Sekitar 30-an orang yang terdiri dari 30% wanita dan 70% pria menjadi peserta kegiatan Nonton Bareng dan Diskusi Komunitas yang diselenggarakan di Rumah Mimpi Komplek Taman Gitananda Pontianak.
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari agenda rutin bulanan Komunitas BELETER yaitu BELETER Community Meetup April 2011.
Sebenarnya kegiatan ini terselenggara secara kebetulan, sebagai salah satu komunitas online yang ada di Pontianak, kami telah mengagendakan dua kegiatan rutin komunitas yaitu Forum Diskusi Komunitas (sifatnya mingguan) dan Meetup Komunitas (sifatnya bulanan).
Bermula dari informasi yang saya peroleh di websitenya Linimas(s)a dimana dalam rangka ingin mensosialisasikan film dokumenter yang diproduksi tim Internet Sehat, mereka memberikan kesempatan bagi komunitas online khususnya untuk dapat mengadakan kegiatan Nonton Bareng dan Diskusi yang akan diselenggarakan di masing-masing daerah.
Tanpa basa basi saya langsung melakukan pendaftaran online atas nama Komunitas BELETER.
Alhamdulillah dua hari kemudian, begitu saya cek di websitenya ternyata nama Beleter Community masuk dalam daftar mereka.
Sekarang tinggal menunggu paket kiriman DVD film mereka bersama dengan beberapa doorprize yang akan diberikan kepada para peserta nonton bareng nantinya.
Seminggu menjelang hari pelaksanaan kegiatan, saya tiba-tiba dihubungi via telepon oleh Mas Arief dari Internet Sehat.
Beliau ingin memberikan konfirmasi bahwa akan ada tiga orang perwakilan dari Internet Sehat yang bakalan datang guna mendampingi para peserta dalam acara Nonton Bareng dan Diskusi Komunitas ini.
Ketiga perwakilan tersebut antara lain: Mas Arief Taufik, Mbak Dewi Widya Ningrum, dan Mas Donny B.U..
Rencananya mereka akan tiba di Pontianak pada hari sabtu pagi tanggal 16 April 2011, sedangkan pelaksanaan kegiatan nonton barengnya sendiri akan diselenggarakan pada hari yang sama dari jam 15.00 – 17.00 WIB.
Wah, akan tambah meriah nih acaranya jika ada perwakilan dari Internet Sehat yang akan mendampingi selama kegiatan berlangsung.
Akhirnya saat yang dinanti datang juga, saya dan beberapa teman masih tampak sibuk mempersiapkan apa-apa saja yang diperlukan.
Mulai dari segi tempat pelaksanaan, fasilitas yang dibutuhkan, serta konsumsi bagi para peserta semua sudah direncanakan sejak beberapa hari sebelumnya.
Langit terlihat mendung, namun saya masih berharap hujan baru akan turun setelah acara dimulai. Satu per satu para peserta mulai berdatangan, yang paling tampak mencolok adalah ketika para peserta dari Dompet Ummat Pontianak secara bersamaan.
Tidak tanggung-tanggung, mereka membawa pasukan yang terdiri dari sebelas orang sekaligus. Kayak mau tawuran aja, hehehehe…
Oh iya, dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh dua orang asing alias bule yang berasal dari Belanda bernama Mr. Jordi dan Bulgaria (saya tidak tahu namanya karena belum sempat berkenalan).
Hadir juga Bang Pay (penulis buku Pontianak Undercover) dan Bang Deny (perwakilan dari Taman Nasional Danau Sentarum Pontianak).
Bakalan jadi semakin seru acaranya nih, sekarang tinggal menunggu tim Internet Sehat yang masih sedang dalam perjalanan ke lokasi kegiatan.
Tak lama berselang, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Diiringi hujan gerimis, mereka bertiga bergegas turun dari Honda Jazz Hitam yang mereka kendarai.
Tanpa menunggu waktu lama pemutaran film dokumenter segera dimulai, dari sini masing-masing peserta mulai terfokus ke layar infocus yang terpasang di dinding.
Saya sendiripun juga ikut menyaksikan film dokumenter yang menurut saya sangat bagus sekali. Bagaimana di film ini menceritakan seorang tukang becak yang bernama Pak Harry Van Yogya yang berhasil memanfaatkan media sosial facebook sebagai sarana promosi jasa servicenya.
Meskipun berstatus single parent karena istrinya telah meninggal pada saat terjadinya gempa bumi di Jogjakarta tahun 2006 lalu, Pak Harry tidak patah semangat.
Beliau terus belajar dan berusaha sehingga selain bekerja sebagai tukang becak, beliau dapat juga memfungsikan diri sebagai guide bagi para turis yang ingin berkunjungan ke Jogjakarta.
Kemampuannya menguasai bahasa inggris diusia yang cukup tua membuat diri saya memberi acungan jempol, jadi bercermin kepada diri sendiri yang saat ini masih diberi kesehatan dan usia yang mumpuni namun masih malas sekali kalau ingin belajar bahasa inggris. Hehehe…
Selain itu, di film dokumenter tersebut juga menceritakan bagaimana tim #JalinMerapi saling berkoordinasi dan berkomunikasi dalam melakukan evakuasi korban merapi melalui media twitter.
Bagaimana pula gerakan grup facebook Koin Prita dapat menutup jumlah denda yang harus dibayarkan kepada pihak penuntut, memang efek yang ditimbulkan dari pemanfaatan sosial media ini sungguh luar biasa besar.
Oleh karena itu, akan menjadi pelajaran bagi kita selaku pengguna sosial media bahwa sebelum membuat status atau komentar pikirkan dahulu dampaknya kemudian.
Tidak terasa sesi pemutaran film sudah selesai, untuk menambah semangat para peserta yang ada diantaranya terlihat mengantuk saya membuka sesi tanya jawab.
Pertamanya sih pada malu-malu semua, tapi begitu dari pihak Internet Sehat akan memberikan hadiah berupa kaos untuk tiga penanya pertama baru deh semuanya pada rebutan bertanya.
Sebenarnya masih ada hadiah lainnya berupa beberapa paket Norton Internet Security 2011 versi lisensi, namun hadiah ini masih saya simpan karena akan saya jadikan hadiah dalam lomba menulis resensi film dokumenter yang baru saja ditonton.
Resensi tersebut harus dimuat diblog masing-masing peserta, ada lima pemenang yang akan terpilih nantinya.
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.
Tidak lupa ucapan terima kasih banyak saya ucapkan kepada pihak pengelola Rumah Mimpi yang telah menyediakan ruangan untuk melaksanakan kegiatan, pihak Internet Sehat yang telah berkenan untuk datang mendampingi, serta para peserta yang meskipun dalam keadaan mendung masih berkenan untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
Insya Allah dalam beberapa waktu kedepan komunitas akan menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga/organisasi sosial dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan serupa.
Sebagai salah satu langkah Komunitas BELETER dalam memberi dukungan terhadap gerakan Internet Sehat di Kalimantan Barat. (DW)



