500 Orang Ikuti Sosialisasi Tanda Tangan Digital di Pontianak

Image: Dok. Pribadi

Pada hari Jum’at, 11 November 2016, bertempat di Aston Pontianak Hotel and Convention Center, Jl. Gajah Mada 21 Pontianak, Kalimantan Barat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) Republik Indonesia mengundang sekitar 500 orang peserta dalam Seminar dan Workshop “Pemanfaatan Tanda Tangan Digital pada Transaksi Elektronik”.

Sosialisasi Tanda Tangan Digital di Pontianak

Salah satu tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi mengenai program teknologi terbaru KEMKOMINFO yaitu SiVION (Sistem Verifikasi Identifikasi Identitas Online Nasional) atau lebih dikenal sebagai teknologi tanda tangan digital.

Sebagai Ketua Relawan TIK Kalimantan Barat, Blogger Borneo memperoleh informasi mengenai rencana penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Tanda Tangan Digital ini dari jaringan kawan-kawan yang ada di KEMKOMINFO.

Menurut arahan, Blogger Borneo diminta untuk melakukan koordinasi dengan mitra pelaksanan KEMKOMINFO yaitu salah satu Event Organizer (EO) lokal di Pontianak.

Koordinasi ini dilakukan terkait inventarisir jumlah peserta yang akan turut diundang dari Relawan TIK Kalimantan Barat. Alhamdulillah total ada sekitar 16 orang bisa hadir di kegiatan ini.

Proses Pendaftaran Sosialisasi Tanda Tangan Digital SIVION 2016 di Pontianak

Sekitar jam 08.40 Blogger Borneo tiba di Hotel Aston Pontianak, tampak beberapa orang kawan-kawan dari Relawan TIK Kalimantan Barat sudah lebih dulu hadir dan menunggu di ruang lobi hotel.

Sambil membawa undangan untuk masing-masing orang, mereka pun melakukan proses pendaftaran di meja yang telah disediakan.

Terpilih Menjadi Salah Satu Diantara 9 Kota

Dari 9 kota yang dipilih untuk menjadi tempat penyelenggaraan Seminar dan Workshop “Pemanfaatan Tanda Tangan Digital pada Transaksi Elektronik” tahun 2016, Pontianak merupakan kota kedua dimana sebelumnya kegiatan ini telah dimulai pertama kali di kota Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 8 November lalu.

Baca Juga:  Fenomena Business Monkey dalam Dunia Investasi dan Bisnis Modern: Mengapa Kita Sering Terjebak?

Berikutnya menyusul Jogjakarta, Palembang, Medan, Jakarta, Bali, Depok, Bandung, dan kembali Jakarta menjadi kota penutup penyelenggaraan tahun ini.

Suasana Sosialisasi Tanda Tangan Digital KEMKOMINFO 2016 di Pontianak

Menurut daftar susunan acara yang diterima, kegiatan Seminar dan Workshop “Pemanfaatan Tanda Tangan Digital pada Transaksi Elektronik” ini akan diselenggarakan dari jam 9 pagi sampai setengah 5 sore.

Materi Workshop Sosialisasi Tanda Tangan Digital

Adapun akan ada dua sesi utama di pagi hari menjelang siang dan selepas istirahat siang sampai menjelang sore.

Materi Sesi Pertama

  • Rencana Penerapan Tanda Tangan Elektronik
  • Landasan Hukum Tanda Tangan Elektronik
  • Potensi Tanda Tangan Elektronik di Pemerintah Daerah, Bidang Bisnis, dan Akademis

Materi Sesi Kedua

  • Tata Cara Memiliki Sertifikat Digital dan Penerbitan Sertifikat Digital
  • Konsep PKI dan Sertifikat Digital Serta Verifikasi untuk Mendapatkan P12
  • Workshop Penandatanganan File PDF, Office, dan Email
  • Demo Pemanfaatan Tanda Tangan Digital pada Layanan Perbankan

Di sesi materi pembuka, Kasubdit Teknologi Keamanan Informasi KEMKOMINFO, Riki Arif Gunawan, menjelaskan  bahwa pihaknya berharap masyarakat mulai dapat memanfaatkan teknologi tanda tangan digital karena akan lebih efektif dan tentu saja tanpa kertas (paperless).

Sesi Materi Sosialisasi Tanda Tangan Digital KEMKOMINFO 2016 di Pontianak

Kedepannya, pemanfaatan tanda tangan digital akan terus mengalami peningkatan seiring semakin akrabnya masyarakat akan keberadaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain bersifat paperless, penggunaan teknologi tanda tangan digital juga dapat meminimalisir terjadinya pemalsuan dokumen.

