Agenda

Bali Democracy Forum, Mendapat Kesempatan untuk Hadir Perdana Disini

Diperbarui 8 November 2011

Bali Democracy Forum
Daftar Isi
  1. Bali Democracy Forum
  2. Pengenalan Konsep Demokrasi
    1. Demokrasi Tidak Dapat Dipaksakan dari Luar
    2. Merupakan Hal Mendesak bagi Perkumpulan Negara-negara di Dunia
  3. Negara-negara Peserta Bali Democracy Forum
  4. Negara-negara Pengamat Bali Democracy Forum
  5. Penutup

Bali Democracy Forum (BDF) merupakan even tahunan yang secara rutin diselenggarakan di Bali, Indonesia.

Negara Indonesia menjadi pelopor terbentuknya forum demokrasi antar negara-negara Asia Pasifik ini. Sejak tahun 2008, BDF telah melaksanakan lima kali penyelenggaraan.

Bali Democracy Forum

Forum ini dibentuk dengan tujuan ingin mempromosikan sekaligus menyatukan konsep-konsep pembangunan demokrasi di masing-masing negara kawasan Asia Pasifik.

Dengan menggunakan prinsip berbagi pengalaman dan praktek, setiap negara diharapkan dapat memberikan kontribusi dan saling bekerjasama dalam penerapan hasil forum ini karena yang ikut serta dalam forum ini adalah para pengambil keputusan di negaranya.

Menurut pandangan Indonesia, demokrasi tidak hanya bercerita tentang kesuksesan suatu proses pemilihan umum kepala pemerintahan.

Demokrasi perlu diperkuat dan menjadi dasar pada tiap-tiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan salah satu wujud nyata dari konsep filosofi demokrasi sesungguhnya.

Pengenalan Konsep Demokrasi

Oleh karena itu, pengenalan mengenai konsep demokrasi khususnya kepada negara-negara kawasan Asia telah menjadi bagian dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

Indonesia menitikberatkan pentingnya demokrasi harus dibangun pada negara-negara kawasan berdasarkan atas beberapa prinsip utama, antara lain:

Demokrasi Tidak Dapat Dipaksakan dari Luar

Tiap-tiap pembangunan kenegaraan harus diawali dari pengalaman tumbuh dan berkembang bersama. Dibangun atas dasar kebangsaan, sejarah berdirinya negara, hingga kondisi budaya yang dimiliki.

Merupakan Hal Mendesak bagi Perkumpulan Negara-negara di Dunia

Tanpa melihat daya tarik ideologis dan kesamaan sistem politik, untuk saling belajar satu sama lain dalam menyempurnakan sistem pemerintahan mereka sehingga dapat memberikan pelayanan untuk mencapai tujuan yang lebih besar yaitu kemakmuran dan kedamaian.

Proses dengan belajar timbal balik dan berbagi dari pengalaman merupakan sifat alami dari konsep demokrasi sebagai satu faktor pemersatu.

Dalam pelaksanaannya, BDF bertujuan untuk mendirikan dan memelihara sebuah forum bersama negara-negara Asia yang mempromosikan pembangunan sistem kenegaraan melalui dialog dan bantuan kerjasama dibidang penguatan nilai demokratis dan pengembangan institusi demokratis.

BDF juga memulai dan memfasilitasi proses pembelajaran dan saling berbagi dari pengalaman sebagai salah satu strategi menuju ke arah perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di suatu wilayah.

Obyektif itu dibangun dalam suatu platform untuk memberikan dukungan timbal balik dan bantuan kerjasama dalam konteks demokrasi bangunan dan institusi kenegaraan.

BDF yang merupakan acara tahunan di tingkat Menteri Luar Negeri kini juga menjadi tempat bagi tokoh-tokoh berpengaruh dan terkemuka lainnya.

Negara-negara peserta BDF adalah mereka yang menganggap diri mereka sebagai negara demokratis atau bercita-cita untuk menjadi lebih demokratis di kawasan Asia-Pasifik.

Bali Democracy Forum juga dihadiri oleh pengamat dari negara-negara kawasan Afrika, Eropa dan Amerika.

Negara-negara Peserta Bali Democracy Forum

Indonesia, Afghanistan, Armenia, Australia, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, Kepulauan Fiji, Georgia, India, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Kazakhstan, Kiribati, Republik Korea, Kuwait, Kirgizstan, Lao PDR, Lebanon, Malaysia, Maladewa, Mongolia, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Oman, Pakistan, Palau, Palestina, Papua Nugini, Filipina, Qatar, Rusia, Arab Saudi, Singapura, Kepulauan Solomon, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Tonga, Timor Leste, Turki, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vanuatu, Viet Nam, Yaman.

Negara-negara Pengamat Bali Democracy Forum

Aljazair, Argentina, Austria, Belgia, Bosnia, Brasil, Bulgaria, Kanada, Kolombia, Chili, Kroasia, Kuba, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Ekuador, Mesir, Estonia, Ethiopia, Komisi Eropa, Finlandia, Perancis, Jerman, Ghana, Yunani Hungaria, Italia, Kenya, Latvia, Libya, Lithuania, Macedonia, Madagaskar, Mauritania, Mauritius, Meksiko, Maroko, Mozambik, Namibia, Nigeria, Belanda, Norwegia, Peru, Polandia, Portugal, Rumania, Senegal, Serbia, Somalia, South Afrika, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Sudan, Suriname, Swedia, Swiss, Tanzania, Tunisia, Ukraina, Inggris, Amerika Serikat, Venezuela, Zimbabwe, Sekjen PBB, Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Sekretariat ASEAN, ICRC, Forum Kepulauan Pasifik Sekretariat, Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Perwakilan, UNDP Regional UNDP Country Representative, ADB Indonesia, dan Bank Dunia Indonesia.

Penutup

Insya Allah Blogger Borneo akan hadir dalam event Bali Democracy Forum (BDF) ini mendapat undangan dari kawan-kawan dari Internet Sehat.

Sampai bertemu di tulisan Blogger Borneo selanjutnya. Tetap semangat dan sukses selalu untuk kita semua. Amin Ya Allah…

Sumber Referensi:

  • https://bdf.kemlu.go.id/

Dwi Wahyudi

Blogger Kalimantan Barat yang dalam kesehariannya beraktivitas sebagai seorang freelance untuk bidang digital marketing dan layanan profesional manajemen serta keuangan.

Mungkin Anda Suka