Menjadi Sukses adalah Impian, Menjadi Blogger adalah Pilihan.

Klarifikasi OJK Mengenai D4F, Tidak Berijin dan Bukan Lembaga Jasa Keuangan

Satu mulai senyap tak lama muncul lagi satu nama marak beraksi. Nama baru ini dikenal sebagai Dream for Freedom atau lebih dikenal sebagai D4F. Setelah sebelumnya kita sempat dihebohkan dengan kemunculan sebuah “komunitas bisnis” bernama Mavrodi Mondial Moneybox atau lebih dikenal sebagai MMM alias Manusia Membantu Manusia, sekarang muncul lagi satu nama baru yang secara perlahan mulai menyebar luas pergerakannya di kalangan masyarakat.

Sebenarnya selama ini Blogger Borneo sudah sering mendengar akan kemunculan nama D4F, namun tidak pernah ditanggapin meskipun sudah beberapa orang yang menawarkan kesempatan untuk bergabung. Secara sekilas Blogger Borneo melihat mekanisme D4F sama seperti “komunitas bisnis” sebelumnya, tidak ada produk yang dijual sehingga keuntungan diperoleh hanya semata-mata berasal dari komisi mengajak orang lain bergabung disini.

BACA JUGA: WEBSITE PROMONESIA TIDAK BISA DIAKSES, INDIKASI D4F SCAM? 

Secara kebetulan Blogger Borneo membaca sebuah tulisan dari salah seorang Kaskuser bernama Kharym berjudul Awas Tertipu D4F. Secara gamblang kaskuser ini menjelaskan mengenai mekanisme perputaran uang yang diterapkan oleh Dream for Future mulai dari sistem bergabung menjadi anggota hingga persentase jumlah “bagi hasil” keuntungan yang diberikan.

Dream for Freedom
Dream for Freedom (Sumber: Google.Com)

Berikut merupakan ilustrasi yang dijelaskan kaskuser ini dalam TS-nya:

“Jika Agan member dengan transfer modal awal 10 juta dan tiket 200 rb tiap putaran, maka 2 minggu kemudian Agan akan mendapatkan 15% persen dari modal tersebut yaitu 1,5 juta ditambah uang tiket Agan dikembalikan jadi total 1,7 juta, selanjutnya tentu Agan harus mengikuti putaran kedua dengan membayar lagi tiket 200 rb…hal ini akan terus berulang sampai 14 kali putaran (7 bulan) tapi tdk enaknya modal Agan tidak bisa ditarik dan Agan harus menyetor modal lagi dengan nominal yg sama kalau mau terus lanjut jadi member D4F. Kesimpulannya setelah 14 putaran (7 Bulan) member yg invest 10 juta bisa, menerima 1.5 jt x 14 = 21 juta dengan rincian :

  • 10 juta = Modal Agan yg sudah terkumpul kembali
  • 10 juta = Agan setor lagi ke D4F untuk memperpanjang keanggotaan Agan
  • 1 Juta = Keuntungan bersih Agan, lumayan lah bisa buat paket internet 7 bulan ke depan..

kesimpulan ane sudah dikonfirmasi oleh salah satu member D4F.

Apakah ilustrasi diatas cukup ribet ? Mungkin itulah yg membuat member D4F kurang waspada…”

Di satu sisi, dalam TS-nya juga ada dilampirkan screenshot kiriman email balasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai status operasional D4F di Indonesia apakah memiliki ijin atau tidak. Berikut penampakan SS-nya:

Email Balasan dari OJK Terkait Dream for Freedom D4F
Email Balasan dari OJK Terkait Dream for Freedom D4F (Sumber: Facebook.Com)

Memang jika diperhatikan D4F ini bergerak secara komunitas, jadi OJK tidak bisa memasukkannya dalam kategori Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Akan tetapi jika dilihat dari mekanisme pengumpulan dana dari para anggota yang bergabung memang sudah seharusnya D4F meminta ijin kepada pihak OJK. Hal ini dilakukan agar nantinya D4F tidak dianggap sebagai investasi bodong dimana kalau ada kejadian apa-apa bisa langsung ditangani oleh OJK.

Mungkin kita masih ingat mengenai kasus Patungan Usaha yang pernah dialami oleh Ustadz Yusuf Mansur. Pada saat itu pendiri Pondok Pesantren Daarul Qur’an ini memiliki ide untuk membuat sebuah konsep Patungan Usaha yang dananya akan digunakan membangun beberapa infrastruktur seperti hotel muslim dan lain sebagainya. Mekanisme keuntungan nantinya akan dihitung secara bagi hasil sesuai jumlah dana yang disetorkan.

Dalam waktu singkat, ide Ustadz Yusuf Mansur ini langsung direspon masyarakat luas. Dalam waktu singkat dana miliaran sudah terkumpul dalam rekening-rekening yang telah dipersiapkan. Melihat kondisi ini, OJK pun langsung bereaksi dengan memberhentikan dulu Patungan Usaha dan memberikan usulan kepada Ustadz Yusuf Mansur untuk mengurus semua ijin-ijinnya dalam bentuk koperasi. Alhamdulillah usulan OJK tersebut langsung direspon dan untuk saat ini koperasinya sudah terbentuk secara resmi dengan nama Koperasi Indonesia Berjamaah (KOPINDO).

