Utak Atik Kandidat Calon Gubernur Kalimantan Barat Periode 2018-2023

Tidak terasa kurang dari setahun lagi pesta demokrasi untuk pemilihan calon Gubernur Provinsi Kalimantan Barat dan Walikota Pontianak akan diselenggarakan. Jika diperhatikan, beberapa nama bakal calon sudah bermunculan melalui spanduk-spanduk yang terdapat di beberapa titik yang ada.

Image: Dok. Pribadi

Satu tulisan dari salah seorang warganet di Kota Pontianak atas nama Zulkifli membuat Blogger Borneo tertarik untuk menuliskannya kembali di BloggerBorneo.Com. Di tulisan tersebut, Bang Zul memaparkan mengenai hasil analisa pribadinya terkait dengan proses pemilihan calon Gubernur Kalimantan Barat 2018-2023. Ada 7 (tujuh) nama figur yang diutak-atik dalam tulisan statusnya itu.

Sebelumnya Blogger Borneo sudah menghubungi yang bersangkutan untuk meminta ijin mempublikasikan kembali statusnya di blog ini, Alhamdulillah Beliau mengijinkannya.

7 KANDIDAT BAKAL CALON GUBERNUR KALBAR

Menurut Bang Zul, ada 7 figur yang diprediksi bakal menjadi bakal calon Gubernur Kalimantan Barat 2018-2023, antara lain:

1. Hildi Hamid

Eks penguasa dari Kabupaten Kayong Utara selama 2 periode diprediksi akan sulit untuk mendapatkan perahu karena partai politik (parpol) kurang memperhitungkan kansnya untuk meraup banyak suara, karena dianggap kurang tenar.

2. Karolin Margret Natasha

Bupati aktif Kabupaten landak ini sebenarnya mempunyai kans yang besar untuk meraup suara dari mayoritas masyarakat adat. Sayangnya hal ini akan terbentur oleh komitmen Sang Ayah yang tidak akan pernah menjadikan Provinsi Kapuas Raya. Di sisi lain, dari segi pengalaman sebagai birokrat masih dianggap cukup muda.

Dengan mengandalkan nama besar Sang Ayah, Beliau yakin untuk maju sebagai gubernur dengan mengangkat isu sebagai wanita dayak pertama yang akan menduduki jabatan sebagai gubernur. Tapi sayangnya, secara internal akan mendapatkan persaingan yang luar biasa dari Lazarus yang tentunya juga akan mati-matian berjuang untuk mendapatkan restu dari Megawati Soekarno Putri untuk menggunakan perahu PDIP. Melihat kandidat-kandidat lain yang sangat berpotensi, mungkin Megawati akan berpikir 1000 kali untuk merestui Karolin. Dengan asumsi mengharapkan hujan yang turun dari langit, air di tempayan ditumpahkan.

3. Milton Crosby

Mantan Bupati Kabupaten Sintang selama 2 periode dan juga sebagai tokoh penggagas Provinsi Kapuas Raya. Namun sayang, gaungnya hanya sampai di 6 kabupaten saja, yaitu: Kabupaten Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Putussibau. Jika dikalkulasikan, jumlah pemilih dari ke 6 kabupaten ini hanya menyamai dari jumlah pemilih Kota Pontianak, itupun kalau mampu dikuasai semua, belum lagi perahu mana yang akan merestui.

4. Lazarus

Anggota aktif DPR RI ini sudah sejak lama mempersiapkan gawai Pilgub Kalbar. Dengan memupuk masyarakat di Kabupaten Putussibau, Melawi dan Sintang dengan strategi bantuan program aspirasinya, Beliau akan berjuang keras untuk mendapatkan restu dari Megawati Soekarno Putri. Sepertinya sudah banyak kaki tangan yang dipasang demi ambisi untuk menjadi Gubernur Kalbar pasca Cornelis. Sayang, namanya masih belum banyak dikenal secara luas khususnya di masyarakat pesisir pantai.

5. Suryadman Gidot

Bupati aktif Kabupaten Bengkayang periode ke 2 ini mungkin tidak menjadi prioritas oleh Partai Demokrat untuk menduduki jabatan KB-1. Besar kemungkinan hanya untuk mengisi posisi wakil gubernur saja, meskipun jika dilihat Beliau memiliki prestasi yang luar biasa selama menjabat sebagai bupati.

6. Sutarmidji

Dengan bekal pengalaman sebagai wakil walikota dan walikota selama 2 priode dan seabrek prestasi yang gemilang, Sutarmidji dapat dianggap sebagai kandidat yang paling diperhitungkan dibanding kandidat lain. Meski sempat diisukan akan digandengkan dengan Karolin sebagai calon wakilnya, namun sampat detik hal itu tidak juga menjadi kenyataan.

Sutarmidji dianggap memiliki kans besar untuk memenangkan Pilgub kalbar karena diprediksi menguasai daerah pesisir pantai sebagai basis, seperti: Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Kayong Utara, Ketapang dan sebagian daerah hulu. Apalagi jika sampai pada saat penetapan calon nanti, pasangannya tetap dengan Ria Norsan, Bupati Kabupaten Mempawah. Hanya saja yang harus diwaspadai sekarang adalah munculnya sosok pemecah suara, bercermin dari kisah pemilihan sebelumnyan.

7. Ria Norsan

Sosok yang sekarang masih aktif sebagai Bupati di Kabupaten Mempawah ini dianggap sangat piawai dan berprestasi. Jika dipasangkan dengan Lazarus atau Karolin, akan susah diprediksi hasil akhir Pilgub Kalbar seperti apa. Akan tetapi jika dipasangkan dengan Sutarmidji, kemungkinan besar pasangan ini akan memenangkan Pilgub Kalbar hanya 1 putaran saja. Sekarang tinggal bagaimana mengatur ego mereka saja.

Jika dalam proses pemilihan ini, orientasi mereka berdua karena memang ingin mengabdi, maka salah satu dari mereka harus mau mengalah untuk menjadi wakil. Namun kalau ada ambisi tertentu, maka kisah ini hanya akan menjadi wacana belaka.

Demikian hasil analisa pribadi yang dilakukan oleh Bang Zul dan dituangkan dalam statusnya di media sosial. Semoga perhelatan Pilgub Kalbar Periode 2018-2023 berjalan sukses, damai, aman dan lancar. Aparat penegak hukum dituntut untuk menjaga kemanan dengan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu menindak yang mengangkat isu SARA.

Sumber: 

  • https://www.facebook.com/pucuksur4t/posts/1092139287588507

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More