Kalbar Masuk dalam 10 Provinsi dengan Nilai Transaksi KDMP Tertinggi di Indonesia
Sempat kaget begitu membaca informasi yang dipublikasikan oleh Mood Kalbar di akun media sosialnya mengenai masuknya Kalimantan Barat dalam 10 besar provinsi yang KDMP nya mendapatkan penjualan terbanyak.
Sebagai salah seorang Business Assistant (BA) untuk 10 desa di Kabupaten Kubu Raya, tentu saja informasi ini terdengar sangat membahagiakan, oleh karena itu langsung berusaha mencari informasi tambahan dari beberapa sumber lain.
Kalbar Masuk 10 Besar KDMP dengan Penghasilan Tertinggi
Sumber referensi pertama yang Blogger Borneo kejar adalah GoodStats.id karena ada disebutkan juga oleh MoodKalbar dalam publikasi informasinya.
Alhamdulillah Blogger Borneo menemukan satu tulisan yang dipublikasilkan pada tanggal 10 Agustus 2026 dengan judul “Transaksi Kopdes Merah Putih Tembus Ratusan Miliar, Jatim Tertinggi“.
Pada tulisan tersebut terdapat infografik mengenai provinsi yang Koperasi Desa Merah Putihnya memiliki transaksi tertinggi selama 2026 ini dan Kalimantan Barat masuk di urutan ke 9 (sembilan).
Berikut ini adalah daftarnya:
Daftar 10 Provinsi dengan Nilai Transaksi KDMP Tertinggi
- Jawa Timur Senilai Rp. 70,4 Miliar
- Jawa Tengah Senilai Rp.22,1 Miliar
- Jawa Barat Senilai Rp. 15,9 Miliar
- Sumatera Selatan Senilai Rp 10,9 Miliar
- Sumatera Utara Senilai Rp. 9,7 Miliar
- Banten Senilai Rp. 7,5 Miliar
- Lampung Senilai Rp. 6,8 Miliar
- Nusa Tenggara Timur (NTT) Senilai Rp. 6,7 Miliar
- Kalimantan Barat Senilai Rp. 5,4 Miliar
- Kalimantan Tengah Senilai 4,8 Miliar

Kutipan Tulisan dari GoodStats.id
Berikut ini merupakan kutipan dari tulisan tersebut”
Nilai transaksi di kopdes merah putih telah menyentuh angka Rp179,5 miliar per awal Agustus 2026.
Meski belum lama beroperasi, total nilai transaksi di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah mencapai Rp179,5 miliar per awal Agustus 2026.
KDMP di Jatim catat nilai transaksi tertinggi dengan kontribusi terbesar datang dari Nganjuk dan Tuban. Transaksi didominasi produk-produk pangan dan pertanian, menunjukkan kalau KDMP mulai berperan dalam distribusi barang-barang pokok di tingkat lokal.
Saat ini sebanyak 19.900 gerai KDMP sudah dibangun atau sekitar 23% dari proyeksi 83 ribu gerai, dan ditargetkan mencapai 25.000 gerai pada Agustus-September 2026.
Data KDMP Masing-Masing Provinsi Tidak Jelas
Blogger Borneo berharap dari tulisan tersebut bisa mendapatkan informasi terutama untuk Kalimantan Barat, KDMP mana saja yang telah menghasilkan sehingga akumulasinya bisa mencapai 5,4 miliar.
Ternyata tidak ada informasi mengenai hal tersebut, lihat isi konten pemberitaannya pun hanya terdiri atas beberapa paragraf saja. Mungkin masih lebih panjang tulisan ini.

Sepengetahuan Blogger Borneo, untuk Kalimantan Barat belum ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang buka dan beroperasional secara penuh.
Ya memang beberapa bulan lalu, tepatnya pada tanggal 16 Mei 2026 ada salah satu KDMP di Kabupaten Kubu Raya yaitu KDMP Rasau Jaya 1 “diresmikan” secara seremonial.
Tulisan mengenai peresmian Koperasi Desa Merah Putih Rasau Jaya 1 ini ada dipublikasikan di website Pemerintah Kabupaten Kubu Raya >> Link Tulisan <<
Bahasanya pada saat itu “diresmikan” bersamaan dengan 1.061 KDKMP yang diresmikan secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo saat itu, tapi pada kenyataannya namanya tidak masuk dalam list tersebut.
Kondisi Nyata Berbeda dengan Kondisi di Media Pemberitaan
Di satu sisi, Blogger Borneo melihat keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN) sebenarnya hal yang sangat positif dan bermanfaat.
Namun ketika dalam proses pelaksanaannya banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan di lapangan dimana terkesan ada oknum pihak yang bermain, maka seperti sekaranglah kondisi yang terjadi.
Sekarang kembali dengan pembahasan sebelumnya mengenai keberadaan Kalimantan Barat di urutan 9 (sembilan) diantara 10 provinsi yang KDMP nya mampu menghasilkan pendapatan 5,4 miliar apakah nyata???
Jika memang nyata, bisa diperoleh informasi dari sumber referensi aktual dan valid yang memperlihatkan data rinci mengenai lokasi KDKMP nya dimana dan jumlah penjualan masing-masing berapa?
Semoga setelah dipublikasikannya tulisan opini ini, ada yang berkenan untuk menjawab rasa penasaran Blogger Borneo setelah mengetahui informasi ini. (DW)


