Indonesia Website Awards

Panduan Sertifikasi Halal MUI untuk UMKM Kalbar Naik Kelas

Image: ihatec.com

Sertifikasi halal adalah proses pemberian jaminan bahwa suatu produk memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikasi halal sangat penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memasarkan produk mereka ke konsumen muslim, baik di dalam maupun luar negeri.

Namun, banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam mengurus sertifikasi halal, seperti biaya, waktu, dan persyaratan yang rumit. Untuk itu, pemerintah telah memberikan kemudahan dan fasilitas bagi UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal secara gratis, cepat, dan mudah.

Syarat Sertifikasi Halal MUI untuk UMKM

Pada kesempatan ini Blogger Borneo akan menjelaskan panduan sertifikasi halal MUI untuk UMKM, mulai dari syarat, prosedur, manfaat, hingga tips dan trik yang perlu diketahui.

Syarat sertifikasi halal MUI untuk UMKM adalah sebagai berikut1:

  • Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Memiliki alamat domisili yang jelas
  • Mengisi formulir pendaftaran online di link bit.ly/Sertifikat_Halal_UMI
RajaBackLink.com

Selain itu, produk yang ingin disertifikasi halal harus memenuhi dua kriteria:

  • Produk tidak berisiko atau menggunakan bahan yang sudah dipastikan kehalalannya
  • Proses produksi yang dipastikan kehalalannya dan sederhana

Produk yang berisiko adalah produk yang menggunakan bahan yang berpotensi mengandung unsur haram, seperti daging, lemak, gelatin, enzim, dan lain-lain. Produk yang berisiko harus melalui pengujian laboratorium dan audit lapangan untuk memverifikasi kehalalannya. Produk yang tidak berisiko adalah produk yang menggunakan bahan yang sudah jelas kehalalannya, seperti sayur, buah, gula, garam, dan lain-lain. Produk yang tidak berisiko tidak perlu melalui pengujian laboratorium dan audit lapangan, tetapi cukup dengan deklarasi mandiri dari pelaku usaha.

Prosedur Sertifikasi Halal MUI untuk UMKM

Prosedur sertifikasi halal MUI untuk UMKM tergantung pada jenis produk yang akan disertifikasi. Berikut adalah prosedur sertifikasi halal MUI untuk UMKM untuk produk berisiko dan tidak berisiko:

Produk Berisiko

  • Pelaku usaha mengajukan permohonan sertifikasi halal secara online melalui laman bit.ly/Sertifikat_Halal_UMI dengan melampirkan dokumen persyaratan, seperti NIB, NIK, alamat domisili, dan daftar bahan produk.
  • Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) melakukan verifikasi dokumen persyaratan dan mengirimkan surat tanda terima permohonan sertifikasi halal kepada pelaku usaha.
  • LPPOM MUI mengambil sampel produk dari pelaku usaha dan mengirimkannya ke laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan pengujian kehalalan produk.
  • LPPOM MUI melakukan audit lapangan ke lokasi produksi pelaku usaha untuk memastikan bahwa proses produksi sesuai dengan standar halal.
  • LPPOM MUI menerbitkan sertifikat halal jika produk memenuhi standar halal dan mengirimkannya ke pelaku usaha secara elektronik.
  • Pelaku usaha mencetak sertifikat halal dan menempelkan label halal pada produk.
Baca Juga:   BI Kalbar Gencarkan Penggunaan QRIS untuk Percepatan Digitalisasi UMKM

Produk Tidak Berisiko

  • Pelaku usaha mengajukan permohonan sertifikasi halal secara online melalui laman bit.ly/Sertifikat_Halal_UMI dengan melampirkan dokumen persyaratan, seperti NIB, NIK, alamat domisili, dan daftar bahan produk.
  • LPPOM MUI melakukan verifikasi dokumen persyaratan dan mengirimkan surat tanda terima permohonan sertifikasi halal kepada pelaku usaha.
  • Pelaku usaha membuat pernyataan mandiri bahwa produk tidak berisiko dan memenuhi standar halal.
  • LPPOM MUI menerbitkan sertifikat halal berdasarkan pernyataan mandiri pelaku usaha dan mengirimkannya ke pelaku usaha secara elektronik.
  • Pelaku usaha mencetak sertifikat halal dan menempelkan label halal pada produk.

Manfaat Sertifikasi Halal MUI untuk UMKM

Manfaat sertifikasi halal MUI untuk UMKM adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen muslim terhadap produk UMKM, karena produk telah terjamin kehalalannya oleh lembaga yang berwenang dan diakui secara nasional dan internasional.
  • Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMKM, karena produk dapat memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen muslim yang merupakan pasar potensial yang besar di Indonesia dan dunia.
  • Meningkatkan akses pasar produk UMKM, karena produk dapat memasuki pasar domestik dan ekspor yang mewajibkan adanya sertifikat halal, seperti Timur Tengah, Malaysia, Singapura, Brunei, dan lain-lain.
  • Meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, karena produk dapat meningkatkan penjualan, omset, dan laba usaha.

