Menjadi Sukses adalah Impian, Menjadi Blogger adalah Pilihan.

Kritik Menarik Seorang Pengguna Facebook Terhadap Pemerintahan Jokowi

BLOGGERBORNEO.COM – Memasuki bulan ke sembilan Presiden Jokowi beserta wakilnya Jusuf Kalla dilantik, masih begitu banyak polemik-polemik bermunculan terkait dengan kebijakan-kebijakan yang diambil Presiden Jokowi maupun menteri-menteri dibawahnya. Jika diperhatikan untuk kondisi saat ini, beberapa faktor yang biasa dijadikan sebagai tolok ukur mengalami tren penurunan. Mulai dari melemahnya nilai tukar kurs rupiah terhadap dollar di kisaran angka 13 ribuan per dollar, naiknya tingkat inflasi, melemahnya daya beli masyarakat, bertambahnya nilai hutang Indonesia, dan masih banyak lagi faktor-faktor lainnya.

Dari sekian banyak pengguna facebook di Indonesia, secara tak sengaja Blogger Borneo melihat sebuah status kritikan yang cukup menarik dari salah seorang pengguna dengan kode hashtag #AnggiArdiawan. Status ini Blogger Borneo anggap menarik karena status tersebut berisikan beberapa fakta nyata terkait dengan kebijakan yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi. Merasa penasaran dengan apa yang ditulisnya? Silahkan dibaca kutipan statusnya berikut ini:

Foto Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla
Foto Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Sumber: GresNews.Com)

PAK PRESIDEN DAN ORANG-ORANG DISEKITARNYA, TOLONG JELASKAN LOGIKA ANDA KE RAKYAT:

  1. Jika program Anda adalah membentuk kabinet yang harus ramping, tapi Anda bentuk kabinet dengan jumlah yang sama dengan kabinet SBY. Lalu apa maksud kata “ramping” itu? Dimana logikanya Pak?
  2. Dulu Anda katakan menentang mobil murah, kini justru Anda bilang program mobil murah perlu dilanjutkan? Dimana logikanya Pak?
  3. Waktu Anda jamin Jaksa Agung bukan dari politisi parpol, tapi justru Anda angkat Jaksa dari Nasdem. Apakah Nasdem bukan parpol? Dimana logikanya Pak?
  4. Waktu Anda bilang perlu persulit investor asing untuk majukan investor lokal, tapi Anda obral janji kepada para investor dunia dalam acara Internasional? Dimana logikanya Pak?
  5. Waktu Anda tentang BLT dan BLSM karena cuma mengajari rakyat bodoh dan tidak mau kerja. Tapi kini Anda bagi-bagi program KKS (PSKS) yang sebetulnya serupa? Dimana logikanya Pak?
  6. Berkali-kali Anda bilang koalisi tanpa syarat, Tidak ada bagi-bagi kursi dalam kabinet. Nyatanya kabinet Anda sarat tokoh-tokoh parpol? Dimana logikanya Pak?
  7. Anda bilang Indonesia harus berani stop impor sapi. Nyatanya Anda tingkatkan impor sapi dari Australia? Dimana logikanya Pak?
  8. Tim Anda selalu tunjuk kompetitor Anda bernoda pelanggaran HAM. Polycarpus pembunuh Munir justru bebas bersyarat, dan di belakang Anda banyak Jenderal yang berkalang noda HAM. Suciwati, janda pejuang HAM itu? Dimana logikanya Pak?
  9. Anda bilang dukung Palestina, buktinya mana Pak? Pemerintah malah tolak pendirian kantor HAMAS, pejuang kemerdekaan Palestina. Disaat Turki, Jerman, Rusia, dll menerimanya. Ironis, karena organisasi yahudi bernama Rotary Club saja ada cabangnya di Indonesia. Lalu kau jual penderitaan rakyat Palestina hanya untuk kampanye? Dimana logikanya Pak?
  10. Istri Anda kenakan jilbab saat kampanye dan debat capres, kini melepasnya lagi. Jilbab pun kau jadikan bahan kampanye. Kenapa agama Anda jual untuk politik? Dimana logikanya Pak?
  11. Harga minyak Dunia turun drastis Anda justru menaikkannya? Dimana logikanya Pak?
  12. Waktu Anda katakan Rupiah melemah itu karena DPR, kan Anda yang membuat kebijakan? Dimana logikanya Pak?
Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi
Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi (Sumber: SuaraPapua.Org)

PAK PRESIDEN, MENTERI-MENTERI ANDA KOK?

