Indonesia Website Awards

Menu

Mode Gelap
Testimoni Mosehat, Merasakan Sendiri Efeknya untuk Vitalitas Setelah 3 Hari Konsumsi Darul Fikri Kubu Raya, Melihat dari Dekat Pondok Pesantren dengan Konsep Alam Terbuka Milenial Kreatif Selenggarakan Workshop Digital Skills Pontianak Pertama untuk UMKM Kalimantan Barat Inisiatif Mandiri, Relawan TIK Kalbar Lakukan Pemberdayaan Pandu Digital di Desa Tae Kabupaten Sanggau Digital Netizen Fair 2021 Pontianak, Ajari Masyarakat Kalimantan Barat Budaya Bermedia Digital

Bisnis · 22 Feb 2017 04:25 WIB

Untuk Sebuah Amanah Cinta, Asy-Syifa


 Untuk Sebuah Amanah Cinta, Asy-Syifa Perbesar

Selalu…

Aku terpekur dalam cinta ketika menatap wajah mungilmu

Kuhamburkan pula butiran do’a, lalu sujud syukur terhatur kepadaNya

Duhai ananda…

Adakah dikau akan meneduhkan hati dengan akhlak mulia

Peredup letih penat dan penuntas segala resah

Walau mata masih mengatup erat, lengking tangisan telah merobek keheningan. Tubuhnya pun masih basah karena simbahan air ketuban dan percikan darah. Sebentar kemudian, rasa cemas diredam hangat pelukan. Lalu dengan lahap dihirupnya air susu beraroma surga. Jiwa dan raga yang letih seketika redup karena kehadirannya.

Suatu sunnatullah hari demi hari pun berganti. Dihiasi bulir embun di ranting dan pucuk daun yang tak kunjung jemu mengawali pagi. Tak juga terselip resah dan iri karena sapaan sinar mentari membuatnya luruh ke bumi. Perlahan, semburat merah mulai menghiasi senja di ufuk barat. Suasana semakin temaram, saatnya kegelapan menyelubungi dunia.

Selalu, perputaran bumi dengan setia menjambangi pagi dan kelamnya hari. Bergantian, mematuhi titah Illahi Rabbi. Seiring waktu, buah hati pun semakin tumbuh merekah dan berseri.

Penulis dan Kak Syifa Ketika Masih Berusia 3 Tahun

Penulis dan Kak Syifa Ketika Masih Berusia 3 Tahun

Ditapaknya bumi dengan sepasang kaki mungil yang masih goyah. Tertatih, namun mencoba berlari seraya tangannya lincah meraih. Matanya berbinar, bibir tersenyum dan tangan bertepuk-tepuk riang. Tak jarang terjatuh, menangis kencang karena kepala membentur lantai. Namun pelukan kasih sayang meredakan tangisan. Kembali ia belajar menapak, tak kenal kata menyerah. Tingkahnya menyemburatkan rasa bangga, meredupkan letih penat dan pelipur segala lara.

Setiap saat kutatap mata beningnya, ada jutaan gairah rasa ingin tahu semua. Lihatlah pula tingkah polahnya, tampak siluet lukisan diriku yang turut mewarnai sifatnya. Simak juga celoteh mulut mungilnya, banyak untaian kata yang berkisah.

Aaah…

Rasanya syukur yang pantas aku luahkan kepada-Nya, ananda berkembang dengan penuh cinta. Ia yang dahulu belum bisa berbuat apa-apa, kini perlahan mampu menjelmakan keinginannya. Terkadang rasa ingin tahunya membuat hati ini diliputi rasa bahagia, walau tak jarang pula menggelegakkan amarah. Kesal pun terlontar dalam ucapan lidah tak bertulang.

Namun…

Sesaat pula kutatap bulat bola matanya. Polos, karena ia memang belum mengerti apa-apa. Akal pikirannya belum mampu menilai perbuatan benar atau salah. Usianya yang masih batita, pasti lebih membutuhkan bahasa cinta. Tak hanya terurai dalam untaian kata, tapi juga sikap yang penuh perhatian dan kehangatan pelukan. Amarah yang bergejolak tanpa pengendalian hanya menjadikan layu bunga di hatinya.

Dan, bukankah seorang anak akan suka mengasihi kalaulah tumbuh dalam kasih sayang? Ia pun pasti senang mencintai jika dirinya tak henti-henti dilimpahi rasa cinta dan perhatian.

RasuluLlah SallaLlaahu Alayhi Wasallam bahkan pernah mengingatkan, sesungguhnya pada setiap pohon terdapat buah, dan buahnya hati adalah anak. Sesungguhnya pula Allah Subhanahu wa Ta’ala tak akan mengasihi mereka yang tidak mengasihi anaknya. Demi nyawaku yang berada di tangan-Nya, tidak akan masuk surga kecuali orang yang memiliki sifat kasih sayang.

Aku terpekur, seraya menatap dirinya yang kini terlelap. Larut merenungi wajahnya yang tersenyum tanpa dosa. Wajah yang memancarkan rasa damai, membuat bahagia begitu berlimpah ruah. Kemudian kubelai rambutnya yang bergelombang, dan kukecup pula lembut keningnya. Rasa haru perlahan meluruhkan jiwa. Tak lupa kubisikkan do’a agar ia selalu indah, meluahkan cinta kepada seluruh ciptaan-Nya.

Tidurlah Nak…

Bermimpilah menjadi seorang putri raja. Jangan hiraukan segalanya, karena ayah dan bunda akan menjadi hulubalang istana yang selalu setia menjaga. Kalau esok pagi engkau bangun, jangan ragu untuk lincah menari dan merdu bernyanyi. Tumbuh dan mekarlah, bagai kuntum bunga yang setia merebakkan bau harum mewangi, mengalirkan kasih putih.

Semoga…

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

6 Strategi Bisnis Online Zaman Now yang Mudah Diterapkan

5 Januari 2022 - 11:44 WIB

Strategi Bisnis Online Zaman Now

7 Recommendations for Types of Business with Capital Less than 100 Million Rupiah

31 Desember 2021 - 11:33 WIB

Business Recommendation

Strategi Marketing UMKM untuk Meningkatkan Penjualan Produk Tahun 2022

28 Desember 2021 - 09:48 WIB

Strategi Marketing UMKM

Top Reasons Why You Should Invest In a Step and Repeat Backdrop

19 Desember 2021 - 15:06 WIB

Access Road Business

How A Banners Compel Customers To Click On Your Business

17 Desember 2021 - 12:41 WIB

Banners Compel Customers

Pemanfaatan Digital Marketing yang Efektif dan Efisien

21 November 2021 - 19:25 WIB

Pemanfaatan Digital Marketing
Trending di Bisnis