Hajon Mahdy Mahmudin: Inovator Teknologi dari Kalimantan Barat yang Mendunia

Profil lengkap Hajon Mahdy Mahmudin, inovator asal Kalimantan Barat di balik aplikasi Qara’a dan Borneo SkyCam. Kiprah, prestasi internasional, dan kontribusinya dalam dunia teknologi digital.

Image: pontianak.tribunnews.com

BloggerBorneo.com – Di era digital seperti saat ini, banyak lahir inovator muda yang membawa perubahan besar melalui karya dan gagasan mereka.

Salah satu nama yang patut mendapat perhatian adalah Hajon Mahdy Mahmudin, sosok yang lahir dan tumbuh di Kalimantan Barat, namun kiprahnya telah dikenal hingga tingkat internasional.

Hajon Mahdy Mahmudin

Berbagai inovasi teknologi yang ia kembangkan, mulai dari aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) hingga pemanfaatan drone energi surya, telah mengantarkannya menjadi salah satu tokoh teknologi inspiratif asal Indonesia.

Artikel ini akan mengulas lebih dalam perjalanan Hajon Mahdy Mahmudin, perannya dalam dunia startup, hingga prestasi yang berhasil ia raih di kancah Asia–Pasifik.

Profil Singkat

Hajon Mahdy Mahmudin dikenal sebagai seorang pakar teknologi dan startup founder asal Kalimantan Barat.

Ia merupakan sosok di balik aplikasi Qara’a, sebuah platform digital berbasis AI yang mempermudah umat Islam dalam mempelajari Al-Qur’an.

Selain itu, ia juga menjadi salah satu pendiri Borneo SkyCam, sebuah startup yang berfokus pada pengembangan drone tenaga surya untuk pemetaan wilayah di Kalimantan.

Ketekunannya dalam membangun inovasi tidak hanya memberinya pengakuan di tingkat lokal, tetapi juga internasional melalui berbagai kompetisi dan penghargaan yang berhasil ia menangkan.

Kiprah dalam Startup Qara’a

Salah satu karya paling fenomenal dari Hajon adalah Qara’a, aplikasi Al-Qur’an berbasis AI yang diluncurkan sejak tahun 2018.

Aplikasi ini hadir dengan berbagai fitur unggulan, seperti:

  • Analisis tajwid berbasis AI untuk membantu pengguna membaca Al-Qur’an dengan benar.

  • Tafsir dan Asbabun Nuzul yang memudahkan pemahaman ayat-ayat suci.

  • Pengingat waktu mengaji, jadwal salat, hingga lokasi masjid terdekat.

Berawal dari kebutuhan umat Islam untuk memiliki aplikasi pembelajaran Al-Qur’an yang praktis dan interaktif, Qara’a kini telah berkembang pesat.

Kolaborasi Universitas BSI Kampus Pontianak dan Kreasi Putra Hotama
Image: news.bsi.ac.id

Hingga saat ini, aplikasi tersebut digunakan oleh lebih dari 2 juta pengguna aktif di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara.

Tak hanya itu, Qara’a juga sempat menembus peringkat aplikasi edukasi terlaris di Google Play Store, bahkan masuk Top 100 Apple App Store, sebuah pencapaian luar biasa bagi startup asal Pontianak.

Prestasi Internasional

Kiprah Hajon dalam memimpin Qara’a membawanya pada berbagai penghargaan internasional. Beberapa prestasi yang berhasil ia raih antara lain:

  • Finalis Continuum Spark Awards 2024 Asia–Pasifik – menjadi satu-satunya startup asal Indonesia yang masuk tiga besar dalam kategori for-profit.

  • Juara Startup Insight Singapore (2018) – mengantarkan namanya dikenal di kancah startup Asia.

  • Pemenang kompetisi startup Malaysia (2019) dengan gagasan inovasi teknologi berbasis AI.

  • Anugerah Satu Indonesia Award (2020) – penghargaan bergengsi yang diberikan kepada anak muda inspiratif di berbagai bidang.

Prestasi tersebut membuktikan bahwa karya anak bangsa, meski lahir dari daerah, tetap mampu bersaing dengan inovasi global.

Inovasi Drone dan IoT bersama Borneo SkyCam

Selain fokus pada aplikasi digital, Hajon Mahdy Mahmudin juga ikut mengembangkan Borneo SkyCam, sebuah startup yang bergerak di bidang teknologi drone.

Proyek ini pertama kali dikenalkan pada tahun 2012 dengan tujuan membantu pemetaan lahan secara luas, terutama di wilayah Kalimantan yang kaya akan sumber daya alam.

Drone yang dikembangkan oleh Borneo SkyCam menggunakan panel surya sebagai sumber tenaga, sehingga ramah lingkungan dan bisa beroperasi dalam waktu lebih lama.

Inovasi ini banyak membantu dalam kegiatan survei lahan, pemantauan hutan, hingga sektor perkebunan.

Kontribusi bagi Kalimantan Barat

Sebagai putra daerah, Hajon tidak melupakan akar tempat ia dibesarkan. Melalui Qara’a maupun Borneo SkyCam, ia membuktikan bahwa Pontianak dan Kalimantan Barat bisa menjadi pusat lahirnya inovasi teknologi.

Dengan prestasi yang diraihnya, ia menjadi inspirasi bagi banyak anak muda untuk berani bermimpi besar dan berinovasi dari daerah.

Tak hanya mengembangkan teknologi, Hajon juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan komunitas startup di Kalimantan Barat.

Kehadirannya turut membuka jalan bagi ekosistem digital lokal agar bisa dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Kesimpulan

Perjalanan Hajon Mahdy Mahmudin adalah bukti nyata bahwa inovasi tidak selalu lahir dari kota besar.

Dari Pontianak, ia mampu menciptakan karya yang diakui di tingkat Asia–Pasifik melalui aplikasi Qara’a dan Borneo SkyCam.

Kiprahnya dalam dunia teknologi sekaligus memberi inspirasi bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam era digital.

Dengan segudang prestasi dan inovasi yang terus berkembang, Hajon Mahdy Mahmudin tidak hanya membawa nama Kalimantan Barat, tetapi juga Indonesia, ke panggung dunia.

Sosoknya patut dijadikan teladan bagi para generasi muda yang ingin berkontribusi melalui teknologi untuk kemaslahatan umat. (DW)

Artikel Lainnya

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!