Indonesia Website Awards

Menu

Mode Gelap
Testimoni Mosehat, Merasakan Sendiri Efeknya untuk Vitalitas Setelah 3 Hari Konsumsi Darul Fikri Kubu Raya, Melihat dari Dekat Pondok Pesantren dengan Konsep Alam Terbuka Milenial Kreatif Selenggarakan Workshop Digital Skills Pontianak Pertama untuk UMKM Kalimantan Barat Inisiatif Mandiri, Relawan TIK Kalbar Lakukan Pemberdayaan Pandu Digital di Desa Tae Kabupaten Sanggau Digital Netizen Fair 2021 Pontianak, Ajari Masyarakat Kalimantan Barat Budaya Bermedia Digital

Opini · 4 Nov 2013 23:30 WIB

Sebuah Renungan Malam 1 Muharram 1435 Hijriah


 Sebuah Renungan Malam 1 Muharram 1435 Hijriah Perbesar

Suasana sunyi dan sepi sangat begitu terasa di malam pergantian Tahun Baru Islam 1435 Hijriah. Jika dibandingkan dengan perayaan malam Tahun Baru Masehi yang kehebohannya bisa dianggap luar biasa, sepertinya malam 1 Muharram bukanlah apa-apa. Ya memang jika dilihat secara kasat mata, dari status teman-teman di Facebook sore harinya dapat diketahui berapa orang yang paham dan sadar bahwa sebenarnya pada tanggal 1 Muharram lah umat muslim di seluruh dunia berganti masa. Dan seharusnya kita bisa menyambutnya dengan lebih “ramai” dari hari-hari biasanya. Tentunya “ramai” disini bukan berarti kita harus bakar-bakaran kembang api dan pawai kesana kemari yang jelas-jelas tidak bermanfaat malah terkesan hanya suka-suka dan buang-buang uang semata. Hhhmmm…

Selamat Tahun Baru Islam 1435 Hijriah

Di sisi lain, saya merasa sangat kagum dengan beberapa status teman-teman yang mengajak untuk merayakan malam pergantian tahun baru Islam ini dengan kegiatan-kegiatan bersifat positif, seperti: menyelenggarakan kajian-kajian di masjid, melakukan renungan malam, dan berbagai macam aktivitas lain yang pastinya akan dapat menambah ilmu kita sebagai seorang umat muslim. Sedangkan bagi saya sendiri, jujur baru pada tahun ini bisa merasakan makna malam 1 Muharram dalam artian yang sesungguhnya. Menundukkan diri di malam penuh keheningan sembari melakukan flash back terhadap apa yang sudah pernah dilakukan, menjadikan diri ini sadar bahwa amanah berupa waktu yang diberikan Sang Maha Pencipta semakin berkurang.

Dan melalui tulisan ini, kepada teman-teman yang pernah merasa tersakiti secara sengaja maupun tidak sengaja saya mohon maaf sebesar-besarnya. Selamat Tahun Baru Islam 1435 Hijriah wahai sahabat-sahabatku, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Aminnn… (DW)

Sumber Gambar:

  • http://kangasepsule.blogspot.com/2013/11/sms-bbm-status-fb-ucapan-selamat-tahun.html
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akun Profil Ghozali Everyday, Menjadi Miliarder dalam Sehari karena Jualan Foto Selfi

13 Januari 2022 - 08:16 WIB

Ghozali Everyday

Rahmad Ngarasan: Bagaimana Usaha Modal Raksasa Menguasai UMKM

4 Januari 2022 - 08:23 WIB

Boekhoud

Ketika Thailand Melegalkan Kratom dan Ganja, Bagaimana dengan Indonesia?

3 Januari 2022 - 06:11 WIB

Ganja and Thai Traditional Medicine in the City

Shin Tae Yong, Sentuhan Tangan Besinya Membuat Timnas Indonesia Muda Kembali Berjaya

29 Desember 2021 - 08:31 WIB

Shin Tae Yong

Taufik Nur Hidayat: Dimana Ekonomi Islam?

25 Desember 2021 - 10:12 WIB

Ekonomi Islam

Meninggalkan Fasilitas Mewah Demi Membangun Lembaga Politik bernama Partai Keadilan

22 Desember 2021 - 10:50 WIB

Umi dan Abah Ibrahim Vatih
Trending di Opini