Daftar Isi
“Bang, masih ngeblog kah?” demikian tanya salah seorang sahabat ketika kami berjumpa pada sesi kopi darat (kopdar) di Update Coffee Komplek Rukan Perdana Pontianak.
Memang untuk saat ini, banyak yang dulu statusnya adalah seorang blogger mengambil langkah untuk berhenti dan mundur dari dunia perblogeran Indonesia.
Blogger Borneo Masih Tetap Ngeblog
Alhamdulillah Blogger Borneo memulai langkah menjadi seorang blogger itu di tahun 2019, tidak terasa kurang lebih 17 tahun domain BloggerBorneo.com dibeli dan dirawat hingga saat ini.
Sekarang apa yang menjadi alasan utama ketika setelah sekian belas tahun melihat banyaknya pergeseran dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru saat sekarang ini.
Terus terang, jika ditanya mengenai apakah blog masih menghasilkan, tentu saja Blogger Borneo akan menjawab “MASIH” meskipun nilainya tidak sebesar dulu waktu masih jaya-jayanya.
Yang dimaksud “jaya” disini bukan berarti dari sisi personal, tapi lebih ke kondisi perkembangan teknologi dimana penggunaan Artifical Intelligence (AI) sudah semakin masif.
Tapi ternyata dibalik “serangan” penggunaan AI, ternyata Blogger Borneo melihat bahwa sebenarnya sekarang dapat menjadi titik balik kebangkitan dari seorang blogger.
Menjaga Personal Branding
Oke, sekarang masuk ke alasan pertama kenapa Blogger Borneo tetap ngeblog. Mungkin jika anak Gen-Z Pontianak ditanya apakah kenal dengan Blogger Borneo, mereka akan menjawab “TIDAK KENAL”.
Usia panjang 17 tahun (hampir sama dengan usia anak cowok Blogger Borneo sekarang) telah melewati satu generasi, tentu saja mereka tidak kenal.
Sekarang kenal dengan brand “IndoMie”? Kenal dengan perusahaan IndoFood? Tahu dengan merek Honda atau Yamaha? Sudah berapa puluh tahun mereka ada di Indonesia?
Jika brand Blogger Borneo baru berusia 17 tahun saja dianggap lama dan melewati satu generasi, bagaimana juga dengan beberapa nama brand yang baru saja disebutkan?
Nah, itulah namanya “menjaga” Personal Branding dimana jika kita perhatikan sampai saat ini juga semua brand besar tersebut masih tetap menampakkan jika diri mereka ada.
Bagian dari Tanggung Jawab Moral
Sampai saat ini, Blogger Borneo masih dapat merasa tegap jika ada orang lain yang menyebut diri ini sebagai “blogger senior di Kalimantan Barat”.
Tahu alasannya? Ya karena aktivitas ngeblog masih tetap dilakukan hingga detik ini. Jadi secara moral, Blogger Borneo merasa bertanggungjawab dengan adanya label tersebut.
Kembali cerita kisah masa lalu, workshop dan pelatihan ngeblog untuk saat ini bisa dianggap tidak ada lagi apalagi untuk setingkat lokal.
Blogger Borneo paham karena tidak adanya permintaan dikarenakan kondisi tren blogger sekarang tidak seperti dulu menyebabkan hal itu terjadi. Tapi…
Seperti yang telah Blogger Borneo jelaskan sebelumnya bahwa perkembangan AI ternyata akan memberi berkah bagi para blogger yang masih update dan eksis sampai saat ini.
Memaksa Gen-Z untuk Mau Membaca dan Memahami
Salah satu kelemahan dari Generasi Z adalah ketidakmampuan mereka untuk membaca dan memahami sesuatu dalam bentuk konteks tulisan, maunya serba instan dan tinggal scroll.
Apakah kita sadar bahwa aktivitas membaca dan menulis dalam kurun waktu panjang secara konsisten itu merupakan bagian dari menjaga sensor motorik otak kita untuk terus bergerak.
“Ah masa sih Bang? Perasaan sama saja ngga ada bedanya.” mungkin komentar ini akan muncul sesaat setelah membaca statement Blogger Borneo diatas.
Sekarang lakukan studi kasus sebagai berikut:
Kondisi Pertama
Buka HP, buka WA dan media sosial yang dimiliki. Kemudian coba ketik pesan di WA dan kirimkan ke temen. Terus buka akun media sosial dan scrolling sampai puas.
Apa yang dirasakan???
Kalau Blogger Borneo tidak merasakan apa-apa karena terasa informasi yang diterima hanya selintas sehingga tidak masuk ke otak.
Kondisi Kedua
Ambil pulpen dan buku tulis atau selembar kertas kosong. Ambil salah satu buku bacaan yang ada (bebas judulnya). Coba baca buku itu dan tulis poin-poin dari isi buku bacaan tersebut.
Apa yang dirasakan???
Kalau Blogger Borneo merasakan ketika tangan ini bergerak menulis dimana pada saat yang bersamaan mata ini fokus ke buku bacaan, terasa jika otak ini bergerak.
Kesimpulan
Nah sebenarnya diantara semua alasan kenapa Blogger Borneo tetap ngeblog, alasan terakhir menjadi penguat karena berharap tulisan yang dibuat bisa dibaca dan dipahami.
Sekarang jika bicara mengenai akun media sosial, hampir semua Blogger Borneo miliki (ini merupakan bentuk dari menjaga personal branding).
Tapi terus terang ketika membuat informasi di media sosial tersebut, rasanya tidak maksimal karena mengacu pada kondisi bahwa membaca di media sosial dengan media baca itu berbeda.
Ya bisa saja Blogger Borneo membuat satu tulisan untuk kemudian dipublikasikan di media sosial Threads contohnya, aseli ga yakin yang membacanya dapat paham?
Kondisi akan berbeda jika Blogger Borneo berbagi link tulisan lengkap dengan memberikan kata pengantar dalam bentuk status, sudah langsung dapat terfilter mana yang suka baca dengan tidak.
Oke, demikian satu tulisan dari Blogger Borneo mengenai 3 (tiga) alasan utama kenapa Blogger Borneo masih tetap ngeblog hingga saat ini.
Oh iya, bagi yang berminat untuk belajar ngeblog atau mengajak Blogger Borneo kerjasama bisa langsung menghubungi nomor whatsapp 0811-56-1982 (Wahyu).









