Petani Kecil Terbantu Berkat Sistem Pertanian Terpadu dari APRIL Indonesia

APRIL Indonesia selalu berupaya membantu masyarakat di sekitarnya. Beragam upaya dilakukan. Salah satunya dengan menggulirkan Sistem Pertanian Terpadu yang terbukti membantu banyak petani kecil. Berdiri sejak 1993, APRIL Asia telah menjadi produsen pulp dan kertas terkemuka di Asia. Dengan lahan perkebunan seluas 476 ribu hektare, mereka mampu menggapai kapasitas produksi yang tinggi. Per tahun, APRIL tercatat sanggup memproduksi kertas 850 ribu ton serta pulp sebanyak 2,8 juta ton.

Namun, keberhasilan bisnis tidak membuat APRIL Paper melupakan pihak lain. Kesejahteraan masyarakat di sekitar juga menjadi perhatian. Oleh sebab itu, mereka menggulirkan berbagai program Community Development (CD) untuk membantu warga berkembang.

CD memiliki banyak program yang dijalankan, namun Sistem Pertanian Terpadu menjadi salah satu yang paling bermanfaat. Pada dasarnya, ini adalah upaya dari APRIL untuk menyediakan pelatihan bagi petani serta memfasilitasi bantuan teknikal agar ada peningkatan pendapatan petani dari kegiatan agrikultur.

APRIL Paper mulai menjalankan Sistem Pertanian Terpadu pada 1999. Secara khusus, mereka menggandeng para petani yang berada di Provinsi Riau. Kebetulan provinsi tersebut memang menjadi basis operasinya.

Wujud nyata dari Sistem Pertanian Terpadu sangat banyak. Para petani diberi pelatihan tentang cara bertani yang tepat. Selain itu, APRIL Indonesia juga mendukung mereka dengan sejumlah bantuan lain seperti penyediaan pupuk hingga peralatan pertanian.

APRIL Asia biasanya memilih para petani yang tergabung ke dalam kelompok tani yang diakui pemerintah untuk mengikuti program Sistem Pertanian Terpadu. Selain itu, minat yang tinggi dalam pertanian menjadi keharusan untuk bergabung, begitu pula halnya dengan kepemilikan lahan. Namun, kegiatan ini tidak hanya dikhususkan untuk para petani saja. Para peternak maupun nelayan bisa menjadi anggota Sistem Pertanian Terpadu.

Sistem Pertanian Terpadu APRIL Indonesia
Image: APRIL Indonesia

Dalam peternakan, APRIL Paper mendukung dengan memberi bibit ternak. Selain itu, mereka juga memberikan bantuan pemeliharaan hewan ternak. Hal itu termasuk pemeriksaan kesehatan rutin dan perawatan ternak secara berkala.

Sementara itu, bagi mereka yang berkecimpung dalam perikanan seperti petani tambak atau nelayan, bentuk dukungan APRIL dalam Sistem Pertanian Terpadu berbeda lagi. Selain memperoleh pelatihan, petani ikan tambak dapat menerima ikan dan pakan ikan. Sedangkan nelawan diberi bantuan peralatan penangkapan ikan seperti jaring ikan.

Selama ini APRIL Indonesia memusatkan aktivitas utama Sistem Pertanian Terpadu di fasilitas Pusat Pelatihan yang dimilikinya. Selain menjadi tempat berkumpul petani untuk pelatihan, diskusi dan konsultasi tentang usaha kecil dan menengah mereka, pusat pelatihan ini juga berada di tempat pembenihan dan tanaman yang dapat diproduksi petani. Sebagai contoh di sana ada kebun tanaman hidroponik yang bisa menjadi ajang eksperimen para petani.

Sistem Pertanian Terpadu telah menjangkau banyak petani di Riau. Dukungan sudah diberikan APRIL ke 2.200 petani dan 119 kelompok tani dengan luas lahan mencapai 1.632 hektare. Secara khusus, pada tahun 2017, sebanyak 167 petani mendapatkan pelatihan mengolah lahan pertanian serta 57 kelompok tani memperoleh bantuan bahan pertanian. Jika diperluas, hal serupa telah dinikmati oleh 2.200 rumah tangga.

Namun, ketika bergabung dalam Sistem Pertanian Terpadu, petani tidak hanya menikmati dukungan dari APRIL Indonesia. Kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi mereka untuk berjejaring. Hal ini berguna untuk meningkatkan pengetahuan serta memperbesar kemungkinan bekerja sama antarpetani. Tentu ini pada akhirnya akan berarti penting bagi peningkatan pendapatannya.