  1. Menteri kelautan Anda merokok di istana. Padahal Pemerintah gencar melarang merokok di tempat-tempat umum dan di gedung-gedung Pemerintah. Kenapa ia tidak jadi contoh Pak?
  2. Menteri Sosial Anda bilang waktu di NTT : “Bapak-bapak jangan rebutan ASI sama Balita”. Ucapan saru, tidak etis. Patut dan elok kah seorang Menteri mengucap begitu Pak?
  3. Menteri Ekonomi, Sofjan Djalil bilang pelemahan Rupiah karena warisan kebijakan Pemerintahan lama. Enak betul tinggal menyalahkan pihak lain. Dia digaji untuk apa Pak?
  4. Menteri Keuangan bilang Bensin (premium) masih disubsidi Rp 1.500,-. Berarti tanpa subsidi harganya Rp 10.000,-. Kami rakyat bukan kerbau Pak. Kami tahu tidak mungkin Premium lebih mahal dari Pertamax yang tidak disubsidi. Harga Pertamax saja dibawah Rp 10.000,- Pak?
  5. Menteri Dalam Negeri bilang: Server e-KTP ada di Amerika. Padahal sebetulnya ada di gedung Kantornya sendiri. Mau bikin sensasi Pak?
  6. Menkopolhukam bilang: Munas Golkar tidak boleh diizinkan di Bali. Apa urusan Anda urus Partai orang lain? Pemerintah mau habisi demokrasi dengan mengkooptasi parpol Pak?
  7. Menhumkam dalam waktu singkat segera akui PPP versi Romahurmuzy, kenapa secepat itu prosesnya dan abaikan fakta-fakta? Mau bungkam oposisi kok telanjang begitu Pak?
  8. Mendikbud Anies Baswedan yang hentikan kurikulum 2013, ternyata adalah orang yang terlibat membidani kurikulum 2013 itu. Kok pendidikan buat mainan Pak?
  9. Menteri PAN dan RB bilang tidak boleh rapat di Hotel. Tapi Kemen PAN justru rapat di ballroom mewah.

Bagaimana ini Pak? Anda dan Kabinet Anda sering lakukan “test the water”, Persis Ahok yang “test the water” ganti baju Muslim dengan kebaya. Umat Islam bereaksi lalu bilang “tidak ada rencana”?

  1. Anda test Umat Islam dengan wacana pengosongan kolom Agama di KTP. Umat Islam bereaksi lalu Anda bilang “itu tidak benar”. Lalu kalau ada mayat di jalan, mau di kubur di Makam Umat apa Pak?
  2. Anda test Umat Islam untuk ubah cara berdo’a sebelum belajar. Umat Islam bereaksi, lalu Anda bilang “itu sekedar wacana”. Anda Islam versi yang mana Pak?
  3. Anda test Umat Islam untuk hilangkan Kementerian Agama. Umat Islam bereaksi lalu Anda bilang “itu tidak benar”. Jangan mengganggu Umat Islam (saja) Pak?
Menanti Kebijakan Pemerintahan Jokowi
Menanti Kebijakan Pemerintahan Jokowi (Sumber: PostLine.TV)

Anda Ingin Test Umat Islam untuk Apalagi Pak?

