BloggerBorneo.Com
Belajar Bisnis, Manajemen Usaha, dan Akuntansi Keuangan

Apple Berencana Luncurkan Mobil Listrik Apple Car Tahun 2024

Melihat sekilas penampakan video beberapa jenis mobil listrik berlogo Apple di beranda media sosial baru-baru ini membuat Blogger Borneo merasa penasaran dan mencari informasi berkaitan penampakan tersebut. Sepertinya Apple memiliki rencana untuk memproduksi mobil listrik.

Sebenarnya tidak cukup sulit untuk mencari informasi ini, toh hanya dalam waktu tidak sampai semenit Blogger Borneo sudah mendapatkan semua artikel mengenai mobil listrik Apple Car.

“Apple Inc dikabarkan akan menandatangani kesepakatan kemitraan pembuatan mobil listrik otonom Apple Car dengan Hyundai Motor pada Maret 2021.” demikian tulisan paragraf awal yang Blogger Borneo kutip dari laman CNBC Indonesia, Senin (11/01/2021).

Dengan adanya informasi tersebut, sudah hampir dapat dipastikan bahwa Apple Inc telah mendapatkan mitra produsen untuk mewujudkan keinginannya menciptakan mobil listrik Apple Car atau sesuai brand name yang digunakan selama ini dapat disebut sebagai iCar.

Mobil Listrik Apple Car

Dalam pemberitaan yang dilansir dari laman VOA Indonesia, Rabu (23/12/2020) disebutkan bahwa untuk saat ini Apple Inc sedang bergerak maju untuk mengembangkan teknologi mobil swakemudi (self-driving).

Dijelaskan lagi, Apple Inc menargetkan untuk dapat memproduksi kendaraan penumpang dengan menggunakan teknologi buatan sendiri pada tahun 2024. Meskipun sebenarnya upaya produsen iPhone ini di bidang otomotif telah digeluti sejak 7 tahun lalu. Oleh Apple Inc proyek ini diberi nama Project Titan.

Dihentikan Sementara

Sejak mulai berjalan, proyek ini tidak berjalan semulus keinginan karena rencana awalnya adalah Apple Inc sendiri yang mendesain kendaraannya. Akan tetapi karena masih sibuk dengan pengembangan perangkat lunaknya, Project Titan untuk sementara dihentikan.

Pada tahun 2018, Apple Inc kembali ingin melanjutkan proyek pengembangan mobil listrik Apple Car nya dengan menunjuk Doug Field, seorang veteran Apple yang pernah bekerja di Tesla Inc untuk kembali mengawasi proyek tersebut pada tahun 2018.  Namun setahun kemudian sebanyak 190 orang tim Project Titan tersebut diberhentikan.

Melihat kondisi ini, Apple Inc kemudian mengubah konsep awalnya yang ingin mendesain sendiri mobil listrik Apple Car nya lalu mencari produsen otomotif untuk diajak kerjasama. Dan dari beberapa produsen yang ada sepertinya pilihannya jatuh ke Hyundai Motor.

Teknologi Sensor Lidar

Apple Inc telah memutuskan untuk memanfaatkan pihak ketiga untuk merakit elemen sistem, termasuk sensor lidar. Teknologi akan membantu mobil mengemudi sendiri dan akan mendapatkan tampilan jalan tiga dimensi, kata dua orang yang mengetahui rencana perusahaan.

Lidar biasanya digunakan untuk membuat peta resolusi tinggi, dengan aplikasi dalam survei, geodesi, geomatika, arkeologi, geografi, geologi, geomorfologi, seismologi, kehutanan, fisika atmosfer, panduan laser, pemetaan petak laser udara (ALSM), dan altimetri laser. Teknologi ini juga digunakan dalam kontrol dan navigasi untuk beberapa mobil otonom.

Mobil Listrik Apple Car mungkin akan menampilkan beberapa sensor lidar untuk memindai jarak yang berbeda. Beberapa sensor dapat diturunkan dari unit lidar yang dikembangkan secara internal. Model Apple iPhone 12 Pro dan iPad Pro yang dirilis tahun ini memiliki fitur sensor lidar.

Desain Baterai Radikal

Jika diperhatikan dari video diatas, tujuan utama Apple Inc memproduksi sendiri kendaraan pribadi selain ingin menunjukkan eksistensinya sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia juga ingin memperlihatkan desain baterai baru yang memiliki kinerja “radikal”.

Baterai baru yang akan ditanamkan di dalam semua mobil listrik Apple Car nantinya memiliki kemampuan mengurangi biaya baterai dan meningkatkan jangkauan kendaraan secara signifikan. Mengenai sampai sejauh mana kinerja baterai baru ini dapat dilihat ketika protoype mobilnya sudah dirilis secara resmi pada tahun 2024 nanti atau bahkan mungkin bisa lebih cepat di tahun ini. (DW)

 

Advertisement

Source CNBC Indonesia VOA Indonesia
Leave A Reply

Your email address will not be published.