SANGAT BERARTI BAGI PARA PETANI

Sistem Pertanian Terpadu yang dijalankan oleh APRIL Indonesia terbukti tepat guna. Para petani banyak yang merasa mendapatkan dukungan penting bagi peningkatan kesejahteraannya. Program itu dirasa sangat berarti.

Banyak contoh yang dapat diajukan. Salah satunya yang dirasakan oleh para petani yang tergabung ke dalam kelompok tani Mekar Tani di Desa Sungai Lipai, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar. Mereka bisa merasakan peningkatan hasil panen setelah didampingi oleh unit operasional APRIL, PT RAPP, dalam bertani.

Padahal, para petani di Mekar Tani bercocok tanam di lahan gambut. Jenis tanah ini dikenal sulit untuk pertanian. Bahkan, sering dikatakan, mustahil untuk bertani di sana. Namun, dukungan APRIL Asia membuat para petani dapat mengatasi berbagai kendala untuk menanam dengan baik.

Sebagai contoh adalah kemampuannya menanam mentimun. Berkali-kali, kelompok tani Mekar Tani mampu panen dengan hasil yang baik. “Di bawah binaan RAPP, kami sudah sekitar 7 kali panen dengan komoditi yang berbeda dan untuk pemasaran sudah tidak ada lagi kendala karena langsung diambil oleh penjualnya dan dijual ke Pekanbaru,” kata Ketua Mekar Tani, Sakimin, di Go Riau.

Tingkat panen yang bagus tergambar dari perbandingan lahan yang dipakai dengan hasil panenan. Untuk lahan seluas 0,5 hektare, Mekar Tani mampu menghasilkan enam ton mentimun. Namun, selain mentimun, Mekar Tani juga menanam berbagai jenis tanaman lain. Mereka tercatat bisa menanam kacang panjang dan cabai dengan baik.

”Terimakasih kepada RAPP yang terus membina kelompok tani melalui program CD dan kepedulian perusahaan terhadap kelompok tani kami,” tutur Sakimin.

Selain para petani, para peternak ikut merasakan manfaat besar dukungan APRIL Paper terhadap mereka. Ini dirasakan oleh Kelompok Tani Rizki Mandiri yang ada di Desa Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar. Sesudah mendapat bantuan bibit sapi, mereka mampu mengembangkannya hingga jumlahnya bertambah.

Awalnya mereka diberi 14 ekor bibit sapi. Dengan pendampingan yang baik dari APRIL Paper, Kelompok Tani Rizki Mandiri mampu membiakkan sapi-sapi tersebut. Hingga kini sapi yang dipelihara sudah berkembang hingga menjadi 72 ekor.

“Semoga sistem ternak yang diterapkan mampu terus mengembangkan hasil kami dengan baik dan cepat,” kata Saijo, salah satu anggota Kelompok Tani Rizki Mandiri di Go Riau.

Peternakan dan perikanan menjadi salah satu bidang yang dijalankan dalam Sistem Pertanian Terpadu. Mereka tahu para petani memiliki waktu senggang usai mengelola lahan pertaniannya. Selama ini, waktu yang berharga tersebut kerap disia-siakan. Petani tidak melakukan apa pun. Kalaupun menjalankan aktivitas, biasanya malah masuk ke hutan untuk mengambil kayu. Tentu akan merugikan lingkungan.

Kegiatan beternak bisa menjadi alternatif aktivitas pengisi waktu luang yang bermanfaat. Petani dapat mengelola peternakannya untuk mendapatkan sumber penghasilan tambahan.

Para petani memang tidak dilupakan begitu saja. Cukup banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pertanian dan peternakan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada Februari 2017, jumlah orang Indonesia yang bekerja di sektor tersebut mencapai 39,68 juta orang. Jumlah ini setara dengan 31,86 persen dari total penduduk yang bekerja.

Jelas jumlah itu tidak bisa disepelekan. Terbukti nyata pertanian amat penting bagi rakyat Indonesia. Hal inilah yang membuat APRIL Indonesia tak ragu mengembangkan Sistem Pertanian Terpadu. Program ini akhirnya berhasil mengangkat kesejahteraan para petani kecil di Provinsi Riau. (ADV)

You might also like

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More