Menjadi Sukses adalah Impian, Menjadi Blogger adalah Pilihan.

Cara Menangkal Godaan Gadis Mabuk di Facebook

Akhir-akhir ini pengguna sosial media Facebook tengah dihebohkan dengan munculnya sebuah link yang memberitahukan tentang video seorang gadis yang tengah mabuk setelah pesta. Banyak orang tergoda dengan link tersebut dan langsung mengkliknya, sesaat kemudian secara cepat akun Facebook yang mereka gunakan juga mendadak menjadi seperti tidak terkendali.

Efek yang ditimbulkan dari link tipuan tersebut adalah para korban yang telah terjebak mengklik link palsu tersebut adalah akun mereka akan secara otomatis memposting link yang sama di beranda mereka seolah para korban tersebut dengan sengaja melakukannya, padahal itu adalah ulah para tangan-tangan usil tak bertanggungjawab yang mencoba menyebarkan malware jahat kepada para korbannya.

Tidak hanya memposting link “cewek mabuk” secara otomatis, akun Facebook korban juga akan secara otomatis menandai semua teman yang ada di akunnya pada link tersebut. Sehingga melalui satu akun Facebook saja jebakan tersebut bisa menyebar dengan sangat cepat. Lagi-lagi mereka yang tergiur dengan judul dan gambar yang dihasilkan oleh link tersebut akan masuk ke dalam perangkap dan menagajak pengguna facebook yang lain untuk masuk ke dalam perangkap yang sama.

Virus Gadis Mabuk di Facebook
Sumber: www.vaksin.com

Apa sebenarnya isi dari link tersebut, dan adakah cara menghindari atau terlepas darinya? Mari kita simak informasi berikut ini. Program jahat (malware) “gadis mabuk” diperkirakan telah beredar di Facebook sejak awal Desember 2014 lalu. Malware ini membuat jebakan berbentuk video dengan preview gambar video yang menunjukkan seorang wanita dalam keadaan mabuk dengan pose vulgar.

Menurut pengamatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan keamanan jaringan bernama Vaksincom, malware ini terlihat sudah beredar di situs media sosial Facebook sejak 3 Desember 2014 lalu. Hingga saat ini, Vaksincom menduga sudah ada lebih dari 2.000 akun pengguna Facebook yang berhasil terinfeksi oleh program jahat tersebut.

Salah satu kunci keberhasilan dari malware ini menurut Alfons Tanujaya, analis Vaksincom, adalah kecerdikannya menghindari penggunaan app Facebook sehingga tim keamanan tidak berdaya untuk melakukan tindakan penghapusan terhadap malware yang satu ini. Si penjahat cyber ini, menurut pengamatan Alfons, menggunakan sebuah teknik yang memanfaatkan ekstensi yang terdapat di Google Chrome.

Malware yang menyamar sebagai ekstensi Google Chrome tersebut akan membuat akun Facebook korbannya melakukan auto-posting malware “gadis mabuk” di wall Facebook miliknya yang kemudian secara otomatis juga menandai semua teman yang ada di dalam daftar pertemanan. Lalu, adakah cara untuk mengatasinya jika kita sudah terlanjur menjadi korban dari malware tersebut?

Jika sudah terlanjur jadi korban dari malware jahat yang sampai saat ini masih terus menyebar dengan sangat cepat di Facebook ini, Vaksincom menyarankan kepada kita semua untuk melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Buka peramban Google Chrome.
  2. Akses Chrome Extension dengan mengetikkan: chrome://extensions.
  3. Setelah itu cari ekstensi dengan nama “Atas Berita” atau ekstensi lain yang dianggap mencurigakan.
  4. Klik gambar tempat sampah di sebelah kanan dan klik tombol Hapus pada kotak “Konfirmasi Penghapusan”.
  5. Restart Google Chrome.

Setelah menjalankan langkah-langkah di atas, Vaksincom menyarankan bagi para korban untuk segera mengganti password akun Facebook. Ada baiknya juga jika untuk selanjutnya para korban lebih berhati-hati lagi dengan keberadaan link yang serupa dengan malware tersebut. Jangan mudah percaya dengan sebuh link yang tidak jelas asal usulnya. Jangan sampai karena ingin terlihat keren atau sekedar mengikuti rasa penasaran, kita justru menjadi malu atau bahkan kehilangan kepercayaan dari orang-orang terdekat. (CW)

DAPATKAN INFO TERBARU SHARING BLOG
Masukkan Alamat Email Anda untuk Dapatkan Info Terbaru Mengenai Sharing Blog
# Data Email Anda Tidak Akan Disebarluaskan #

Leave A Reply

Your email address will not be published.