Kota Asap, Julukan Baru bagi Kota Pontianak

Sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap tahun Kalimantan Barat (Kalbar) pasti akan mengalami “bencana daerah” yaitu kebanjiran asap.

Jika kita lihat di Jakarta tampak tenggelam karena air dimana-mana, maka untuk Pontianak saat ini tampak tenggelam karena asap dimana-mana.

Sudah menjadi fenomena umum di Kalbar bahwa setiap musim kemarau dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan pembakaran lahan. Hhhhmmm…

Kota Pontianak sendiri sudah sebulan lebih tidak turun hujan, sudah bisa ditebak kondisi asap semakin hari semakin menebal dan mengkuatirkan.

Sepertinya senjata pamungkas berupa MASKER sudah harus dipersiapkan, dan mulai hari ini siswa-siswi dari beberapa sekolah sudah ada yang diliburkan sampai tiga hari kedepan.

Ada satu fakta menarik disini adalah kalau diperhatikan dari dulu hingga sekarang, proses penyebaran asap di Kalbar di saat kemarau semakin cepat.

Kalau dulu masih 2-3 bulan belum turun hujan kondisi cuacanya masih tidak mengkuatirkan, sedangkan sekarang terkadang 2 minggu saja tidak hujan langit Kalbar sudah mulai berkabut.

Ya mungkin pemikiran sederhananya seperti ini, dulu yang melakukan pembakaran adalah oknum masyarakat dengan kapasitas lahan terbatas.

Kalau sekarang oknum pembakarnya semakin besar dengan luas lahan yang tentunya semakin luas juga. Pahamkan apa yang dimaksud “oknum pembakar besar” disini? Hehehehehe…

Padahal jika dicermati, dengan terjadinya musibah daerah ini secara langsung akan berdampak pada pergerakan ekonomi Kalimantan Barat.

Apakah tidak bisa disanksi secara pidana para oknum-oknum pembakar tersebut?

Baca Juga:  Membongkar Mitos Keturunan Miskin: Mengapa Pekerja Keras Tetap Hidup Pas-pasan?

Masjid Mujahidin Pontianak Diselimuti Asap

Banyak kerugian ditimbulkan dari terjadinya banjir asap ini, contohnya: Jalur penerbangan harus mengalami keterlambatan karena jarak pandang terbatas, siswa-siswi sekolah harus diliburkan karena kondisi cuacanya tidak baik bagi mereka, dan banyak masyarakat harus terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) karena terlalu banyak menghirup udara penuh asap ini.

Bagaimana kondisnya teman-teman? Cukup mengkuatirkan bukan? Bahkan kalau malam asap sampai masuk kedalam rumah, sangat berbahaya.

Sepertinya Pemerintah Daerah setempat harus cepat mengambil langkah guna mengurangi kondisi ini.

Seharusnya ada satu PERATURAN DAERAH (PERDA) khusus untuk mengakomodir masalah ini agar kedepannya tidak selalu terulang musibah daerah seperti ini.

Ternyata selain terkenal sebagai KOTA KHATULISTIWA, sekarang bertambah lagi julukan bagi kota Pontianak yaitu PONTIANAK KOTA ASAP(DW)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More