Rumah Bakat Kalbar Ajak Siswa SMA Kapuas Pontianak Mengenal Bakat dan Potensi Diri

Blogger Borneo

0 Comment

Link
Founder Rumah Bakat Kalbar Foto Bersama Para Siswa SMA Kapuas Pontianak

BloggerBorneo.com – Jum’at (08/09/2023) pagi, Rumah Bakat Kalbar berkesempatan untuk hadir memenuhi undangan sharing session dari SMA Kapuas Pontianak. Bang Zami selaku founder langsung turun untuk memberikan sosialisasi mengenai pengenalan bakat dan potensi diri sejak dini.

Sekedar pengantar bagi para pembaca yang mungkin belum pernah mendengar nama sekolah ini, SMA Kapuas Pontianak merupakan salah satu sekolah swasta di kota Pontianak yang bernaung dibawah Yayasan Widya Kapuas (YAWIKA) Kalimantan Barat.

Rumah Bakat Kalbar di SMA Kapuas Pontianak

SMA Kapuas Pontianak didirikan pada tahun 1965 oleh Bapak Gusti Syamsumin, seorang tokoh pendidikan yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI. Dilihat dari track record nya, beberapa tokoh penting di Kalbar berasal dari sekolah ini. Salah satu diantaranya adalah mantan Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Cornelis, SH., MH.

Untuk saat ini, SMA Kapuas Pontianak dinakhodai oleh Bapak Sukardi, S.Pd, M.Pd. Sosok pria yang selalu tampak muda dan bersahaja ini tampak selalu bersemangat dan membuka diri ketika ada pihak diluar sekolah yang ingin melakukan kerjasama seperti Rumah Bakat Kalimantan Barat (Kalbar).

Menurutnya, selama tawaran kerjasama tersebut dapat memberikan efek positif ke sekolah maka selama itu pula dirinya akan membuka diri. Sudah ada beberapa pihak bekerjasama dengan SMA Kapuas Pontianak, seperti: Bursa Efek Indonesia (BEI), Relawan TIK Kalbar, dan Rumah Bakat Kalbar.

Mengenal Bakat dan Potensi Diri

Sekarang kembali ke pembahasan utama, pada kesempatan ini tema yang akan diangkat adalah “Memilih Karir Sesuai Potensi Kekuatan Menggunakan Metode Strength Typology 30“. Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh para siswa kelas XII SMA Kapuas Pontianak.

Kegiatan Seminar Mengenal Bakat dan Potensi Diri ini diawali dengan penekanan akan kesadaran siswa bahwa mereka sudah memasuki usia dewasa, sehingga penting bagi mereka untuk bertanggung jawab memenuhi nafkah bagi mereka sendiri.

Siswa SMA Kapuas Pontianak Sedang Mengikut Seminar Pengenalan Bakat dan Potensi Diri
Image: Dok. Pribadi

Dalam pemaparannya, Abah Zami demikian sosok pecinta fotografi ini akrab dipanggil, memberikan gambaran bahwa untuk memenuhi nafkah itu mereka akan memilih pekerjaan atau karir yang akan mereka geluti dimasa produktif.

Menurut Kang Ridwan Kamil, pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Seseorang akan merasa nyaman dan tidak bosan mengerjakan sesuatu ketika bidang pekerjaannya sesuai dengan hobi dan bakatnya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita sudah mengenai bakat dan potensi diri sejak dini.

Menggunakan Metode ST30

Untuk dapat mengetahui bakat dan potensi diri seseorang, digunakan metode Strength Typology 30 atau sering juga disebut dengan istilah ST30. Proses asesmen ini dapat dilakukan secara gratis. Para siswa SMA Kapuas Pontianak diminta untuk mengisi link tautan yang diberikan untuk kemudian mengunduh hasilnya.

Banyak sesi diskusi menarik di sela-sela pembahasan setiap kelompok kekuatan, beberapa siswa ada yang bingung bagaimana kami, para praktisi Talents Mapping Pontianak bisa membaca prilaku dan pola pikir mereka.

Untuk kelompok visionary misalnya, siswa dengan kekuatan kelompok visionary memiliki pola pikir melihat segala sesuatu sebagai sebuah proses yang akan dilalui. Oleh karena itu mereka akan sangat antusias dengan hasil akhir di masa depan.

Dalam tahapan ini, Rumah Bakat Kalbar hanya menjelaskan bahwa kesimpulan yang didapatkan hanya sebatas membacakan jawaban dari pernyataan yang mereka buat melalui alat ST-30 yang sudah mereka isi sebelumnya.

Membaca Bakat dan Potensi Diri Menggunakan Metode ST30
Image: Dok. Pribadi

Membaca Potensi Diri

Ada juga siswa yang sangat dominan di kelompok generating idea. Kekuatan Generating idea ini adalah penggunaan otak kanan, siswa tersebut banyak ide untuk di eksekusi, namun karena sekolah adalah pembelajaran yang sudah ada kurikulum baku sehingga siswa ini kurang antusias menjalani proses tatap muka yang monoton.

Beberapa siswa yang terkonfirmasi dengan kekuatan aktivitasnya, kami cek ulang dengan pengalamannya, adakah siswa tersebut pernah melaksanakan kegiatan yang berisi aktivitas produktif sesuai kelompok kekuatannya.

Misalnya seorang siswi memiliki kekuatan tipe commander, maka dia kami sarankan untuk berorganisasi dan menjadi ketua OSIS, hal ini penting dilakukan untuk menguji seberapa yakin siswi tersebut dengan potensi kekuatannya. Kekuatan sendiri adalah aktifitas yang dilakukan akan menimbulkan rasa kepuasan dan terus menghasilkan energi bagi para pelakunya.

Kesimpulan

Rumah Bakat Kalbar merasa bersyukur kegiatan sesi Seminar Mengenal Bakat dan Potensi Diri Sejak Dini di SMA Kapuas Pontianak berjalan dengan lancar dan semua siswa pun tampak bahagia. Abah Zami mewakili Rumah Bakat Kalbar mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Sukardi selaku Kepala Sekolah atas kesempatan yang telah diberikan.

Tidak lupa diakhir sesi, Bang Zami menekankan kepada para siswa bahwa memperbanyak pengalaman dengan melakukan aktivitas produkrif sesuai kekuatan masing-masing mutlak dilakukan untuk membuktikan peran dan profesi apa yang akan menjadi pilihannya saat dewasa nanti.

Rumah Bakat Kalbar mengambil moto “Bersama, Berbagi, Bermakna”. Rumah Bakat Kalbar senantiasa membuka peluang berbagai pihak untuk berkolaborasi mengenal sifat produktif/bakat untuk pemilihan karir bagi siswa dan peningkatan produktivitas kerja.

Bagi pihak sekolah, lembaga pendidikan, instansi pemerintah maupun swasta, organisasi sosial, yang ingin bekerjasama dengan Rumah Bakat Kalbar silahkan langsung menghubungi Abah Zami di 0877-8249-4590 atau dapat juga melalui akun instagram @rumahbakatkalbar. (DW)

Related Post

Don`t copy text!