Sekitar 400-an orang peserta tampak hadir dalam kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Komunitas BELETER, didukung penuh oleh Bang Yansen (Executive Director ID-Byte) serta Bang Leon (Co-Founder TokoPedia).
Dengan mengambil tema Menangkap Peluang Bisnis di Era Dunia Digital, kedua orang ini akan menjadi pembicara utama dalam event seminar tersebut.
Ucapan terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan atas nama pribadi sekaligus mewakili Komunitas Blogger Pontianak kepada kedua pembicara ini yang telah berkenan untuk menyisihkan sedikit waktu dan tenaganya demi mendukung terlaksananya kegiatan seminar tersebut.
Kecintaan mereka terhadap tanah kelahiran menjadi alasan utama kenapa kedua tokoh pelaku bisnis digital ini bersedia datang ke Pontianak guna membagi ilmu dan pengalaman yang telah mereka dapatkan selama ini.
Berawal dari sebuah perkenalan yang terjadi secara tidak sengaja, saya akhirnya bisa mengetahui bahwa ada salah satu putra daerah yang telah berhasil dan sukses mengembangkan bisnis digitalnya di luar Kalimantan Barat.
Sempat beberapa kali kami saling berkomunikasi hingga pada akhirnya saya dan Bang Yansen memutuskan untuk mencoba menyelenggarakan kegiatan seminar yang berkaitan dengan industri digital.
Untuk jumlah peserta yang diharapkan hadir, tidak tanggung-tanggung 200-an orang diplot menjadi sebuah angka minimal.
Seketika saya langsung terdiam sejenak sambil berpikir dalam hati, bisa ngga ya kami mengumpulkan peserta sebanyak itu?.
Hanya dengan berbekal sebuah keyakinan bahwa dimana ada kesulitan disitu pasti ada jalannya, saya mulai mencoba melakukan pendekatan dengan beberapa kampus yang ada di Pontianak, khususnya yang berlatar belakang Teknologi Informasi.
Setelah sempat beberapa hari berkeliling, akhirnya saya memilih Sekolah Tinggi Manajemen Informasi Komputer (STMIK Pontianak) sebagai calon mitra komunitas dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Keputusan ini diambil karena STMIK termasuk sebagai salah satu sekolah tinggi bidang teknologi informasi yang sudah cukup lama berdiri di Pontianak.
Selain itu, dukungan teman-teman komunitas yang pada umumnya juga masih berstatus sebagai mahasiswa STMIK membuat komunikasi saya dengan pihak kampus semakin mudah dan lancar.
Setelah berdiskusi dengan pihak kampus, akhirnya kami sepakat untuk menentukan nilai pendaftaran yang harus ditebus oleh calon peserta jika ingin dapat mengikuti kegiatan tersebut. S
istem swakelola dana mandiri yang kami terapkan mau tidak mau memaksa kami harus menerapkan aturan pendaftaran tersebut, waktu pelaksanaan kegiatan seminar yang sudah cukup mepet tidak memungkinkan lagi bagi kami untuk mencari sponsor yang bersedia membackup semua biaya operasional kegiatan.
Namun kembali lagi ke prinsip diatas bahwa Allah yang mengatur semuanya, akhirnya beberapa jam sebelum kegiatan dimulai saya memperoleh kabar dari pihak kampus bahwa ada sekitar 400-an orang mahasiswa STMIK yang mendaftar.
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena jumlah peserta yang akan hadir telah melampaui jumlah target awal yang ditentukan.
Bagi semua teman-teman komunitas yang telah bersedia untuk membantu sejak awal hingga terlaksananya kegiatan ini, terima kasih banyak saya ucapkan.
Bagi pihak-pihak sponsor yang kemarin belum sempat saya hubungi dikarenakan waktu yang mendesak, mungkin dilain kesempatan kita dapat saling bekerjasama dan menyatukan visi dan misi yang sama untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi digital ke arah yang lebih baik.
Memang jika dilihat secara materi, 400-an orang peserta adalah sebuah angka yang cukup besar.
Namun jika dilihat dari nilai manfaat, jumlah tersebut belumlah senilai apa-apa karena diluar sana masih ada ribuan generasi muda yang membutuhkan bimbingan dan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam cakupan yang lebih luas. (DW)



