38 Ulama yang Wafat di Bulan Mei 2020, Tanda Kiamat Sudah Dekat???

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggengam ilmu dengan sekali pencabutan, mencabutnya dari para hamba-Nya. Namun Dia menggengam ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka tersesat dan menyesatkan.” (HR Al-Bukhari)

Hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (SAW) diatas termasuk dalam salah satu tanda kiamat. Menjelang akhir zaman, para ulama yang tetap berpegang teguh pada prinsip Al-Qur’an dan hadis akan diwafatkan satu per satu. Hingga pada akhirnya, hanya tersisa sedikit saja yang benar-benar haq.

Kata Sayyidina Umar bin Khattab Radhiallahu ‘Anhu (RA) dalam sebuah atsar yang dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’.

“Kematian seribu orang ahli ibadah yang rajin salat malam dan puasa di siangnya itu tidak sebanding dengan kematian seorang ulama yang mengerti halal haramnya aturan Allah Ta’ala (Syariah)”.

Sedangkan dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sebagian tanda datangnya hari kiamat diangkatnya ilmu dan tinggallah kedunguan.”

Jika diperhatikan, di bulan Mei 2020 ini ada sekitar 38 ulama yang telah wafat. Berikut adalah nama para ulama tersebut, antara lain:

1 Mei 2020
  • Syeikh Muhammad Ali Selfek
2 Mei 2020
  • Al Habib Abdullah bin Muhammad bin Hadun Al-Attos
  • Al Mukarram wal Muhtaram Abah Guru Zuhdi/Kiyai Haji Ahmad Zuhdiannoor
  • Guru Kiyai Haji Ustadz Husni Zam Zam (Barabai)
  • Al Fadhil Ustadz Lukman Hakim Abdul Latif
  • Al Habib Hood bin Hussein bin Alwy Al-Haddad Singapura
  • Habib Abdullah bin Ahmad bin Hadi AsSeggaf
  • Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad AsSeggaf
  • Kiyai Haji Mahfudz Harim bin Abdul Rachim bin Abdullah Bin Abdul Majid Bin Bunyamin
  • Syarifah Sidah Alaydrus
3 Mei 2020
  • Asy Shaykh Dr.Bustani Mohamed Khir al-Sudani
4 Mei 2020
  • Sidi Syeikh Abu Bakar bin Muhammad bin Ali al Muhdhor
  • Al Habib Sayyid Hussein bin Ahmad bin Abdullah bin Aqeel bin Abdurrahman Al-Attos
6 Mei 2020
  • Syeikh Muhammad Mahmud At-Thoblawy Mesir
  • Guru Khalil bin Abdullah (Guru Alm Asdullah)
  • Sidi Syeikh Abdullah bin Muhammad Ar-Rabbani (Thoriqah Tijani)
7 Mei 2020
  • Shaykh Sayyid Muhammad Eid al-Yaqub al-Hussayni al-Naqshbandi al-Shaami
8 Mei 2020
  • Tuan Guru Ustadz Dato’ Haji Ismail Kamus
  • Shaykh Muhammad Kabir Touray al-Tijani
  • Al Habib Hussein bin Abdullah bin Yusuf Al-Hasani
  • Al Habib Abdul Qader bin Attas bin Abdul Qader bin Sheikh Ali Kaff
9 Mei 2020
  • Ayahanda Guru Kiyai Haji Marwanuddin
  • Habib Abdullah bin Hasan bin Hud Al-Attos
  • Guru Besar Prof.Dr.Syaikh Omar Al-Ma’ruf Ali
10 Mei 2020
  • Ad Dai Illallah al-‘Arifbillah Al Habib Ahmad bin Zein bin Abdullah Al Kaff
  • Al Haji Al Muqaddam Syeikh Salim Muqit Joseph al-Tijani
  • Guru Kiyai Haji Khusnan Mahsyur Bentul
11 Mei 2020
  • Syeikh Sayyid Ismail al-Rifai
12 Mei 2020
  • Al Habib Syed Ali bin Soleh bin Ahmad Al Attos
  • Asy Syeikh Hasan Ahmad Al Awad as Sudani
16 Mei 2020
  • Al Allamah Al Hafiz Sheikh Said Dabwan Az Zabidi Al Yamani
23 Mei 2020 (Sabtu Malam, 1 Syawal)
  • Mufti Hudaidah Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Alim Syeikh Muhammad Ali Yahya Mur’iy Al-Yamani
25 Mei 2020
  • Mufti Tareem Hadratil Marhum Al ‘Arif billah Al Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz ibn Syeikh Abu Bakar bin Salim
  • Habib Abdullah bin Alwi bin Syihab (Nadzhir Masjid Muhdar Tareem)
26 Mei 2020
  • Habib Musthofa bin Ahmad bin Idrus bin Sumaith (Cucu dari Barokatu Tareem, Habib Idrus bin Sumaith Imam Masjid Almuhdor)
  • Syech Salim Basa’idah
27 Mei 2020
  • Mufti Rimah Yaman Syaikh Maulana Muhammad Ahmad Abdel Khaleq Al-Hattari
28 Mei 2020
  • As Sayyid Asy Syarif Al Habib Ahmad bin Husain bin Ali bin Abdullah Al Aydrus (Mertua Guru Mulia Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz)

Selanjutnya, fase berikutnya yang bermunculan hanyalah para ulama yang berorientasi pada kepentingan jabatan dunia serta para penguasa bodoh yang menjadikan ulama sebagai alat mencapai kepentingan jabatannya tersebut. Apakah hal ini sudah terjadi?

Kita lihat hari ini adakah ulama yang dijadikan sebagai alat pendongkrak suara politik? Kita lihat lagi, seberapa besar peran ulama setelah ia memperoleh jabatannya? Demikian fenomena akhir zaman dan duka kita atas kehilangan para ulama yang lurus.

Wallahu A’lam

Sumber: 
  • https://kalam.sindonews.com/read/16735/70/apabila-banyak-ulama-yang-wafat-kiamat-semakin-dekat-1588583117

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.

CommentLuv badge

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More