  1. Anda mau larang kami takbir keliling sambut hari raya karena tidak tertib, tapi Anda gelar konser musik yang sisakan sampah?
  2. Anda ingin pelajar muslim tidak ada yang memakai jilbab, padahal di Negara maju Malaysia pelajar muslim wajib berjilbab. kenapa Anda tidak pindah Agama saja Pak?
  3. Anda ingin harus ada saling toleransi antar umat beragama, tapi kenapa di Bali ada larangan berjilbab untuk menghormati para turis? Apa Pancasila tidak berlaku di Bali Pak?
  4. Apa Pancasila tidak berlaku di Papua Pak? Di Papua dan Bali adalah para pendukung terbanyak Anda Pak, tapi kenapa pelajar muslim berjilbab dikeluarkan dari sekolah?
  5. Muslim adalah mayoritas di Indonesia, tapi kenapa Anda tidak membela Umat Islam Pak? Partai Anda menolak keras tempat pelacuran ditutup. Kini Gubernur Anda (Ahok) akan legalkan minuman keras? Anda masih Islam Pak?
  6. Anda bilang kita harus berhemat, tapi Anda hambur-hamburkan uang untuk pesta musik semalaman dengan anggaran besar?
  7. Anda larang tabligh akbar dan pengajian yang menutupi jalan raya sekalipun berizin, tapi terang-terangan Anda gelar pesta semalaman menutup jalan-jalan utama (protokol)?
  8. Anda bilang tenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan, tapi yang Anda tenggelamkan perahu kecil tahun 2012 yang sudah dipreteli. Kenapa tidak Anda tangkap kapal Jepang pencuri ikan di laut Sulawesi sana yang nyata-nyata maling?

Hebat Pak. Anda memang hebat ! Baru beberapa bulan Anda sudah luar biasa. Kami rakyat memang bodoh. Saking bodohnya air kobokan Anda dipakai rakyat untuk mandi, dan air cucian kaki Anda dipakai rakyat untuk memasak. TAHUKAN ANDA PAK PRESIDEN? Kami para pendukungmu sering menipu diri kami sendiri? Kami membohongi diri kami sendiri membelamu mati-matian ketika kritik pedas datang dari para kritikus? Kami tetap mendukung semua kebijakanmu, padahal sebenarnya kami keberatan? Kami tetap mendukung kebijakanmu demi gengsi, ketika kubu sebelah membeberkan koreng- korengmu? Kami juga tetap mendukung kebijakanmu demi gengsi, walaupun kami yang beragama muslim merasa dirugikan?.

Dikutip dari:

  • https://www.facebook.com/fitra.yantoni/posts/10200654799369314
DAPATKAN INFO TERBARU SHARING BLOG
Masukkan Alamat Email Anda untuk Dapatkan Info Terbaru Mengenai Sharing Blog
# Data Email Anda Tidak Akan Disebarluaskan #
48 Comments
  1. [email protected] says

    Hanya “logika” orang yang kecewa prabowo kalah.
    Do you know…. Kalo prabowo yang jadi pres, negara ini tambah hancur.
    Prabowo mungkin ngga masalah. But look at people around him (like bakrie). Menjijikkan.

    1. Dwi Wahyudi says

      Perasaan semua yang dituliskannya merupakan “kisah nyata” kok bukan dibuat-buat. 😀

    2. ifan says

      Seperti biasa bung, salah satu akun palsu untuk memerangi kita rakyat yang sedikit sadar akan keadaan.
      Jangan perangi kami pak, kami rakyat anda.
      Perangi bangsa asing, anda kan presiden kami??!

      1. Dwi Wahyudi says

        Iyalah, Presiden memang statusnya untuk saat ini. Hehehehhee…

    3. alif says

      Si kampret sok maha tahu kaya tuhan aja lagunya preett….

