Indonesia Website Awards

Menu

Mode Gelap
Testimoni Mosehat, Merasakan Sendiri Efeknya untuk Vitalitas Setelah 3 Hari Konsumsi Darul Fikri Kubu Raya, Melihat dari Dekat Pondok Pesantren dengan Konsep Alam Terbuka Milenial Kreatif Selenggarakan Workshop Digital Skills Pontianak Pertama untuk UMKM Kalimantan Barat Inisiatif Mandiri, Relawan TIK Kalbar Lakukan Pemberdayaan Pandu Digital di Desa Tae Kabupaten Sanggau Digital Netizen Fair 2021 Pontianak, Ajari Masyarakat Kalimantan Barat Budaya Bermedia Digital

Bisnis · 24 Feb 2017 09:58 WIB

Kisah Pak Ujang dengan Gerobak Sampahnya Bertahan dalam Kerasnya Hidup di Ibukota


 Kisah Pak Ujang dengan Gerobak Sampahnya Bertahan dalam Kerasnya Hidup di Ibukota Perbesar

Namanya Pak Ujang, usia 57 tahun. Selama 2 minggu di Jakarta hampir tiap malam saya melihat Beliau tidur dengan posisi duduk diatas rumput depan hotel Atlet Century kawasan Senayan. Diantara lalu lalang mobil mewah dikawasan Senayan, Pak Ujang yang sejak 8 tahun lalu memulung botol plastik ini adalah 1 dari sekian banyak rakyat pribumi yang terpinggirkan di Jakarta. Hidup dalam keadaan serba kekurangan namun harus mampu bertahan melanjutkan kehidupan.

3 hari yang lalu saya memberanikan diri membangunkan dari tidur dengan posisi duduknya. Beliau agak terkejut, mungkin saya dikira petugas penertiban yang selama ini suka mengejar-ngehar bahkan sampai merampas gerobaknya. Satu-satunya alat untuk mempertahankan hidupnya.

Singkat cerita akhirnya kami duduk berdua diatas rumput dan ngobrol. Saya jadi tahu kalau beliau memiliki darah Sunda dari ayahnya. Itulah kenapa meski beliau berasal dari Lahat, namun namanya Ujang.

Kondisi Pak Ujang Saat Ini

Kondisi Pak Ujang Saat Ini

8 tahun yang lalu datang ke Jakarta bersama kawannya. Maksud hati mencari nafkah dengan usaha jualan rokok. Namun saat usaha baru berjalan seluruh modal dan keutungannya dibawa lari oleh si kawan. Jadilah Pak Ujang sebatang kara terlunta-lunta di Jakarta. Demi mempertahankan hidup terpaksa harus menjadi pemulung botol plastik.

Saya: Kenapa nggak pulang ke Lahat Pak?

Pak Ujang: Bagaimana mau pulang, penghasilan dari jual botol sehari paling cukup buat makan sehari. Kalau lagi banyak bisa makan 3 kali dan buat bayar mandi di toilet umum di daerah Karet. Kalau lagi nggak banyak botol seperti sekarang ini sampai malam belum bisa jual karena gerobak belum penuh.

Saya: Kalau gerobak penuh bisa dapat berapa Pak?

Pak Ujang: Kalau penuh bisa dapat sekitar 12 kg, dihargai Rp. 2500/kg, jadi lumayan bisa makan, kalau belum penuh begini ya nggak cukup buat beli makan. Sekarang susah cari botol, yang nyari tambah banyak, rebutan, yang setor banyak harganya ditawar makin murah.

Posisi Pak Ujang Tidur Duduk

Posisi Pak Ujang Tidur Duduk

Saya: Kok tidurnya duduk begitu Kak, nggak sakit?

Pak Ujang: Saya tidur begini buat ganjal perut, nahan lapar.

(aduh rasanya makin perih mendengarnya)

Saya: Kalau hujan gimana donk Pak?

Pak Ujang: Kalau hujan terpaksa saya tidur di dalam gerobak, diatas botol-botol itu, ditutupi plastik. Itu terpaksa, karena kalau lapar tidur terlentang malah nggak bisa tidur.

Saya: Sudah berapa lama nggak pulang pak?

Pak Ujang: Sudah 8 tahun, nggak tahu gimana anak-istri, dulu waktu saya tinggal anak 1, mungkin istri saya sudah kawin lagi karena nggak ada kabar dari saya. Saya mau pulang juga malu kondisi kayak gini.

Saya: Ooh.. Yah sudah Pak, bapak makan dulu deh, biar bisa nyaman istirahatnya. Saya bersalaman sambil nyelipin uang kira-kira cukup buat 3 hari makannya.

Beliau bengong, nggak sempat terucap apa-apa dan saya tinggal.

Pagi ini saat berangkat ke kantor, saya lihat pak Ujang lagi, tidur meringkuk di pinggiran trotoar depan FX Mall, masih dengan celana dan baju yang sama. Saya tahu beliau pasti sedang lapar, saya berhenti sebentar menyelipkan uang makan untuk hari ini. Lagi-lagi beliau kaget.

“Untuk makan hari ini pak..” sambil saya tersenyum..

Ya Allah semoga Engkau berikan karunia kepada bangsa ini agar lebih banyak lagi warga lemah dan miskin yang bisa ditolong..

Betapa malu hati ini karena masih saja diliputi keserakahan dan ketidak bersyukuran..

Astaghfirullah hal ‘aldziem..

Jakarta, 23 Februari 2017

Ditulis oleh: Abdillah Hakim

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

6 Strategi Bisnis Online Zaman Now yang Mudah Diterapkan

5 Januari 2022 - 11:44 WIB

Strategi Bisnis Online Zaman Now

7 Recommendations for Types of Business with Capital Less than 100 Million Rupiah

31 Desember 2021 - 11:33 WIB

Business Recommendation

Strategi Marketing UMKM untuk Meningkatkan Penjualan Produk Tahun 2022

28 Desember 2021 - 09:48 WIB

Strategi Marketing UMKM

Top Reasons Why You Should Invest In a Step and Repeat Backdrop

19 Desember 2021 - 15:06 WIB

Access Road Business

How A Banners Compel Customers To Click On Your Business

17 Desember 2021 - 12:41 WIB

Banners Compel Customers

Pemanfaatan Digital Marketing yang Efektif dan Efisien

21 November 2021 - 19:25 WIB

Pemanfaatan Digital Marketing
Trending di Bisnis