Kembali berusaha aktif menulis di blog, kali ini Blogger Borneo kembali menyapa para pembaca setia dengan ulasan profil salah satu sosok inspiratif dari bumi Khatulistiwa.
Pontianak, siapa yang tidak mengenal nama kota ini. Sungguh kelewatan jika mengaku orang Indonesia namun tidak tahu nama kota yang dilintasi oleh garis khatulistiwa.
Dokter Spesialis Mata yang Merangkai Kata
Di satu sisi, selain dikenal sebagai Negeri Khatulistiwa juga sekarang terkenal dengan sebutan Kota 1000 Warung Kopi karena hampir di setiap sudut kota kita dapat melihat keberadaannya.
Dan khusus di dunia literasi, Pontianak ternyata juga memiliki figur yang mampu memadukan sains dengan keindahan seni literasi.
Sosok tersebut adalah dr. Muhammad Asroruddin, Sp.M., seorang dokter spesialis mata terkemuka sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.
Selama ini, Beliau mendedikasikan hidupnya tidak hanya untuk kesehatan penglihatan masyarakat, tetapi juga untuk dunia perbukuan.
Melalui kiprahnya sebagai akademisi, praktisi medis, dan pendiri komunitas Dokter Kalbar Menulis, beliau telah membuktikan bahwa ruang praktik dan kedokteran bukanlah batas untuk terus berkarya.
Blogger Borneo sangat mengapresiasi bagaimana beliau mampu mengemas topik kesehatan mata yang kompleks menjadi bacaan yang ramah, sekaligus menuangkan imajinasi sastra yang menyentuh hati.
Berikut adalah ulasan profil beserta resensi karya-karya hebat yang telah dirilis oleh dr. Muhammad Asroruddin, Sp.M.
Resensi Karya Buku
1. Kemarau di Sedanau
[ LINK PEMBELIAN ]
Kategori: Novel Fiksi / Sastra Edukatif
Sinopsis & Deskripsi:
Novel ini mengisahkan tentang Salman, seorang remaja penuh harapan dari Sedanau, Natuna, yang bermimpi menjadi dokter demi mengubah nasibnya.
Perjuangan panjang untuk meraih beasiswa membawanya merantau jauh dari tanah kelahiran, meninggalkan keluarga serta cinta pertamanya, Hamidah.
Di tengah perjuangan akademis dan tekanan hidup sebagai mahasiswa kedokteran, pertiwa besar membuatnya terpuruk dalam jurang depresi.
Novel ini membawa pembaca pada pertanyaan besar: mampukah Salman bangkit dari keterpurukan dan menghapus “kemarau” yang melanda kehidupannya dan Sedanau?
Prolog:
“Dokter… Ia bagai bintang yang berkilauan, tapi tak kuasa tuk digapai. Namun sinarnya yang menyapa Bumi, adalah sebuah harapan bahwa hanya kekuatan yang dapat menyentuhnya.” — Salman Adiputra (Ranai, Oktober 2019)
Ulasan & Selling Point (Perspektif Blogger Borneo):
Blogger Borneo menilai karya ini memiliki selling point yang sangat kuat karena mengangkat isu nyata di Indonesia, seperti tantangan mendapat pendidikan tinggi bagi anak-anak di daerah terpencil.
Tokoh Salman digambarkan sangat inspiratif bagi generasi muda. Selain narasi perjuangan dan pengabdian medis seperti ketika Salman menangani kelahiran bayi di atas kapalnya tepat saat menyentuh dermaga Ranai, pembaca juga dimanjakan dengan deskripsi keindahan alam Sedanau yang hidup dan memikat.
2. Desibel
[ LINK PEMBELIAN ]
Kategori: Novel Fiksi / Drama Sastra
Sinopsis & Deskripsi:
Mengambil latar suasana dingin kota Edinburgh dan Liverpool, novel ini menceritakan perjalanan Alia seorang difabel yang sedang menempuh studi magister di Liverpool sambil berusaha menyembuhkan luka masa lalu.
Pertemuannya dengan Aria, seorang dokter asal Indonesia di Edinburgh, membawanya ke dalam pusaran rahasia keluarga, kehilangan, dan pencarian makna hidup.
Desibel mengupas tentang bunyi yang tak selalu terdengar, cinta yang tak terucap, serta orang-orang yang memilih bertahan di kala dunia terasa sunyi.
Ulasan (Perspektif Blogger Borneo):
Blogger Borneo sangat tersentuh dengan kehalusan emosi yang ditawarkan dalam novel ini.
Desibel bukan sekadar cerita romansa biasa, melainkan perenungan mendalam tentang kesempatan kedua, penerimaan diri, dan hangatnya hubungan keluarga.
Buku ini sanggup mengajak pembaca tertawa, tersenyum, dan diam-diam menyeka air mata.
Dari buku ini pula, Blogger Borneo diingatkan bahwa membaca bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan pintu petualangan tanpa batas yang mengasah pikiran, memperkaya kosakata, serta membuka ruang empati kita terhadap sesama.
3. Computer Vision Syndrome dan Tip Mata Sehat di Era Digital
[ LINK PEMBELIAN ]
Kategori: Nonfiksi/Edukasi & Panduan Kesehatan Mata
Penulis: dr. Muhammad Asroruddin, Sp.M., dr. Affannul Hakim, Sp.M., dr. Risa Muthmainah, Sp.M.
Sinopsis & Deskripsi:
Buku ini hadir di tengah era dimana penggunaan gawai dan komputer mendominasi kehidupan profesional maupun personal (diperkirakan hingga 75% pekerjaan modern melibatkan layar digital).
Buku medis populer ini membahas secara rinci Computer Vision Syndrome (CVS) suatu kumpulan gejala gangguan mata akibat paparan layar digital dalam durasi panjang.
Tidak hanya membedah sisi ilmiahnya, buku ini dilengkapi dengan panduan dan tip praktis menjaga kesehatan indra penglihatan di era digital.
Ulasan (Perspektif Blogger Borneo):
Blogger Borneo menganggap karya ini sebagai buku wajib bagi masyarakat modern, khususnya pekerja media, akademisi, hingga orang tua.
Penulis berhasil mengemas materi medis yang rumit menjadi sajian bahasa yang renyah dan aplikatif.
Pembaca disuguhkan solusi konkret seperti pengaturan waktu layar (screen time) yang tepat bagi anak-anak dan remaja, rekomendasi nutrisi terbaik bagi indra penglihatan, hingga langkah pertolongan pertama pada kelelahan mata akibat gawai.

Kesimpulan
Bagi Blogger Borneo, kehadiran karya-karya dr. Muhammad Asroruddin, Sp.M. memberikan warna baru bagi khazanah literasi di Kalimantan Barat.
Kombinasi antara keahlian medis dan keterampilan merangkai kata menjadikan setiap karyanya tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki daya gugah yang kuat bagi setiap pembacanya.
Semoga profil dan ulasan karya ini dapat memberikan inspirasi serta kesadaran bagi kita semua akan pentingnya menjaga kesehatan mata sekaligus mencintai dunia literasi.
Blogger Borneo berharap dr. Muhammad Asroruddin, Sp.M. terus konsisten melahirkan karya-karya hebat lainnya yang bermanfaat luas bagi masyarakat Indonesia.
Btw, bagi kawan-kawan yang suka membaca dan sekaligus mau mendapatkan penghasilan tambahan dapat mendaftarkan diri menjadi Affiliate Gramedia. (DW)












