspresi (freedom of expression) dan Bali Media Forum pada tahun 2012 yang membahas mengenai kebebasan dalam berdemokrasi (freedom of democration). Mungkin akan lebih seru jika Indonesia dapat menyelenggarakan kegiatan forum internasional dengan tema Anti Korupsi, dapat dibayangkan bagaimana perwakilan dari negara-negara kawasan saling bertukar cerita dan pengalaman mengenai kondisi penanganan korupsi di negaranya masing-masing.

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang akan dilakukan, cuma sepertinya itu masih merupakan tugas-tugas rutin yang selama ini telah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam kasus ini saya akan berusaha sekuat tenaga dan upaya demi menyeimbangkan antara proses pemberantasan dan pencegahan korupsi. Jika masih ingin melihat bangsa ini terus maju dan berkembang, kawal dan lindungi generasi muda dari bahaya laten korupsi. Dalam hati saya telah berprinsip bahwa masa depan Indonesia ada ditangan kita saat ini, oleh karena itu berupayalah selalu melakukan yang terbaik karena didepan mata hanya ada dua pilihan yaitu BIARKAN BANGSA INI HANCUR KARENA KORUPSI atau BEBASKAN NEGERI INI DARI KORUPSI. Salam perjuangan dari saya, merdekaaaaa… (DW)

Tulisan ini juga diterbitkan melalui website:

Sumber Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Taufiequrachman_Ruki
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Antasari_Azhar
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Tumpak_Hatorangan_Panggabean
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Busyro_Muqoddas
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Samad
  • http://www.erlangga.co.id/agama/6977-mengapa-pembuktian-terbalik-diperlukan-.html

Sumber Gambar:

  • http://firewithin-jhb.blogspot.com/2010/12/anti-corruption-day-today.html

 

You might also like
13 Komentar
  1. ndop says

    kalo beneran, saya dukung mas. haha..

    nanti kalo perlu kampanye (eh ini bukan pilkada ding), spanduknya gambar vector mas dwi hahaha..

    dan kalo beneran, mungkin mas dwi jadi satu2nya ketua kpk yg punya profil vector wajah haha..

    1. Dwi Wahyudi says

      Oh iya ya, betol…betol…betolll… Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan ya Bro kalau ada profil vector wajahnya. Hahahhahaa… Siapa dulu yang desain, Bro Ndop… 🙂

  2. afdoli says

    inspiratif
    semoga sukses selalu..ya
    dan semangat tetap terpelihara
    Semoga Indonesia bisa bebas dari Korupsi untuk Indonesia Mandiri
    salam ayobai.com (Ayo Bangkit Indonesia)
    jejaring sosial anak indonesia

    1. Dwi Wahyudi says

      Amin Bro, thanks a lot buat doanya. Tetap semangat blogger muda Indonesia… 🙂

  3. Artabez.Cam says

    kl mas beneran jd ketua kpk, namanya jd ketua blogger kpk…:D

    1. Dwi Wahyudi says

      Hahahaha… Apa ngga kebalik jadi Ketua KPK Blogger 😛

  4. Nakusan Computer says

    ijin nyimak sekalian meramaikan kawan…:D

    1. Dwi Wahyudi says

      Oke Bro, mari kita buka lapak disini yach… 🙂

  5. Artabez.Cam says

    ini artikel kontes ya mas? 😀

    1. Dwi Wahyudi says

      Iya Bro, kenapa emangnya? Bagus ngga? Hehehehe… Do’a kan menang aja yach… 🙂

  6. Frans Doni says

    dan sepertinya, tulisan yang dicari untuk jadi pemenang adalah tulisan yang sederhana tanpa memperhatikan kaidah penulisan 5W+1H nya…to the point, singkat padat jelas ya bro….. hehehe

    1. Dwi Wahyudi says

      Iya Bro, singkat dan padat sekali. Kalau gitu seharusnya jangan maksimal tulisan 1500 kata melainkan 150 kata aja. Hehehe… 🙂

  7. bisnis indonesia says

    silahkan saja bagi yang sanggup mengemban tugas

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More