Opini

Pontianak Lebih Butuh Creative Center Daripada Convention Center

Diperbarui 9 Maret 2013

Pontianak Convention Center
Daftar Isi
  1. Gedung Arena Remaja Pontianak
  2. Pontianak Convention Center
  3. Tempat Pelaksanaan Pameran Komputer
  4. Penutup

Delapan tahun sudah Blogger Borneo melihat bangunan besar nan luas itu berdiri di kawasan Jl. Abdurachman, delapan tahun juga saya merasa sepertinya bangunan itu tidak berfungsi seperti nama “megah” yang disandangnya.

Jika diperhatikan, dalam satu bulan hanya ada beberapa kali kegiatan besar diselenggarakan ditempat ini.

Gedung Arena Remaja Pontianak

Bahkan mungkin ada kalanya bangunan tersebut tidak ada yang menggunakan, entah karena biaya sewanya kemahalan atau karena ada faktor lain sehingga hanya sebagian kecil masyarakat kota Pontianak saja yang pernah menjadikan venue ini sebagai tempat menyelenggarakan acara.

Blogger Borneo sendiri terakhir menginjakkan kaki disini ketika menghadiri Konser Amal Opick for Palestine pada malam pergantian tahun lalu, untuk sebelumnya paling pameran-pameran komputer saja yang pernah saya hadiri.

Gedung Arena Remaja Pontianak

Gambar diatas merupakan wujud lokasi sama sebelum gedung Pontianak Convention Center dibangun, mungkin bagi para generasi muda yang lahir diatas tahun 2003-2004 tidak pernah bisa lagi melihatnya karena telah berganti wujud.

Blogger Borneo sendiri masih ingat pernah beberapa kali mengunjungi tempat ini, dua event yang paling sering diselenggarakan disini adalah Pekan Raya Pontianak dan Pasar Juadah Bulan Ramadhan.

Pontianak Convention Center

Nah, di tahun 2004 wujud Gedung Arena Remaja Pontianak berubah menjadi seperti gambar di bagian paling atas tulisan opini ini.

Sebuah plang besar bertuliskan “Pontianak Convention Center” tampak jelas tertera didepan bangunan tersebut.

Mengisyaratkan sebuah pemikiran bahwa fasilitas umum ini hanya bisa digunakan oleh pihak-pihak yang mampu menyewanya, jika tidak silahkan mencari alternatif tempat lain. Hhhhmmm……

Blogger Borneo sendiri pernah mengalami kejadian serupa dimana pada saat itu saya memiliki rencana untuk menyelenggarakan kegiatan seminar terkait pemanfaatan internet dan teknologi informasi dengan membawa satu nama komunitas online di Pontianak.

Tempat Pelaksanaan Pameran Komputer

Karena kebetulan disaat yang bersamaan akan diselenggarakan pula pameran komputer terbesar di Kalimantan Barat disitu, maka Blogger Borneo berniat untuk “menumpang” event dengan harapan biaya sewa ruangan untuk pelaksanaan seminar dapat diminimalisir.

Lagipula karena temanya masih sama-sama teknologi informasi sepertinya tidak akan terlalu menjadi masalah jika menumpang disitu.

Akan tetapi, setelah menemui Ketua Pelaksana Penyelenggara Pameran Komputer Terbesar di Kalimantan Barat pada saat itu, ternyata jauh panggang dari api.

Meski membawa nama komunitas, tetap saja biaya sewa yang dibebankan masih cukup tinggi. Dalam hati langsung berpikir, dapat darimana komunitas uang sebanyak itu.

Kalau masih sepertiganya saja kemungkinan masih bisa mencari sumber pembiayaannya. Ujung-ujungnya Blogger Borneo mundur teratur dan akhirnya kegiatan tersebut batal diselenggarakan.

Penutup

Melihat kondisi seperti itu, Blogger Borneo juga tidak menyalahkan ketua pelaksananya karena menurut beliau, itulah biaya yang dibebankan oleh Pemerintah Kota Pontianak selaku pemilik aset seluas + 24.080 M2 tersebut.

Hanya saja Blogger Borneo kembali berpikir, kalau sistemnya seperti ini sepertinya yakinlah Pontianak tidak akan mampu berkembang.

Padahal kita tahu bahwa Kalimantan Barat memiliki aneka ragam produk lokal yang masuk dalam kategori Industri Kreatif dan mulai tahun ini pemerintah pusat telah membuat kebijakan baru mengenai pengembangan hasil industri kreatif secara nasional.

Sepertinya salah satu peluang untuk memperkenalkan Kalimantan Barat ke dunia luar semakin lebar, dengan hasil-hasil produk yang dimiliki saya yakin Kalimantan Barat dapat lebih maju dan berkembang.

Dan alangkah baiknya jika nama PONTIANAK CONVENTION CENTRE diganti menjadi PONTIANAK CREATIVE CENTRE. Aminnnn… (DW)

Dwi Wahyudi

Blogger Kalimantan Barat yang dalam kesehariannya beraktivitas sebagai seorang freelance untuk bidang digital marketing dan layanan profesional manajemen serta keuangan.

Mungkin Anda Suka