Di awal Februari 2026, Blogger Borneo mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Kuching Sarawak atas undangan dari seorang relasi yang berminat untuk membuka usaha kuliner di kota Pontianak.
Alhamdulillah setelah kurang lebih setahun lebih terakhir berkunjung kesini (tepatnya tahun 2024), Blogger Borneo akhirnya dapat kembali menuliskan pengalaman sendiri dalam misi lintas negara ini (cieee bahasanya).
Backpacker ke Kuching
Sebenarnya Blogger Borneo sudah pernah beberapa kali melakukan perjalanan menyeberang ke negeri jiran ini, namun belum pernah merasakan bagaimana jika menggunakan fasilitas publik yang tentunya lebih murah dan hemat.
Hanya sebagai gambaran, selama ini jika kita ingin berkunjung ke Kuching umumnya menggunakan transportasi bus antar negara (ada Damri, Eva, dan Bus Asia) atau jasa travel yang banyak tersedia di Pontianak.
Namun secara personal sebenarnya Blogger Borneo kurang suka menggunakan bus karena waktu tempuhnya cukup lama, dan juga kurang suka juga menggunakan travel karena tidak bebas sifatnya (kecuali paket rombongan ya).
Oleh karena itu, pada kesempatan perjalanan kali ini Blogger Borneo memutuskan untuk menggunakan metode ala ala backpacker karena sifat perjalanannya adalah sendiri dan mandiri.
Melalui 3 (Tiga) Rute Perjalanan
Oke, sekarang Blogger Borneo akan jelaskan secara detail mengenai rute perjalanan yang harus ditempuh dari Pontianak menuju Kuching ala-ala backpacker. Ada 3 (tiga) rute perjalanan yang harus ditempuh, antara lain:
Rute 1: Kota Pontianak – Border Entikong

Blogger Borneo lebih senang menggunakan transportasi via taksi freelance langsung dari kota Pontianak menuju perbatasan antar negara Entikong. Selain lebih nyaman juga lebih cepat, jarak tempuh perjalanan kurang lebih 4-5 jam jalan santai.
- Biaya perjalanan ini adalah IDR 200.000,- (paling awal berangkat jam 9 pagi dari kota Pontianak).
- Nomor kontak koordinator driver 0822-5000-2114.
- Berangkat setiap hari dan bisa request duduk kursi depan jika masih memungkinkan.
Oh iya, jangan lupa menginformasikan ke koordinator tersebut bahwa akan menyeberang ke Kuching Sarawak karena jika tidak nanti disangka hanya ke perbatasan (pintu border tutup jam 4 sore jadi harus sampai minimal 30 menit sebelumnya).
Rute 2: Border Entikong – Terminal Serian
Begitu sampai di perbatasan Entikong, Blogger Borneo langsung masuk ke area pemeriksaan dimana semua tas dan bawaan harus dimasukkan ke dalam alat deteksi sinar x setelah sebelumnya melapor ke petugas imigrasi.
Setelah proses di perbatasan Entikong (Indonesia) selesai, lanjut masuk ke area border Tebedu (Malaysia). Disini Blogger Borneo juga harus lapor ke pos penjaga perbatasan untuk cop paspor dan memasukkan kembali tas dan barang bawaan ke mesin deteksi sinar x.
Catatan Penting:
- Jangan lupa sebelum masuk ke wilayah perbatasan Tebedu (Malaysia), harus mengisi form Malaysia Digital Arrival Card terlebih dahulu. Sejak pintu perbatasan Kuching Sarawak dibuka beberapa tahun lalu, Malaysia menerapkan kebijakan baru ini. Mengenai tata cara pengisian Blogger Borneo akan bagikan informasinya dalam tulisan tersendiri.
Proses pemeriksaan di pos perbatasan Indonesia (Entikong) dan Malaysia (Tebedu) pun selesai. Sekarang status Blogger Borneo sudah sah dan resmi menjadi tamu di negeri jiran.