Khusus untuk pengguna dari kalangan Pemerintah Daerah, Riki berharap mereka sudah bisa mulai menyiapkan sarana untuk penerapan teknologi digital lebih masif, termasuk tanda tangan.

Era digital memungkinkan pekerjaan selesai lebih cepat dan efektif, sehingga waktu yang terpangkas bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan lain.

Tim Teknis KEMKOMINFO Sedang Memberikan Panduan Mengenai Penggunaan Tanda Tangan Digital

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika, Henry Subiakto  pada sesi materi berikutnya menjelaskan bahwa transaksi online kedepan akan semakin berkembang.

Baca Juga:  Relawan TIK Kalbar Goes to Seluas, Menjadi Pemateri Program Edukasi Tanpa Tepi

Dan pada kesempatan ini, KEMKOMINFO sengaja mengundang anak-anak muda karena merekalah yang akan menjadi masa depan bangsa Indonesia nantinya.

Dihadiri 500 Orang Peserta

“Sebenarnya, KOMINFO ingin mengundang seribu orang, tapi karena keterbatasan tempat, hanya 500 orang yang diundang,” kata Henry Subiakto menambahkan.

Menurutnya, jumlah transaksi elektronik di dunia digital pada tahun 2013 berjumlah sekitar 130 triliun rupiah.

Dari data ini dapat diprediksi pada tahun 2016, jumlahnya akan meningkat menjadi sekitar 240 triliun rupiah.

Staf Ahli KEMKOMINFO Membuat Tanda Tangan Digital Pertama Secara Simbolis

Tidak lupa Henry Subiakto mengingatkan bahwa di dunia digital banyak juga orang jahat yang kerjaannya manfaatkan teknologi untuk melakukan kejahatan, seperti: Judi, Pornografi, dan sebagainya.

Disinilah penerapan tanda tangan digital sangat dibutuhkan karena sangat sulit untuk dipalsukan.

Data-data yang tersimpan dalam tanda tangan digital sifatnya rahasia pribadi, hanya bisa dipakai oleh identitas pribadi saja sehingga lebih aman.

Sempat Menjadi Kekuatiran di Kalangan Pemda

Dari pihak perwakilan Pemerintah Daerah yang juga turut diundang dalam kegiatan Sosialisasi Tanda Tangan Digital ini, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Hukum, Togi L. Tobing menuturkan bahwa selama ini ada kekhawatiran dalam memanfaatkan teknologi digital, terutama dalam proses pembuatan dokumen penting.

Menurutnya, karena dokumen penting yang bersifat digital tersebut mudah dimanipulasi dan diubah, maka penerapan tanda tangan digital ini nantinya akan sangat dibutuhkan agar tidak terjadi perubahan dokumen.

Untuk bisa mendapatkan tanda tangan digital, para undangan harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran di website SiVION.

Para Peserta Melakukan Proses Verifikasi Identifikasi Pembuatan Tanda Tangan Digital

Setelah selesai, langkah berikutnya adalah melakukan proses verifikasi identifikasi identitas secara online untuk memastikan validitas data yang telah diinputkan pada saat proses pendaftaran sebelumnya.

Jika sudah dianggap valid, maka para verifikator akan mengirimkan data pribadi berupa link website beserta username dan password-nya.

Baca Juga:  Prompt Cerdas untuk Bikin Game Edukasi Interaktif di Canva AI

Melalui link website inilah para undangan baru bisa mengunduh file tanda tangan digital dengan format ekstensi namapeserta.p12.

Panduan Menggunakan Tanda Tangan Digital

Setelah semua undangan sudah berhasil memperoleh file tanda tangan digitalnya masing-masing, langkah berikutnya adalah memberikan panduan bagaimana menggunakan tanda tangan digital tersebut di file dokumen PDF, Office, dan Email.

Kartu Tanda Bukti Verifikasi Tanda Tangan Digital

Untuk itu, laptop para undangan harus sudah ter-install aplikasi Adobe Reader DC dan Libre Office.

Dari hasil dokumentasi dibawah ini dapat dilihat bagaimana sejumlah tim teknis dari KEMKOMINFO sedang memberikan panduan kepada para undangan yang merasa kebingungan.

Penutup

Sesi diatas merupakan sesi terakhir dari penyelenggaraan Seminar dan Workshop “Pemanfaatan Tanda Tangan Digital pada Transaksi Elektronik” tahun 2016 di kota Pontianak.

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat positif bagi para undangan yang hadir. Diharapkan juga dukungannya tidak berhenti hanya sampai disini.

Demikian hasil liputan Blogger Borneo mengenai kegiatan Sosialisasi Tanda Tangan Digital di Pontianak. (DW)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More