Indonesia Website Awards

Menu

Mode Gelap
Testimoni Mosehat, Merasakan Sendiri Efeknya untuk Vitalitas Setelah 3 Hari Konsumsi Darul Fikri Kubu Raya, Melihat dari Dekat Pondok Pesantren dengan Konsep Alam Terbuka Milenial Kreatif Selenggarakan Workshop Digital Skills Pontianak Pertama untuk UMKM Kalimantan Barat Inisiatif Mandiri, Relawan TIK Kalbar Lakukan Pemberdayaan Pandu Digital di Desa Tae Kabupaten Sanggau Digital Netizen Fair 2021 Pontianak, Ajari Masyarakat Kalimantan Barat Budaya Bermedia Digital

Opini · 16 Mar 2013 16:00 WIB

Adipura 1993, Pertama dan Terakhir bagi Kota Pontianak???


 Adipura 1993, Pertama dan Terakhir bagi Kota Pontianak??? Perbesar

Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi “Kota Bersih dan Teduh”. Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002, dan berlanjut hingga sekarang. Pengertian kota dalam penilaian Adipura bukanlah kota otonom, namun bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu.

Peserta program Adipura dibagi ke dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu kategori kota metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001 – 1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001 – 500.000 jiwa), dan kota kecil (sampai dengan 100.000 jiwa).

Kriteria Adipura terdiri dari 2 indikator pokok, yaitu:

  • Indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota
  • Indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.



Untuk kota Pontianak sendiri, penghargaan Adipura satu-satunya pernah diraih pada tahun 1993. Bersamaan dengan itu, tugu Adipura pun dibangun dan hingga saat ini masih dapat kita lihat wujud fisiknya di ujung Jl. Tanjungpura (putaran jalan dekat Taman Alun Kapuas).

Setelah 19 tahun berlalu, sepertinya belum terjadi perubahan dengan tugu Adipura tersebut. Dengan kata lain, sejak tahun 1993 sampai detik ini kota Pontianak tidak pernah lagi meraih gelar sebagai Kota Bersih dan Teduh. Ya memang tidak dapat dipungkiri untuk saat ini, jika dilihat dari kondisi kota Pontianak sepertinya Penghargaan Adipura akan sulit sekali untuk diraih kembali.

Untuk kategori kota bersih, banyaknya titik-titik “pembuangan sampah tanpa ijin” sepertinya telah menjadi pemandangan umum beberapa lokasi diseluruh penjuru kota Pontianak. Hal ini menunjukkan bahwa ternyata sampah masih menjadi salah satu masalah yang HARUS dicarikan jalan keluarnya karena ini termasuk dalam tolok ukur penilaina. Sedangkan untuk kategori teduh, secara pribadi malah merasa suhu kota Pontianak terasa semakin panas. Fenomena semakin sempitnya areal hutan yang ada di Kalimantan Barat menjadikan status “Paru-Paru Dunia” tidak dapat lagi dipercaya alias diragukan kebenarannya.

Terus apa yang harus dilakukan sekarang untuk mengatasi kedua indikasi masalah diatas??? Yang pasti, tanpa adanya kerjasama dan kesadaran dari semua pihak terkait maka masalah ini akan terus menumpuk, menumpuk, dan menumpuk. Dan kalau hal ini terus dibiarkan, maka jangan harap kota Pontianak akan meraih kembali penghargaan Adipura untuk yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. (DW)

Sumber Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Adipura
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akun Profil Ghozali Everyday, Menjadi Miliarder dalam Sehari karena Jualan Foto Selfi

13 Januari 2022 - 08:16 WIB

Ghozali Everyday

Rahmad Ngarasan: Bagaimana Usaha Modal Raksasa Menguasai UMKM

4 Januari 2022 - 08:23 WIB

Boekhoud

Ketika Thailand Melegalkan Kratom dan Ganja, Bagaimana dengan Indonesia?

3 Januari 2022 - 06:11 WIB

Ganja and Thai Traditional Medicine in the City

Shin Tae Yong, Sentuhan Tangan Besinya Membuat Timnas Indonesia Muda Kembali Berjaya

29 Desember 2021 - 08:31 WIB

Shin Tae Yong

Taufik Nur Hidayat: Dimana Ekonomi Islam?

25 Desember 2021 - 10:12 WIB

Ekonomi Islam

Meninggalkan Fasilitas Mewah Demi Membangun Lembaga Politik bernama Partai Keadilan

22 Desember 2021 - 10:50 WIB

Umi dan Abah Ibrahim Vatih
Trending di Opini