Tips dan Trik Sertifikasi Halal MUI untuk UMKM

Tips dan trik sertifikasi halal MUI untuk UMKM adalah sebagai berikut:

  • Pelajari standar halal yang ditetapkan oleh MUI dan pastikan produk Anda sesuai dengan standar tersebut. Anda dapat mengakses standar halal MUI melalui laman halalmui.org.
  • Pilih bahan baku produk yang sudah memiliki sertifikat halal dari produsen atau pemasok yang terpercaya. Anda dapat mengecek ketersediaan sertifikat halal bahan baku produk melalui laman halalmui.org.
  • Pastikan proses produksi produk Anda bersih, higienis, dan terpisah dari produk atau bahan yang tidak halal. Anda dapat mengikuti pedoman tata cara produksi halal yang disediakan oleh LPPOM MUI.
  • Siapkan dokumen persyaratan sertifikasi halal dengan lengkap dan benar. Anda dapat mengunduh formulir pendaftaran dan daftar dokumen persyaratan sertifikasi halal melalui laman bit.ly/Sertifikat_Halal_UMI.
  • Manfaatkan fasilitas sertifikasi halal gratis yang diberikan oleh pemerintah bagi UMKM dengan omset di bawah Rp500 juta per tahun. Anda dapat mengajukan permohonan sertifikasi halal gratis melalui laman bit.ly/Sertifikat_Halal_UMI.
  • Ikuti prosedur sertifikasi halal dengan cermat dan tepat. Anda dapat menghubungi LPPOM MUI melalui nomor telepon 021-7983666 atau email [email protected] untuk mendapatkan informasi dan bantuan lebih lanjut.
Baca Juga:   Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Bersama 2022

Pertanyaan Umum tentang Sertifikasi Halal MUI

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh pelaku UMKM tentang sertifikasi halal MUI, beserta jawabannya:

Q: Berapa lama proses sertifikasi halal MUI untuk UMKM?

A: Proses sertifikasi halal MUI untuk UMKM berbeda-beda tergantung pada jenis produk yang akan disertifikasi. Untuk produk berisiko, proses sertifikasi halal MUI dapat memakan waktu antara 3-6 bulan, sedangkan untuk produk tidak berisiko, proses sertifikasi halal MUI dapat selesai dalam waktu 1-2 bulan.

Q: Berapa biaya sertifikasi halal MUI untuk UMKM?

A: Biaya sertifikasi halal MUI untuk UMKM bervariasi tergantung pada jenis produk yang akan disertifikasi. Untuk produk berisiko, biaya sertifikasi halal MUI berkisar antara Rp5 juta-Rp15 juta, sedangkan untuk produk tidak berisiko, biaya sertifikasi halal MUI berkisar antara Rp1 juta-Rp3 juta. Namun, pemerintah telah memberikan fasilitas sertifikasi halal gratis bagi UMKM dengan omset di bawah Rp500 juta per tahun.

Q: Berapa lama masa berlaku sertifikat halal MUI untuk UMKM?

A: Masa berlaku sertifikat halal MUI untuk UMKM adalah 4 tahun. Setelah masa berlaku habis, pelaku usaha harus mengajukan permohonan perpanjangan sertifikat halal MUI dengan mengikuti prosedur yang sama dengan permohonan awal.

Q: Apa yang harus dilakukan jika produk UMKM mengalami perubahan bahan atau proses produksi?

Baca Juga:   Cara Menggunakan Aplikasi Akuntansi Online untuk UMKM

A: Jika produk UMKM mengalami perubahan bahan atau proses produksi yang berpengaruh terhadap kehalalan produk, pelaku usaha harus menginformasikan perubahan tersebut kepada LPPOM MUI dan mengajukan permohonan penyesuaian sertifikat halal MUI. LPPOM MUI akan melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap perubahan tersebut dan menerbitkan sertifikat halal baru jika perubahan tersebut tidak mengubah status kehalalan produk.

Kesimpulan

Sertifikasi halal MUI untuk UMKM adalah proses pemberian jaminan bahwa suatu produk memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh MUI. Sertifikasi halal sangat penting bagi UMKM yang ingin memasarkan produk mereka ke konsumen muslim, baik di dalam maupun luar negeri.

Pemerintah telah memberikan kemudahan dan fasilitas bagi UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal secara gratis, cepat, dan mudah. Untuk mendapatkan sertifikat halal, UMKM harus memenuhi syarat dan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh LPPOM MUI. (AI)

Sumber money.kompas.com hukumonline.com
Don`t copy text!