Trend Baru Smartphone dengan Kecerdasan Buatan

Ditahun 2018 ini, pasar gadget khususnya pasar smartphone di dunia makin diramaikan dengan kehadiran para smartphone dengan fitur canggih yaitu AI (Artificial Intelligence) atau dalam bahasa Indonesianya disebut sebagai kecerdasan buatan.

AI pada smartphone sebenarnya sudah diperkenalkan pada tahun 2017. Di tahun tersebut, beberapa vendor smartphone telah menyisipkan AI pada produk keluaran terbarunya baik di hardware maupun software. Sebut saja Apple dengan iPhone X-nya, Google dengan seri Pixel-nya, Huawei dengan seri Mate nya dan Samsung pada seri S9. Nah di tahun 2018 ini banyak vendor yang telah merilis smartphone dengan teknologi AI, beberapa diantaranya yaitu Redmi Note 5 milik Xiaomi, Vivo, OPPO, Honor, dan seri ASUS ZenFone 5 yang beberapa waktu lalu sudah diluncurkan versi 5Q nya.

Melihat fenomena ini, diprediksikan kedepannya akan ada sekitar 80% smartphone yang dipasarkan telah dilengkapi dengan fitur kecerdasan buatan yang tertanam di dalam perangkatnya. Jika di tahun 2017 sudah diperoleh angka persentase jumlah smartphone yang memiliki fitur kecerdasan buatan sebesar 10% maka di tahun 2022 diperkiran angka prediksi presentase diatas akan terealisasi.

FUNGSI KECERDASAN BUATAN

Smartphone dengan kecerdasan buatan yang tertanam didalamnya menyediakan perlindungan data dan managemen daya yang lebih baik ketimbang smartphone yang tidak memliki fitur AI. Dengan makin berkembangannya teknologi, dimasa depan perangkat berbasis kecerdasan buatan akan menjadi sebuah komoditas. Berkembangnya teknologi ini tak lain ialah menyediakan user experience yang lebih maju dari sebelumnya.

Berikut beberapa kegunaan Smartphone ber-AI, antara lain:

1. Sebagai “Pendamping” Pengguna

Smartphone akan menjadi pendamping pengguna, mampu mengenali dan memprediksi langkah selanjutnya si pengguna. AI ini akan mengerti siapa , apa yang pengguna inginkan, kapan dan bagaimana pengguna menginginkannya dan melaksanakan tugas atas otoritas dan keinginan pengguna.

Perangkat juga akan menganalisa si pengguna dari hari ke hari, AI ini akan belajar, merencanakan, dan memecahkan masalah si pengguna. AI akan meningkatkan kinerja sensor, kamera, maupun data perangkat untuk menyelesaikan tugas-tugas ini secara otomatis.

2. User Authentification

Autentikasi sederhana berbasis kata sandi (password) menjadi terlalu rumit dan kurang efektif, sehingga menjadi keamanan perangkat menjadi lemah, user experience yang buruk, dan data pengguna menjadi rawan untuk dicuri.

Teknologi keamanan baru yang dikombinasikan dengan AI, biometrik, serta perilaku si pengguna akan meningkatkan kegunaan dan keamanan perangkat. Misalnya, perangkat smartphone dapat menangkap dan mempelajari perilaku pengguna, seperti pola saat mereka berjalan, menggeser, memberikan tekanan ke pada ponsel, gulir dan ketik, tanpa perlu menggunakan kata sandi atau otentikasi aktif.

3. Recognition Emotion

Sistem penginderaan emosi dan komputasi afektif memungkinkan smartphone untuk mendeteksi, menganalisis, memproses, dan merespons keadaan emosi dan suasana hati pengguna. Berkembangnya asisten pribadi virtual dan teknologi berbasis AI lainnya mendorong kebutuhan untuk menambah kecerdasan emosional dalam konteks yang lebih baik dan user experience yang ditingkatkan.

Pada produsen mobil misalnya, dapat menggunakan kamera depan smartphone untuk membaca kondisi fisik pengemudi atau mengukur tingkat kelelahan sehingga keamanan berkendara dapat ditingkatkan.

4. Pemahaman Bahasa Alami

Smartphone dengan AI akan mampu mempelajari bahasa yang sering dipakai pengguna. Teknolofi AI akan mempelajari serta memahami bahasa si pengguna. Hal ini akan meningkatkan akurasi pengenalan suara. Pemahaman bahasa alami ini dapat digunakan sebagai penerjemah suara real-time yang mungkin akan berguna saat berpergian ke luar negeri.

5. Manajemen Perangkat

Karena kecerdasan buatan akan “mempelajari” perilaku penggunanya, hal ini akan meningkatkan kinerja perangkat dan waktu siaga. Misalnya, dengan banyak sensor, ponsel pintar dapat lebih memahami dan mempelajari pengguna perilaku, seperti kapan menggunakan aplikasi itu. Smartphone AI akan dapat menjaga aplikasi yang sering digunakan berjalan di latar belakang untuk peluncuran ulang cepat, atau untuk mematikan aplikasi yang tidak digunakan untuk menghemat memori dan baterai secara otomatis

6. Personal Profil

Ponsel pintar dapat mengumpulkan data untuk profil perilaku dan pribadi. Pengguna dapat menerima perlindungan dan bantuan secara dinamis, tergantung pada aktivitas yang sedang dijalankan dan lingkungan tempat mereka berada (misalnya, aktivitas di rumah, kendaraan, kantor, atau rekreasi). Penyedia layanan seperti perusahaan asuransi sekarang dapat fokus pada pengguna, daripada aset. Misalnya, mereka akan dapat menyesuaikan tarif asuransi mobil berdasarkan perilaku mengemudi.

7. Sensor Konten atau Deteksi

Konten yang dibatasi dapat dideteksi secara otomatis dengan teknologi AI. Gambar, video, atau teks yang tidak pantas dapat ditandai dan berbagai alarm notifikasi dapat diaktifkan. Perangkat lunak pengenalan komputer dapat mendeteksi konten apa pun melanggar hukum atau kebijakan apa pun. Misalnya, mengambil foto di fasilitas keamanan tinggi atau menyimpan yang sangat rahasia data pada smartphone berbayar.

8. Personal Fotografi

Pemotretan pribadi dengan smartphone AI yang dapat secara otomatis menghasilkan foto yang indah berdasarkan preferensi estetika masing-masing pengguna. Misalnya, ada preferensi estetika yang berbeda antara Timur dan Barat. Sebagian besar orang Cina lebih memilih kulit pucat, sedangkan konsumen di Barat cenderung lebih memilih warna kulit cokelat. AI akan langsung otomatis menyesuaikan kondisi pengambilan gambar secara otomatis untuk mendapatkan hasil foto terbaik.

9. Analisa Audio

Mikrofon smartphone mampu terus mendengarkan suara dunia nyata. Kemampuan AI pada perangkat dapat memberi tahu suara-suara itu, dan menginstruksikan pengguna atau memicu peristiwa. Misalnya, smartphone mendengar pengguna mendengkur, kemudian memicu gelang pengguna untuk mendorong perubahan posisi tidur.

Kecerdasan buatan (AI) akan menjadi produk penting bagi vendor smartphone dan akan membantu mereka untuk memperoleh pelanggan baru sambil mempertahankan pengguna saat ini. Pasar smartphone akan bergeser dari penjualan produk teknologi menuju memberikan user experience yang menarik dan dipersonalisasi, solusi AI pada smartphone akan menjadi bagian penting dari vendor smartphone selama dua tahun ke depan. (DW)

Sumber:

  • https://www.gartner.com/newsroom/id/3842564
You might also like

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More