Menjadi Sukses adalah Impian, Menjadi Blogger adalah Pilihan.

Dulu “Dipuji” Hidung Babi, Sekarang Dikomentari Botak Kafir. Enjoy Aja Kaka…

Untuk kedua kalinya selama perjalanan Blogger Borneo ngeblog, komentar berkonotasi negatif sudah pernah didapatkan. Ya itu yang kelihatan saja sih, kita ga pernah tahu yang ga kelihatannya kan karena bagaimanapun juga tetap akan ada orang lain yang membicarakan kita di belakang.

Komentar Botak Kafir di Postingan Blogger Borneo
Image: Dok. Pribadi

Satu komentar bertuliskan “botak kafir” langsung tampak terlihat begitu Blogger Borneo membuka halaman dashboard BloggerBorneo.Com kemarin pagi. Karena masih dalam kondisi sibuk mempersiapkan perjalanan pulang ke Pontianak, maka komentar ini masih belum bisa ditanggapi. Nah, kebetulan di pagi hari yang cukup cerah ini, Blogger Borneo memiliki waktu sekejap (kate orang Malaysia) untuk membuat sebuah tulisan menanggapi komentar tersebut.

Sebenarnya kata ini sudah pernah Blogger Borneo lihat sebelumnya sesaat setelah terjadinya perdebatan Blogger Borneo dengan dua orang blogger di sebuah grup WhatsApp. Pada saat itu, masih cukup jelas melihat bahwa kata tersebut muncul di komentar halaman akun Twitter @BloggerBorneo dan dikirim oleh sebuah akun bernama @Ane**Buzzer. Mohon maaf disini saya tidak bisa menuliskan nama akunnya secara jelas karena tak lama kemudian komentar tersebut dihapus oleh pemilik akunnya. Karena merasa penasaran, Blogger Borneo mencoba untuk menelusuri informasi mengenai akun tersebut dan memang benar ternyata “dia” lah sang pelakunya.

Berawal dari share tulisan mengenai Brosur Yesus Bayar Pajak di sebuah grup WhatsApp, sebuah perdebatan kecil terjadi ketika ada seorang member mengomentari tulisan tersebut dan menganggap Blogger Borneo telah melakukan provokasi SARA. Mendapat komentar seperti itu, Blogger Borneo mencoba untuk melakukan klarifikasi dengan menjelaskan bahwa maksud dan tujuan tulisan tersebut dibuat bukan seperti apa yang diperkirakan. Tapi sepertinya dirinya tidak mau tahu, bahkan dia mengajak beberapa temannya di grup yang sama untuk mendukungnya dengan menuduhkan bahwa Blogger Borneo sengaja melakukannya hanya karena demi mendapatkan trafik kunjungan.

Baca Juga: Blogger Borneo Dipuji Hidung Babi

Well… Okey… Waktunya untuk hening sesaat, sepertinya kondisi akan menjadi lebih hangat jika perdebatan ini diteruskan. Meski sempat agak merasa emosi atas statementnya tersebut, Blogger Borneo mencoba untuk menahannya. Blogger Borneo kemudian mencari informasi terkait dirinya, akhirnya diambil sebuah kesimpulan bahwa dirinya merupakan blogger baru. Jadi memang tidak perlu ditanggapi secara serius karena percuma, hanya akan buang waktu dan tenaga saja. Secara gua ini ngeblog udah sejak 2009, dan selama itu sudah menghasilkan kurang lebih 1.700-an postingan dimana 95% diantaranya merupakan hasil tulisan sendiri. Mohon maaf jika bahasanya jadi agak sombong gini yak… 😀

Tak lama berselang, masih dalam situasi berdebat, muncul lagi komentar dari seorang laki-laki yang mengatakan bahwa Blogger Borneo memang tujuannya semata-mata mencari trafik dengan membuat tulisan yang berbau SARA. Ternyata diluar sepengetahuan, dia mengintip daleman BloggerBorneo.Com dan melihat plugin-plugin apa saya yang digunakan. Wah, meski udah punya istri ternyata masih suka ngintip daleman lain ya Bang? Bahaya lo, ntar bisa bintilan…

Melihat kondisi perdebatan mulai terasa tidak kondusif, Blogger Borneo memutuskan untuk mengalah dan keluar dari grup WA tersebut demi menghindari perdebatan panas yang tak berujung. Nah di saat inilah, Blogger Borneo melihat sebuah notif muncul di smartphone ASUS ZenFone 3 ZE520KL yang memperlihatkan adanya komentar “botak kafir” di status twitter berisikan link dari tulisan Brosur Yesus Bayar Pajak tersebut. Tapi begitu Blogger Borneo coba buka notifikasinya, komentar tersebut sepertinya sudah dihapus.

Semenjak peristiwa itu, Blogger Borneo sebenarnya tidak ingin memperpanjang lagi masalahnya dengan menganggap tidak terjadi apa-apa. Jadi untuk selanjutnya, Blogger Borneo tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. Nah, ternyata diam bagi Blogger Borneo tidak berarti diam bagi orang-orang tersebut. Dua kali mendapatkan informasi via japri yang memberitahukan bahwa mereka masih mempergunjingkan Blogger Borneo di lingkungan media sosialnya. Ya kembali lagi dikatakan bahwa tidak akan ada tanggapan atau respon balik mengenai itu, toh dari beberapa member grup WA sebelumnya juga banyak yang menilai bahwa tulisan Brosur Yesus Bayar Pajak tersebut sama sekali tidak mengandung unsur SARA.

Seseorang yang salah paham tapi tetap bersikeras dengan pendapatnya, justru akan menjadi seorang provokator karena dia menyebarkan info yang salah kepada orang lain.

Sudah beberapa lama dirasa cukup tenang, ternyata kata ini kembali muncul di halaman komentar tulisan tersebut. Dengan bahasa yang sama dan cara penulisan yang sama juga, sepertinya penulisnya juga merupakan orang yang sama. Dilihat dari rekam jejak IP nya, diketahui lokasinya berada di kawasan Pancoran, Jakarta dan diakses menggunakan jaringan provider 3.

Sebenarnya sejak awal Blogger Borneo tidak ingin memperpanjang lagi masalah ini, tapi sepertinya yang bersangkutan masih terus kepo dengan apa yang dilakukan selama ini. Ternyata begini rasanya punya haters ya, selalu diikuti kemana saja meskipun kita sudah menganggapnya selesai dan tidak terjadi apa-apa. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi para blogger yang lain, khususnya bagi para pemula.

Ingat loh ya, kalau mau jadi terkenal jangan gunakan cara negatif seperti ini. Kalau mau nulis ya nulis aja, meskipun dibayar atau tidak. Karakter seorang blogger bisa dibaca dari konten blog yang dibuatnya. So, mau dapat komentar apapun selama kamu tidak merasa melakukannya, ya dibawa enjoy aja yahhh… (DW)

DAPATKAN INFO TERBARU SHARING BLOG
Masukkan Alamat Email Anda untuk Dapatkan Info Terbaru Mengenai Sharing Blog
# Data Email Anda Tidak Akan Disebarluaskan #
2 Comments
  1. iecha says

    Saya tau niy mas pelakunya 😀

    1. Dwi Wahyudi says

      Sssttt… tahu sama tahu aja ya… 😉

Leave A Reply

Your email address will not be published.