Inspirasi

Amin Ben Gas, Menyalakan Asa di Perairan Kalbar dengan Penemuan Inovasi Konverter Bensin ke Gas

Amin Ben Gas
Daftar Isi
  1. Mengenal Lebih Dekat Sang Inovator
  2. Kisah Perjalanan Menemukan Konverter Bensin ke Gas
  3. Perlindungan Hukum dan Pengakuan Hak Paten
  4. Warisan Inovasi yang Berkelanjutan
  5. Menjalin Kerjasama dengan Semua Pihak

Perjumpaan secara tak sengaja dengan Bang Amin Ben Gas, demikian Blogger Borneo akrab memanggilnya, menjadi pendorong lahirnya tulisan ini.

Sedang asyik ngopi di salah satu warkop langganan di kawasan Gajah Mada, tepatnya Jalan Hijas, tiba-tiba terdengar sapaan dari kejauhan.

“Bang Dwi, masih ingat saya gak?” demikian sapanya sembari mendekat dan menyodorkan tangan mengajak salaman.

“Hhhmmm… Bentar lok Bang. Maaf saye lupa lupa ingat” jawab Blogger Borneo sembari mencoba mengingat.

Ahaiii… Ternyata sosok tersebut adalah Bang Amin Ben Gas, salah seorang kreator sekaligus inovator yang berhasil menemukan konverter penggerak mesin bahan bakar bensin ke gas.

Mengenal Lebih Dekat Sang Inovator

Bagi masyarakat pesisir dan nelayan di Kalimantan Barat, tantangan ekonomi dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kerap menjadi batu sandungan dalam mencari nafkah.

Dari kegelisahan dan keakraban keseharian dengan sungai serta perahu motor, lahirlah sebuah solusi brilian dari tangan seorang anak daerah bernama Amin Suwarno, yang kemudian lebih dikenal dengan julukan Amin Ben Gas.

Lahir di Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Amin tumbuh di tengah wilayah yang dikelilingi oleh bentangan sungai dan aktivitas perairan yang masif.

Ia tidak pernah mengenyam pendidikan khusus formal mengenai mesin atau elektronik.

Namun, kedekatannya sejak kecil dengan perahu motor dan mesin penggerak membuatnya terbiasa membongkar-pasang serta memahami cara kerja komponen mesin secara otodidak.

Dari sinilah panggilan jiwa untuk membantu sesama warga sekitar khususnya para nelayan kecil bermula.

Ia melihat mahalnya biaya operasional BBM membebani penghasilan harian mereka, terutama ketika pasokan BBM terkendala di musim tertentu.

Kisah Perjalanan Menemukan Konverter Bensin ke Gas

Perjalanan Amin dalam merakit alat pengubah bahan bakar dari bensin ke LPG (Liquefied Petroleum Gas) tidak instan.

Pada percobaan awal, ia merakit piranti mixer kit single hole. Ketika diuji coba pada perahu, hasilnya belum maksimal; tenaga mesin tidak kuat mendorong beban perahu dan konsumsi gasnya tergolong boros.

Tidak patah arang, Amin terus melakukan eksperimen hingga akhirnya berhasil mengembangkan mixer kit multi hole.

Inovasi mutakhir inilah yang menjadi terobosan besar: tenaga yang dihasilkan mesin menjadi jauh lebih kuat, efisien, serta mampu menghemat biaya operasional secara signifikan dibandingkan bensin konvensional.

Melalui konsistensi pengembangan hingga beberapa generasi, alat temuannya terbukti mampu menekan biaya dan menjadi solusi nyata ketahanan energi masyarakat.

Berkat temuan fenomenal inilah nama “Ben Gas” (singkatan dari Bensin-Gas) melekat erat pada dirinya.

Perlindungan Hukum dan Pengakuan Hak Paten

Ketekunan Amin dalam meriset alat konverter ramah lingkungan ini akhirnya berbuah manis secara legal dan formal.

Pada 15 Maret 2012, karya ciptanya resmi tercatat dan mendapatkan perlindungan Hak Paten dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran S00210300051 atas nama Amin Ben-Gas.

Pengakuan ini tidak hanya mengukuhkan status hukum penemuannya, tetapi juga membuka jalan bagi karyanya untuk dipresentasikan di berbagai forum ilmiah, berdiskusi dengan para akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), serta dipamerkan dalam ajang teknologi energi nasional.

Warisan Inovasi yang Berkelanjutan

Hingga kini, alat konverter kit ABG (Amin Ben Gas) terus disosialisasikan, dikembangkan, dan diaplikasikan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, serta inovator lokal.

Apa yang dilakukan Amin Suwarno membuktikan bahwa inovasi berdaya guna tinggi dapat lahir dari akar rumput.

Semua berawal dari persoalan nyata di lapangan, memberikan jawaban sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil secara berkelanjutan.

Menjalin Kerjasama dengan Semua Pihak

Kurang lebih satu jam Blogger Borneo berbincang dengan Bang Amin Ben Gas yang pada saat sama mengajak turut serta sang istri tercinta ngopi bersama.

Sebenarnya sudah cukup lama Blogger Borneo mengetahui mengenai sosok Beliau dari pemberitaan di media dan ternyata Beliau juga kelahiran asli Kubu Raya tepatnya di Teluk Pakedai.

Siapa yang mengira sosok sederhana yang tampak biasa saja sedang duduk di hadapan saat itu adalah seorang inovator yang hasil karyanya masih tetap digunakan oleh para nelayan di seluruh Indonesia.

Ending dari pertemuan secara tidak sengaja tersebut adalah Beliau dengan senang hati memberikan kesempatan kepada Blogger Borneo untuk menjadi mitra kerjasama bagi siapa saja yang berminat.

Alhamdulillah banyak kawan banyak rejeki, dari sebuah pertemuan yang tidak disengaja akhirnya terjalin silaturahmi. Semoga dapat memberi manfaat bagi siapa saja nantinya. Amin Ya Allah…

Oh iya, bagi yang ingin mengetahui informasi lengkap mengenai kerjasama bisa langsung menghubungi nomor whatsapp 0811-56-1982 (Wahyu). (DW)

Sumber Referensi

Dwi Wahyudi

Blogger Kalimantan Barat yang dalam kesehariannya beraktivitas sebagai seorang freelance untuk bidang digital marketing dan layanan profesional manajemen serta keuangan.

Mungkin Anda Suka