#NoHijabDay Gerakan Membenturkan Keyakinan Wanita Muslim

Munculnya rencana penyelenggaraan gerakan #NoHijabDay di Ibukota baru-baru ini secara terang benderang telah menunjukkan bahwa ada pihak-pihak yang ingin membenturkan keyakinan diantara kaum wanita Muslim. Satu tulisan dari salah seorang Muslimah ini cukup menarik untuk dibaca dan dipahami.

Terus terang ya..

Sejak memakai hijab apalagi yang syari, panjang sampai dibawah paha, saya lebih merasa anggun, berwibawa, kalo mau dibilang cantik keseluruhan penampilan, iya. Satu lagi, justru dihormati, gak ada yang berani macam-macam.

Malahan saya merasa gak enak, kalo ketemu orang dijalan, justru agak membungkukkan badannya sebagai rasa penghormatan kepada saya.

Sering, saat naik ojek online, mereka justru lebih menghormati, menggeser ke depan tubuhnya seolah mempersilahkan saya duduk dengan nyaman, berbagi tempat duduk yang lebih luas ke saya. Bahkan tempat menjejakkan kaki pun diatur buat saya, saya yang justru merasa gak enakan. Akhirnya tiap selesai pengantaran, saya kirim bintang bintang 5. Sempurna…

Allah Ta’ala, dengan perintah-Nya untuk memakai hijab bagi muslimah, justru membuat wanita siapapun, apapun jenis kulitnya, apapun rambutnya, memutih, ubanan, hitam, kriwil, lurus, tipis, tebal, berketombe, jadi terlihat cantik, bersih, gak kotoran, karena tertutup rapi.

Juga, dengan juntaian hijab yang lebar, selain melindungi kulit dari debu, asap, radikal bebas, saat berjalan bikin lambaian hijab bagai irama, berayun mengikuti langkah, itu sesuatu yang cantik banget, kayak peragawati2 berjalan di catwalk. Nah… Paduan kecantikan aura wanita itu akan muncul alami, bukan dibuat atau sengaja..

Bukankah artinya Allah justru ingin wanita muslimah terlihat cantik dan anggun, sekaligus aman dari kotoran, debu?

Berbahagialah muslimah…

Hijab ini bukan untuk bikin kita terpasung…

Justru bikin tambah anggun…

Jika ada yang melakukan aksi melepas hijab, artinya dia sudah membuang kecantikan, keanggunan yang riil. Yang asli, bukan cantik kawe-kawean, yang akan kusut, keriput, kusam dan akhirnya di ujung usia, pakai kain putih panjang yang hanya terbuka di bagian wajah… Lalu dikuburkan… Bukankah peristiwa ini akan terjadi disetiap orang?

Jika melepas hijab sebagai bukti bahwa selama berhijab adalah bentuk protes soal kebebasan..

Rugi sekali. Karena sebagai muslim, jangankan soal hijab, soal makanan haram halal pun wajib bagi kita mengkonsumsinya dan mengetahuinya..

Dunia ini, adalah penjara bagi orang beriman. Tak bisa makan sembarangan, tak bisa berpakaian sembarangan, tak bisa kencing sembarangan, tak bisa kawin sembarangan, tak bisa dapatkan anak sembarangan. Itulah bentuk Rahman Rahim Allah untuk kita.

Jika mau sebebas-bebasnya, tentulah ada akibat yg akan ditanggung.

Jika mengaku muslim tapi menolak aturan agama, sadarilah terlebih dahulu, kita ini hidup di bumi Allah.

Kalo tak suka aturan Allah, pindah saja ke kolong langit yang lain.. Jangan petantang petetenteng di dunia ini..

Kembali lagi pada keluarga masing-masing, jagalah keluarga kita agar tak masuk Neraka. Nauzubillah.

Sumber: facebook/emmalafiana

 

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More