Opini

Andai Blogger Borneo Menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat

Andai Blogger Borneo Menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat
Daftar Isi
  1. Andai Blogger Borneo Menjadi Anggota DPRD
    1. 1. Transparansi & Tata Kelola Keuangan UMKM yang Akuntabel
    2. 2. Pendorong Literasi & Transformasi Digital Daerah
    3. 3. Pengawasan Kebijakan Berbasis Data dan Realitas Lapangan
    4. Menghubungkan Ruang Digital dan Ruang Kebijakan
  2. Kesimpulan

Bagi sebagian besar masyarakat Kalimantan Barat, nama Blogger Borneo dan Dwi Wahyudi, S.E. atau yang akrab disapa Bang PeBee, sudah tidak asing lagi.

Sejak tahun 2009, platform ini konsisten merekam dinamika daerah, mempromosikan produk lokal, hingga mengedukasi publik tentang literasi digital.

Andai Blogger Borneo Menjadi Anggota DPRD

Namun, pernahkah terbayang: Bagaimana jika seorang blogger, praktisi keuangan, dan pendamping UMKM ini melangkah ke gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat?

Tentu ini bukan sekadar soal berpindah peran dari balik layar laptop ke kursi legislatif.

Jika kepercayaan itu diberikan, fokus utama perjuangannya berada di Komisi Bidang Perekonomian, Keuangan, Koperasi, dan Digitalisasi UMKM.

Mengapa bidang ini? Sebab di situlah irisan latar belakang akademis, pengalaman profesional, dan pengabdian lapangan seorang Dwi Wahyudi menyatu.

1. Transparansi & Tata Kelola Keuangan UMKM yang Akuntabel

Sebagai lulusan Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Tanjungpura (UNTAN) serta praktisi keuangan yang berpengalaman di Kantor Akuntan Publik (KAP), Audit Internal, hingga menjadi Certified Consultant Partner PT Zahir Internasional, Bang PeBee memahami betul bahwa kendala terbesar UMKM Kalbar bukan hanya modal, melainkan tata kelola keuangan.

Banyak UMKM lokal sulit berkembang atau mengakses permodalan perbankan karena laporan keuangannya belum rapi.

Berbekal pengalaman mengisi pelatihan pembuatan laporan keuangan bagi UMKM di berbagai daerah—seperti Ketapang, Bengkayang, hingga Mempawah—kehadirannya di DPRD akan fokus mendorong program pemerintah daerah yang tidak sekadar memberi bantuan modal, tetapi juga pendampingan akuntansi dan penyusunan sistem informasi keuangan yang mudah bagi pelaku usaha lokal.

2. Pendorong Literasi & Transformasi Digital Daerah

Pengalaman sebagai Narasumber Nasional Gerakan Nasional Literasi Digital Kemkominfo serta Trainer Government Transformation Academy (GTA) membuktikan keterampilannya dalam mengedukasi masyarakat dan aparatur terkait teknologi.

Di era ekonomi digital, UMKM Kalbar tidak boleh hanya menjadi penonton. DPRD membutuhkan figur yang paham seluk-beluk Search Engine Optimization (SEO), pemasaran online, dan tren media digital untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar solutif:

  • Membuka ruang inkubasi digital bagi wirausaha muda dan pelaku UMKM perempuan.
  • Mendorong integrasi pemasaran produk unggulan daerah dari kabupaten/kota di Kalbar ke pasar nasional maupun internasional.
  • Memastikan pemerataan akses internet dan pelatihan digitalisasi hingga ke kawasan pelosok.

3. Pengawasan Kebijakan Berbasis Data dan Realitas Lapangan

Rekam jejak belasan tahun berinteraksi langsung dengan pelaku usaha, netizen, pelajar, hingga instansi pemerintahan memberikan perspektif yang utuh.

Kebijakan publik dan penganggaran di tingkat provinsi harus dibuat transparan, akuntabel, dan berbasis data realitas di lapangan (data-driven policy).

Menghubungkan Ruang Digital dan Ruang Kebijakan

Menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat bukanlah tentang mengubah identitas seorang Blogger Borneo.

Ini adalah langkah untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan.

Jiwa seorang pendamping bisnis, edukator digital, dan pencatat dinamika sosial akan tetap ada: mendengarkan aspirasi warga di tiap daerah pemilihan, membedah permasalahannya dengan ilmu keuangan, dan menyuarakan solusinya melalui regulasi serta pengawasan anggaran yang tepat sasaran.

Sebab pada akhirnya, politik terbaik adalah politik yang menghadirkan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Kesimpulan

Sebelumnya Blogger Borneo menginformasikan bahwa semua tulisan diatas dibuat oleh Asisten Virtual Google Gemini, tentu saja dengan masukan via prompt.

Di tahun 2011 Blogger Borneo pernah mengikuti lomba menulis blog yang diselenggarakan oleh DPD RI dengan tema “Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI dari Kalimantan Barat“.

Alhamdulillah pada saat itu, tulisan Blogger Borneo terpilih menjadi juara pertama dan karena itu bisa berkunjung ke Gedung Kupu-Kupu Senayan untuk pertama kali.

Sebenarnya sudah pernah beberapa relasi juga menawarkan Blogger Borneo untuk maju sebagai calon anggota DPRD untuk Kabupaten Kubu Raya, tapi…

Ya kita paham sendiri kondisi perpolitikan di Indonesia untuk saat ini seperti apa, maaf mungkin jika Anda tidak punya sokongan dana kuat mungkin akan terasa berat.

So, kembali lagi. Judul tulisan ini diawali dengan kata “Andai” jadi sifatnya hanya sekedar dapat menjadi bahan tulisan di blog saja agar terus update.

Kalau dipikir-pikir, mikir diri sendiri dan keluarga sudah puyeng apalagi harus mikirin orang lain ya. Selamat berpikir aja deh kalau begitu. (DW)

Dwi Wahyudi

Blogger Kalimantan Barat yang dalam kesehariannya beraktivitas sebagai seorang freelance untuk bidang digital marketing dan layanan profesional manajemen serta keuangan.

Mungkin Anda Suka