Nasional

Festival Kota Lama Semarang, Menghidupkan Atmosfer di Balik Sunyinya Koridor Utama

Festival Kota Lama Semarang
Daftar Isi
  1. Festival Kota Lama Semarang
    1. Penanda Visual yang “Menyelamatkan” Suasana Siang
    2. Sinergi Ruang: Kuliner Moderat dan Wahana Hiburan Rakyat
    3. Kolaborasi Acara atau Kebetulan yang Momentumnya Pas?
  2. Penutup

Penyelenggaraan Festival Kota Lama Semarang (FKL) 2026 yang berlangsung meriah pada 4–20 September lalu telah resmi berakhir.

Seperti yang sempat diulas sebelumnya mengenai suasana kawasan cagar budaya ini di pagi menjelang siang yang terkesan “hampa” dari ornamen visual khas festival, penanda fisik FKL memang terbilang minim di koridor-koridor utamanya.

Festival Kota Lama Semarang

Pengunjung yang melintas pada siang hari hampir tidak merasakan atmosfer bahwa di kawasan bersejarah ini sedang digelar hajatan tahunan berskala besar.

Namun, terdapat satu titik pengecualian yang cukup menyita perhatian di area lahan parkir Metro Point, tepat di depan Polsek Kawasan Pelabuhan/Kota Lama.

Di titik inilah denyut nadi Festival Kota Lama Semarang terasa hidup secara fisik berkat berdirinya dua instalasi gerbang ikonik secara berdampingan:

  1. Gerbang Utama Pasar Malam Sentiling, dengan ornamen lengkung klasiknya serta deretan tenda sponsor di dalam area.
  2. Gapura “Gebyar Pasar Malam Berkah Ria 08”, yang menjadi pintu masuk menuju arena permainan rakyat dengan latar belakang bianglala dan kora-kora yang menjulang tinggi.

Penanda Visual yang “Menyelamatkan” Suasana Siang

Di tengah minimnya branding fisik FKL di sepanjang Jalan Letjen Suprapto pada siang hari, keberadaan dua gerbang di Metro Point ini seolah menjadi penyelamat navigasi visual.

Bagi wisatawan yang berkunjung sebelum puncak acara di malam hari, dua instalasi tersebut ditambah kerangka bianglala Berkah Ria 08 yang mencakar langit menjadi penanda paling kuat bahwa pusat aktivitas kuliner dan keramaian utama Festival Kota Lama Semarang dipusatkan di area tersebut.

Sinergi Ruang: Kuliner Moderat dan Wahana Hiburan Rakyat

Hadirnya Berkah Ria 08 di lokasi yang sama dengan Pasar Malam Sentiling memberikan warna tersendiri bagi ekosistem Festival Kota Lama Semarang tahun ini.

Lahan parkir Metro Point yang biasanya berfungsi kaku sebagai kantong kendaraan, mendadak berubah fungsi menjadi ruang rekreasi yang sangat dinamis dan inklusif.

Secara tata ruang, terbentuk pembagian fungsi yang saling melengkapi secara alami:

  • Pasar Malam Sentiling: Berfokus menyajikan gravitasi kuliner tempo dulu dan stan promosi kreatif.
  • Berkah Ria 08: Mengisi ruang rekreasi publik dengan deretan wahana permainan fisik khas pasar malam keliling.

Perpaduan ini menghadirkan nostalgia hiburan rakyat ala alun-alun tradisional yang dilebur dengan apik ke dalam lanskap kolonial Festival Kota Lama Semarang.

Bagi pengunjung yang datang membawa keluarga, opsi hiburannya menjadi jauh lebih beragam; usai berburu kuliner legendaris di Sentiling, pengunjung bisa langsung bergeser beberapa langkah untuk menikmati wahana permainan bersama anak-anak.

Kolaborasi Acara atau Kebetulan yang Momentumnya Pas?

Sepanjang sejarah penyelenggaraan Festival Kota Lama Semarang dari tahun ke tahun, kehadiran wahana pasar malam keliling berskala besar seperti Berkah Ria 08 di area kuliner utama merupakan sebuah fenomena yang cukup segar.

Meskipun belum dapat dipastikan apakah kehadiran Berkah Ria 08 ini merupakan bagian dari kurasi resmi panitia FKL 2026 atau sekadar pemanfaatan lahan swasta di Metro Point yang momentumnya diselaraskan dengan puncak keramaian festival, kolaborasi fisik ini terbukti sukses memberi warna lain. Sudut Metro Point berhasil dihidupkan dengan energi kerakyatan yang kuat.

Penutup

Kini, seiring rampungnya rangkaian Festival Kota Lama Semarang 2026, menarik untuk melihat bagaimana kawasan cagar budaya ini kembali ke ritme hariannya.

Mungkin kedepannya kenangan manis tentang bagaimana tradisi masa lalu dan hiburan rakyat ini bisa kembali berpadu dalam satu ruang publik.

Untuk tim admin Dot Semarang terima kasih banyak sudah berbagi cerita terbaru mengenai segala aktivitas yang terjadi di Kota Semarang. (DW)

Dwi Wahyudi

Blogger Kalimantan Barat yang dalam kesehariannya beraktivitas sebagai seorang freelance untuk bidang digital marketing dan layanan profesional manajemen serta keuangan.

Mungkin Anda Suka