Sekarang kembali ke Dream for Freedom, secara pribadi Blogger Borneo melihat komunitas ini terdiri dari orang-orang yang saling berpatungan demi mengumpulkan modal untuk menjalankan beberapa bidang usaha, salah satu diantaranya adalah www.promonesia.com. Nah, dari putaran uang ini nantinya baru akan dibagi rata kepada setiap anggota yang bergabung. Hanya masalahnya disini adalah D4F belum memiliki legalitas resmi dan jelas dari OJK ataupun Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengenai mekanisme perputaran uang yang diterapkan. Bukan bermaksud untuk berpikir negatif namun meminimalisir segala resiko yang kemungkinan terjadi itu juga merupakan bagian dari pertimbangan cerdas. Salam sukses… (DW)

DAPATKAN INFO TERBARU SHARING BLOG
Masukkan Alamat Email Anda untuk Dapatkan Info Terbaru Mengenai Sharing Blog
# Data Email Anda Tidak Akan Disebarluaskan #
No Comments
  1. Jamaludin says

    Begitulah bisnis berbentuk melibatkan orang banyak, tumbuh dengan sendirinya begitu juga mati dengan sendirinya mengikuti seleksi alam.
    Bagi yang ingin berjualan bibit tanaman agrobisnis silakan menghubungi saya. Trims…

  2. Bugitocatering says

    Baru ajah tetangga mengenalkan program ini ke saya, tapi dengan berbagai alasan saya samakan dengan nasip MMM, tapi sepertinya dia sudah terpengaruh dalam dengan program ini. terutama di saat pertemua anggota yang dihadiri anggota lemhannas, artis dan tokoh lainnya.
    sampai akhirnya saya tanya, apa sudah terdaftar di OJK? dengan semangat dia bilang udah terdaftar di OJK. saya hanya bisa meng ooh kan saja,
    Setelah lihat blog ini…… ooooh ooooh ternyata BODONG.Kasihan tetangga saya, hanya menghabiskan waktu saja.

  3. Musmuliadi says

    Bukan investasi bodong, tapi partisipan, jadi tdk bisa di daftar di ojk, hasil keuntungan promonesia yg bagi ke member 1% perhari.

    1. Dwi Wahyudi says

      Oh gitu ya, btw kira2 ada dikasih gambaran ngga Promonesia itu berapa lama bakal untung???

  4. wahab says

    bnyak org blag d4f bodong yg artix tdk jelas,mnurut sy bkn d4f yg bodong tpi org yg bicara yg bodong,krn tdk jelas lembaga apa,asal koar di medsos,

    1. Dwi Wahyudi says

      Ternyata membernya yang komentar, hehehehe… 😀

  5. wahab says

    yg mengherankan sy,org2 yg seharusnya yg wajib untk koment dn bertindak dlm hal bodong atw tdk,atw ilegal atw legal,mreka hx diam,pdhal mreka2 yg dr lembaga2 terkait itu yg hrsx koar,tpi knp mreka diam,jwbnx adlh.krn mereka org2 yg jelas yg pux identitas,sdg yg asl koar2 di medsos in org2 yg tdk jelas

  6. Arief Kusnandar says

    Anjing menggonggong kafilah berlalu…

  7. anak jaLanan says

    d4f makin ok bgt ,,,,,
    tiap 15 hari cair …..
    bahkn hmpir tiap hari cair ,,,,
    ok ok bgt Laaah

    1. Dwi Wahyudi says

      Alhamdulillah… 🙂

  8. Yusuf Arif says

    D4F memng ok tetangga saya brmimpi beli pesawat tempur . Kasian dari kecil blum pernah beli pesawat mainan 🙂

  9. THOMAS says

    D4F adalah sistemnya nama Komunitasnya NESIA. Komunitas ini luar biasa inilah ide kreatif seorang anak bangsa. Nesia telah TERBUKTI mengubah hidup banyaaak orang. Sukses selalu dan LONG LIFE NESIA (D4F) COMMUNITY !!!!!!!

  10. Henri Butarbutar says

    Semoga Dream For Freedom (D4F) yang terkenal juga dengan “Komunitas NESIA” berjalan dengan lancar, untuk Kesejahteraan semua Member Komunitas NESIA di Indonesia dan Dunia.
    http://www.dream4freedoms.com

  11. raffi says

    Dwi wahyudi lbih baik anda diem. Anda tidak tau dan belum menjalani sudh menilai. Biarkan org denan kayakinannya masing2. Anda punya kerjaan juga. Jgn merasa baik dan benar ndri. Silahkan anda tanya member daf ad yg dirugikan ngk. Kalau ngk rugi bukan bisnis namanya. Berkaca dlu.

    1. Dwi Wahyudi says

      Maaf Anda siapa ya? Yang bilang saya ribut siapa? Noh sekalian kasih tahu para pembuat TS mengenai D4F di forum Kaskus, lebih banyak lagi postingannya. Baru tulisan kayak gini aja udah ketakutan bakal kesulitan cari member. Hhhmmm…

  12. haji soim says

    pengen dwite banyak yo kerja,tp kerjaane jangan ngakali kancane.insaallah ndak ada barokahnya.itu sudah terbukti di dunia ini.maaf saya yg hanya pedagang hasil bumi aja alhamdulillah punya mobil sudah 2 truck nya 3 speda motor 6.rumah gedong sawah 5 rakit.tp ingat semua itu hanya titipan.dan ga mungkin di bawa mati.jadi kalo pingin apa2 ada ya kerja.biso ndue koyo ngono wae yo payahe setengah modar kok di kon melu investasi2 nan,ora usah kakean ngimpi.

  13. Henri Butarbutar says

    Semoga Komunitas NESIA dengan sistem Mulia Artha Qives (MAQ) berjalan dengan lancar, untuk Kesejahteraan semua Partisipan Komunitas NESIA di Indonesia dan Dunia.
    http://www.nesianusantara.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.