Mengapa Adzan Harus Dikumandangkan Secara Keras?

Adzan Terindah di Masjid Istiqlal Jakarta

MENGAPA…?! ๐Ÿค”

Mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras? Pakai speaker pula. Apa tidak mengganggu yang lain yang bukan orang muslim?

Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, โ€œKenapa kalau adzan harus dibunyikan keras-keras dengan speaker pula?โ€.

Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini โ€œBro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisikโ€.

Teman saya membalas โ€œTapi kan di orang-orang sekitar tidak semuanya muslim?โ€.

*Saya jawab lagi โ€œBenar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding?

Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?โ€

Dia tersenyum namun membalas lagi โ€œTapi kan hari gini semua orang sudah tahu dengan teknologi jam berapa waktu sholat tiap 5 waktu, apa masih harus adzan keras-keras?โ€.

Saya pun kemudian menjawab “Ya setiap penumpang juga kan sudah tahu jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan?”

“Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat tapi benar-benar panggilan sholat, karena kami harus menyegerakan sholat.

Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu.”
.
Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk aku sambil menepuk-nepuk bahuku dan berkata “Super .. I got it bro”. (Dari WAG)

JAWABAN. ๐Ÿ˜

Ini adalah analogi yang tidak pas. Orang yang mau naik pesawat memang harus ke bandara menunggu jadwal pesawatnya berangkat.

Meski jadwal dan pintu masuk ke pesawatnya sudah tertera jelas di tiket tapi untuk naik pesawat memang harus menunggu panggilan dan tidak bisa naik sendiri seenaknya.

Mereka memang harus menunggu untuk dipanggil untuk boarding baru bisa masuk ke pesawat masing-masing sesuai jadwal dan kode pesawat.

Kalau panggilan boardingnya tidak jelas maka mungkin terjadi kekacauan dan penumpang bisa masuk ke pesawat yang salah.

Lagipula panggilan boarding hanya diserukan di dalam bandara dan tidak pernah ditujukan ke luar bandara.

Sebaliknya, orang yang adzan itu memanggil secara random siapa saja muslim yang mau salat. Adzannya itu dikumandangkan ke segala arah dan bukan hanya pada yang mau datang salat.

Adzan tidak peduli pada siapa yang mau dengar apakah mereka jamaah masjid atau bukan.

Jamaah yang datang jelas yang dekat dengan masjid tersebut karena jamaah lain tentu akan mendatangi masjid yang juga dekat dengan rumahnya.

Jamaah jelas tidak akan mendatangi masjid yang paling keras suara adzannya tapi yang paling dekat dengan rumahnya.

Jadi untuk apa adzan sekeras-kerasnya di lingkungan yang punya banyak masjid dan mushalla. Toh setiap masjid sudah punya jamaah tetap masing-masing yang tidak mungkin tinggal terlalu jauh dari rumahnya.

Yang lebih aneh lagi adalah iqamah yang sebenarnya hanya ditujukan pada jamaah yang sudah ada di masjid dan merupakan panggilan memulai salat.

Tapi tetap saja dikumandangkan ke luar dan ke segala arah. Padahal yang butuh mendengarkan iqamah hanyalah jamaah yang ada di masjid tersebut. Jadi jelas-jelas mubazir.

Jadi apa yang disampaikan di atas memang analogi yang tidak pas samasekali. ๐Ÿ˜

NB:

Masih banyak orang yang TIDAK RELA ketinggalan Pesawat dibanding ketinggalan Sholat.

Heroik banget…! ๐Ÿ˜ Emang yang menjawab begini lebih rela ketinggalan pesawat ketimbang ketinggalan salat? ๐Ÿ˜ Kalau ketinggalan salat kita masih bisa masbuk. Tapi kalau ketinggalan pesawat ya good bye. ๐Ÿ˜

Bahkan mereka lebih rela menunggu pesawat yang belum datang dibandingkan menunggu Azan datang. Hebat banget ente…! Emang ente kalau datang ke bandara pas jadwal terbangnya? ๐Ÿ˜ Kalau mau naik pesawat ya memang harus datang satu atau dua jam sebelumnya.

Ya itu aturannya. Sedangkan adzan itu kan memang untuk memanggil jamaah untuk datang ke masjid dan tidak ada keharusan mesti nunggu di masjid satu atau dua jam sebelum waktu salat. Emang ente selalu nunggu di masjid sebelum adzan berbunyi? ๐Ÿ˜‚

Madigondo, 1 Maret 2022

Satria Dharma

Blogger Borneo

Founder of Blogger Borneo Network. Info Kerjasama via email bloggerborneo[a]gmail.com atau 0896-8888-2022 (WA)

Share:

Related Post