BloggerBorneo.Com
Belajar Bisnis, Manajemen Usaha, dan Akuntansi Keuangan

BI Kalbar Gencarkan Penggunaan QRIS untuk Percepatan Digitalisasi UMKM

Sejak diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019 dan berlaku efektif per 1 Januari 2021 hingga Maret 2021, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat (BI Kalbar) sudah mencapai angka pengguna di 70.533 merchant.

Menurut Kepala Kantor BI Kalbar, Agus Chusaini menjelaskan dari angka tersebut, dari 14 kabupaten dan kota yang ada, mayoritas pengguna berasal dari wilayah kota Pontianak yaitu mencapai 31.964 merchant.

“Untuk saat ini di Kalbar perluasan penerapan QRIS terus digencarkan bahkan hingga ke batas negeri. Hal ini dilakukan supaya UMKM bisa go digital, maju dan bersaing.” demikian ujarnya seperti dikutip dari laman kalbar.antaranews.com, Jum’at (14/05/2021).

UMKM Go Digital

Kondisi pandemi yang dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir ini telah cukup meluluhlantakkan hampir seluruh bidang usaha yang ada membuat pemerintah harus cepat berpikir kreatif dan inovatif dalam membuat kebijakan untuk memulihkan kondisi.

Disinilah Bank Indonesia sebagai salah satu stakeholder mengambil langkah memaksimalkan fungsi transaksi secara online dengan menerapkan sistem pembayaran menggunakan QR Indonesian Standard (QRIS) sebagai kanal pembayaran digital yang cepat, mudah, murah,dan aman bagi UMKM serta dapat diterapkan di seluruh jenis transaksi.

Agus Chusaini menambahkan sistem pembayaran secara non tunai secara nyata memiliki kecenderungan meningkat di tengah kondisi pandemi COVID-19 mudah, aman secara kesehatan dan lebih efisien.

Selain itu, penggunaan QRIS dapat mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, dan memajukan UMKM. Hal ini sesuai dengan misi BI Kalbar untuk mendorong  pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Kalbar di tengah pandemi.

Belajar dari Pengalaman

Menjaga UMKM untuk dapat terus bertahan dalam segala kondisi apapun telah menjadi prioritas dari Bank Indonesia karena fakta berbicara bahwa UMKM telah menjadi salah satu penopang ekonomi negeri ini ketika krisis ekonomi terjadi.

Tidak dapat dipungkiri keberadaan para pelaku UMKM yang ada dan tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia mampu membuat bangsa ini tetap dapat berdiri di tengah keterpurukan kondisi ekonomi yang dialami beberapa waktu lalu.

Dan untuk kesekian kalinya, para pelaku UMKM di Indonesia kembali harus berupaya untuk bertahan di kala serangan virus Covid-19 menyerang hampir seluruh sendi-sendi bidang kehidupan. Tak bisa dipungkiri, UMKM juga turut terpukul dampak wabah yang hingga saat masih berlangsung.

Peranan Teknologi Digital

Secara umum, Bank Indonesia bersinergi bersama dengan pemerintah terus mendorong terciptanya UMKM baru sebagai kekuatan perekonomian nasional. Harapannya, UMKM baru ini bisa langsung dapat memanfaatkan teknologi digital mulai dari proses pembiayaan, pemasaran, hingga pembayaran.

Kita dapat lihat sendiri bagaimana kondisi pandemi COVID-19 secara perlahan namun pasti telah mengubah tata cara dan kebiasaan kita dalam menjalankan aktivitas kehidupan harian.

Penerapan tatanan kehidupan era baru tentu tidak hanya mengedepankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, menghindar dari kerumunan tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran  seperti dengan non tunai.

QRIS Menjadi Solusi

Menghadirkan QRIS sebagai solusi telah diwujudkan oleh Bank Indonesia yang salah satu tugasnya adalah memperlancar sistem pembayaran dan mempermudah transaksi pembayaran para merchant.

Demi mempercepat proses implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) di Kalbar, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barar telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Untuk TP2DD yang sudah dibentuk di Kalbar antara lain TP2DD Provinsi dan Kabupaten Kubu Raya. Upaya selanjutnya implementasi QRIS di 14 kabupaten atau kota di Kalbar dan rapat koordinasi kendala penyaluran Bansos non tunai.

Upaya Semakin Gencar

Hampir kurang lebih setahun berjalan, di tahun ini upaya yang dilakukan BI Kalbar dalam mendukung implementasi QRIS akan diupayakan lebih gencar. Beberapa langkah diambil seperti: Sosialisasi QRIS APGAKUM, Akuisisi QRIS Wilayah Perbatasan Pasar Entikong dan Pasar Aruk, Sosialisasi QRIS Destinasi Wisata Pantai Kura-Kura dan Pulau Lemukutan serta Sosialisasi QRIS UMKM di Kubu Raya dan Singkawang.

“Adanya kegiatan sosialisasi hingga ke beranda negeri yakni untuk memperkenalkan infrastruktur layanan non tunai khususnya QRIS yang menjadi opsi metode pembayaran non tunai yang praktis, cepat dan mudah. Sehingga dengan adanya sosialisasi masyarakat perbatasan juga mengetahui dan bisa menikmati kemudahan QRIS.” kata Agus Chusaini.

Beliau menjelaskan bahwa penggunaan QRIS mudah dan bahkan gratis. Pelaku usaha atau industri keuangan tidak perlu investasi besar seperti dengan mesin EDC. Untuk mendaftar juga bisa secara online, para pemilik UMKM Kalbar nantinya akan langsung mendapatkan kode yang bisa langsung dicetak.

Testimoni UMKM Pengguna

Salah satu diantara UMKM Kota Pontianak yang telah menggunakan QRIS sebagai salah satu sistem pembayarannya adalah Mie Tiaw Melayu PSP Pontianak. Menurut pemiliknya Bang Yul, QRIS membuat para pelanggannya lebih mudah dalam bertransaksi.

“Sekarang para pelanggan tak perlu repot lagi membawa uang tunai dalam jumlah banyak di dompetnya, cukup scan QR Code yang terpajang diatas meja kasir dan dalam waktu singkat transaksi pembayaran pun telah dilakukan.” demikian jelasnya kepada founder Komunitas UMKM Kalbar Borneo Istimewa ketika sedang berkunjung beberapa waktu lalu.

Demikian salah satu testimoni langsung dari salah seorang pemilik UMKM Pontianak yang telah merasakan langsung manfaat dari penggunaan sistem transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS dari BI Kalbar.

Bagi para pemilik UMKM Kalbar yang juga ingin mendapatkan fasilitas layanan dalam bentuk QRIS Code dapat langsung menghubungi nomor WhatsApp ini. UMKM Kalbar Go Digital, UMKM Kalbar Naik Kelas. (DW)

 

Advertisement

Indonesia Website Awards