“Ketika menjalankan bisnis, brand jangan menjadi fokus pertama. Anda harus tahu apa core value dan add value bisnis Anda.” demikian kalimat pembuka dari Dr. Rulli Nasrullah, M.Si dalam sesi Workshop Digital Skills Pontianak yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Lantai 2 d’Real Cafe Jalan Pancasila Pontianak.

Sebagai salah seorang Konsultan Media Sosial Nasional yang sudah cukup berpengalaman, Kang Arul secara intens dalam dua hari praktik workshopnya menjelaskan bahwa selama ini masih banyak para pelaku UMKM masih belum paham dengan konsep digital marketing yang sesungguhnya.

Menentukan Core Value Produk

Menurut sosok lulusan S3 Universitas Gajah mada (UGM) ini tujuan utama menggunakan digital marketing adalah untuk membuat pelanggan bertahan dengan produk Anda. Dan sebelum Anda memutuskan menggunakan digital marketing, pastikan semua yang dibutuhkan telah siap.

Dari tulisan Blogger Borneo sebelumnya mengenai Milenial Kreatif Pontianak Selenggarakan Workshop Skills Digital Pertama untuk UMKM Kalimantan Barat, hal pertama yang harus dipahami oleh para pemilik UMKM Kalimantan Barat adalah bagaimana dapat mendeskripsikan jenis usaha yang sedang mereka jalankan sekarang.

Ternyata dari beberapa peserta workshop, masih banyak yang masih bingung menentukan core value dan added value usahanya apa. Sama halnya ketika mereka diperlihatkan foto salah satu produk permen kopi di layar presentasi, ketika ditanya yang dijual apakah permen atau kopi, ada yang menjawab jualan kopi dan ada juga yang menjawab jualan permen.

Perbedaan Core Value dan Added Value

Core value dan added value adalah dua konsep yang berbeda dalam konteks bisnis dan pemasaran.

Core value adalah nilai inti atau prinsip yang menjadi dasar dari suatu perusahaan atau merek. Core value biasanya berkaitan dengan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh perusahaan, seperti integritas, kualitas, kepercayaan, inovasi, dan keberlanjutan.

Core value ini juga mencerminkan misi dan visi perusahaan, serta memberikan panduan bagi perusahaan dalam mengambil keputusan strategis.

Sementara itu, added value adalah nilai tambah atau keuntungan ekstra yang diberikan oleh suatu produk atau layanan yang tidak dapat ditemukan pada produk atau layanan sejenis lainnya.

Added value dapat berupa kualitas produk yang lebih baik, pelayanan pelanggan yang lebih baik, pengalaman konsumen yang lebih baik, atau fitur tambahan yang tidak dimiliki oleh pesaing.

Added value dapat membantu perusahaan meningkatkan nilai produk atau layanan mereka, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan membedakan produk mereka dari pesaing di pasar.

Perbedaan antara core value dan added value adalah pada fokusnya. Core value fokus pada nilai inti yang dianut oleh perusahaan, sedangkan added value fokus pada nilai tambah atau keuntungan ekstra yang diberikan oleh produk atau layanan.

Keduanya memiliki peran yang penting dalam membangun merek dan mencapai kesuksesan bisnis, dan keduanya harus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan untuk memenangkan hati pelanggan dan memenangkan persaingan di pasar.

Digital Marketing Menjaga Hubungan

Digital Marketing dapat membantu perusahaan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan membantu mempertahankan pelanggan yang sudah ada menjadi pelanggan setia. Beberapa cara Digital Marketing dapat membantu dalam hal ini adalah:

Personalisasi Pengalaman Konsumen

Dalam Digital Marketing, perusahaan dapat menggunakan data konsumen untuk membuat pengalaman konsumen yang lebih personal dan relevan. Misalnya, mengirimkan email yang disesuaikan dengan preferensi konsumen atau menampilkan iklan yang relevan dengan perilaku browsing mereka.

Meningkatkan Interaksi dengan Pelanggan

Digital Marketing memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan melalui media sosial, email, atau saluran digital lainnya. Dengan meningkatkan interaksi ini, perusahaan dapat membentuk hubungan yang lebih erat dengan pelanggan dan membangun kepercayaan.

Memberikan Konten yang Bernilai

Perusahaan dapat memanfaatkan Digital Marketing untuk memberikan konten yang bernilai kepada pelanggan, seperti tutorial, panduan, atau informasi terbaru mengenai produk dan layanan mereka. Dengan memberikan konten yang bernilai, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membantu membangun kesetiaan pelanggan.

Menyediakan Layanan Pelanggan yang Mudah

Digital Marketing memungkinkan perusahaan untuk menyediakan layanan pelanggan yang mudah diakses, seperti chatbot atau dukungan pelanggan melalui media sosial. Dengan menyediakan layanan pelanggan yang mudah diakses, perusahaan dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan tingkat kepuasan mereka.

Menyediakan Program Loyalitas

Perusahaan dapat menggunakan Digital Marketing untuk menyediakan program loyalitas yang menarik bagi pelanggan, seperti diskon khusus, hadiah, atau program penghargaan. Dengan menyediakan program loyalitas, perusahaan dapat membantu mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan meningkatkan kesetiaan mereka.

Dengan menerapkan strategi Digital Marketing yang tepat, perusahaan dapat membangun hubungan yang erat dengan pelanggan dan membantu mempertahankan pelanggan yang sudah ada menjadi pelanggan setia. Ini dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan meningkatkan pendapatan jangka panjang. (DW)