Karena sifat perjalanan kali ini adalah backpacker, maka Blogger Borneo diharuskan untuk berjalan kaki kurang lebih 100 meter ke sebuah area yang menjadi tempat pemberhentian bis layanan publik (penampakan bisa dilihat pada foto diatas).
City Public Link Bus Service Sdn Bhd dengan Kode S19, demikian identitas yang tertera di bis tersebut. Rute dari Tebedu menuju terminal Serian, biayanya hanya 5 ringgit saja. Karena ini adalah layanan publik maka dalam perjalanan menaikkan dan menurunkan penumpang juga.
@bloggerborneo Backpacker Kuching Part 1: Border Tebedu ke Terminal Serian Cukup Bayar 5 Ringgit Sahaja #JalanJajan #VisitMalaysia #FYP #BloggerBorneo #KuchingSarawak ♬ suara asli – Dwi Wahyudi
Kondisi bisnya tidak terlalu ramai, jalannya juga santai, butuh waktu tempuh kurang lebih 1 (satu) jam. Oh iya, ingat jadwal kedatangan bis ini di Tebedu paling awal jam 10 pagi WIB atau 11 pagi waktu Kuching (masa menunggu paling lama 15 menit).
Rute 3: Terminal Serian – Kuching
Tidak terasa bis pun masuk ke wilayah kota Serian, salah satu ikon yang terkenal di kota ini adalah tugu besar berbentuk durian. Tugu ini menjadi simbol bahwa kota Serian merupakan penghasil durian terbaik di Sarawak.
Sesampainya di terminal Serian, Blogger Borneo diminta turun untuk kemudian beralih bis dengan tujuan Bandaraya Kuching. Biaya perjalanannya adalah 6 RM (Ringgit Malaysia).
Di titik transit ini, Blogger Borneo tidak sempat mendokumentasikan dalam bentuk foto. Hanya ada dalam bentuk video yang sudah dipublikasikan ke akun TikTok (bisa lihat dibawah ini).
@bloggerborneo Backpacker to Kuching Part 2: Lanjut dari Serian ke Kuching Naik Bus Biaya 6 Ringgit #BloggerBorneo #KuchingSarawak #FYP #VisitMalaysia #JalanJajan ♬ suara asli – Dwi Wahyudi
Oke, tanpa butuh waktu panjang lagi kurang lebih setengah jam kemudian Blogger Borneo diminta untuk naik ke bis untuk melanjutkan perjalanan.
Catatan Penting:
- Pastikan sebelum masuk ke wilayah perbatasan Malaysia (Tebedu) sudah memiliki akses komunikasi via roaming atau bisa dengan membeli SIM Card sendiri (bisa beli pada saat berada di perbatasan Entikong atau ketika berada di terminal transit Serian).
Tiba di Bandaraya Kuching
Waktu tempuh perjalanan dari kota Serian menuju Bandaraya Kuching membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 1 (satu) jam juga, terkadang bisa lebih 30 (tiga puluh) menit karena kondisi jalanan.
Awalnya Blogger Borneo mengira tujuan akhirnya adalah Terminal Kuching Sentral yang merupakan titik pemberhentian semua bis antar negara (apabila dari Pontianak menggunakan bis antar negara, maka akan berhenti di titik ini).
Sebenarnya disini ada miss information yang Blogger Borneo alami karena relasi yang mengundang telah menunggu di Terminal Kuching Sentral, jadi begitu melewati titik tersebut langsung update untuk menyesuikan titik penjemputan.

Alhamdulillah ternyata terminal pemberhentian tidak begitu jauh dari area Waterfront Kuching Sarawak. Kalau masih di kawasan ini sih tidak perlu kuatir karena meskipun masih harus menunggu, Blogger Borneo sudah tahu tempat menunggu yang pas.
Penutup
Demikian sharing pengalaman Blogger Borneo ketika melakukan aksi backpacker dari tempat asal yaitu Kabupaten Kubu Raya menuju Kuching Sarawak. Memang jika dicermati, ada beberapa titik yang harus dilewati.
Sekarang jika ditotal biaya perjalanan, menggunakan taksi dari Pontianak ke border Entikong adalah IDR 200.000. Sedangkan untuk bis transit totalnya adalah RM 10 (RM 5+RM 5), dikonversi dalam kurs rupiah kurang lebih IDR 50.000.
Untuk biaya tambahan selama perjalanan (makan dan lain-lain tentu saja akan menyesuaikan sesuai level konsumsinya ya). Semoga tulisan Blogger Borneo kali ini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya.
Keterangan:
- Apabila butuh jasa untuk keberangkatan dari Pontianak ke Kuching dan sekaligus ingin jalan-jalan selama beberapa hari disana, dapat langsung menghubungi nomor whatsapp 0896-8888-2022.



Leave a Comment