      1. Dwi Wahyudi says

        Masih mending sok maha tahu daripada sok maha bodo 😀

    4. Ion3 says

      Hancur mina….kayak perang saja hancur.
      Jangan alay lah…

      1. Dwi Wahyudi says

        Ngga alay sih cuma lebay jak, hahahaha…

    5. Elang Kunaeki says

      Apapun yang saya rasakan dengan kondisi negara kita saat ini, saya masih bersukur negara kita tidak berkecamuk seperti negara2 timur tengah.Jangan2 sekrg ini kita lagi diarahkan kesana…Naudzubillah mindzalik. Jangan sampai kita menunggu kehancuran. WASPADALAH!!!
      Kritik itu penting agar arah kebijakan tidak melenceng. Yang dikritik jangan sakit hati atau marah-marah(termasuk pendukungnya)kalo memang kritikan itu benar dan kalo memang salah sampaikan dengan bijak, rakyat hanya bisa menagih janji-janji aja kok. Beruntung rakyat dan mahasiswa tidak berbuat anarkis. Makanya jadi pemimpin harus tegas dalam membela kesejahteraan seluruh rakyatnya. Diharamkan: Pemimpin mengabaikan kesejahteraan rakyatnya dan membabi buta membela kesejahteraan golongannya. Siapapun pemimpinnya tolong perhatikan kami rakyatmu yang dibawah. Saya yakin Pak Jokowi pergi dgn niat dan tujuannya yg sudah benar, tapi setirnya masih dipegang oleh orang lain yg mempunyai tujuan dan kepentingan sedikit berbeda. Saya berharap Pak Jokowi bukan petugas partai, tapi Pemimpin Rakyat Indonesia yang tegas dan berwibawa. Semoga Indonesia Hebat sesuai harapan. -(Pendukung Oposisi)

      1. Dwi Wahyudi says

        Yang dikritik jangan sakit hari, yang mengkritik harus tetap mawas diri. I like it…

  2. fakhri says

    Ini bercerita tentang fakta kenpa bawa2 orang lain dasar orang kampret mainya dikegelpan sih jd gak tahu matahari terbit dimana

    1. Dwi Wahyudi says

      Lha, memang yang nulisnya orang lain tapi apa yang dituliskannye merupakan fakta kan? Makanya saya bantu ybs publish tulisannya biar makin menyebar kemana2 informasinya. Bagi saya tulisan ini cukup menarik dan saya juga udah minta ijin sebelumnya. So, ga ada masalah kan Mas Bro? 😀

      1. ali topan says

        Jokower kbakaran jenggot. Lngsung aja mngira yg nulis adlh pndukung prabowo. Seandai nya prabowo yg jd presiden lalu lebih parah dari jokowi. Kami yg mndukung jg akan ttp mngkritik pmrintah. Krna kami adalah orang terpelajar,yg lbih mngedpan kan fakta dan logika.

        1. Dwi Wahyudi says

          Siapapun presidennya kritikan tetap harus dilontarkan demi mengontrol jalannya pemerintahan, ya kebetulan aja yang terpilih sekarang adalah Jokowi.

      2. rony says

        Kalo dah gak ada jg perubahan yg makin baek dan Pak Jokowi tetap saja mempekerjakan kabinet yg berfikir jalan ditempat.. Dimana logika nya pak?

  3. munawir says

    Trus apa yang harus kita lakukan ketika ummat islam tetap di tindas di negara nya sendiri
    Terkadang aku berfikir,mungkin ini alasan dari gerakan DI(TII)/NI dulu yang berjuang untuk membuat negara islam di indonesia.
    Karna mereka tau tidak ada satu pun pemimpin atau calon pemimpin kita,yang pernah menjabat atau pun yang bakal menjabat,yang mau berusaha mempertahan kan ke islaman di indonesia.

    1. Dwi Wahyudi says

      Sebenarnya keinginan seluruh rakyat Indonesia cuma satu yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 🙂

  4. Nano says

    Menpora jangan dilewat,itu jg menghancurkan persepakbolaan ind si Imam nahrowi tidak cerdas,dan salah kaprah,masa membasmi tikus dibakar sama rumahnya,,,gatot

  5. Nadhif says

    1. Pak Dwi Wahyudi Mengkritik Bapak Presiden tdk pd tempatnya dan mempublikasikannya adalah mslah srius loh,apakah anda yakin??..

    2. Sbenarnya saya juga agak kecewa atas sebagian kebijakan pd pemerintahan saat ini..Tp beda pendapat pro dan kontra mnurut saya sdh biasa siapa pun pimpinannya..
    Pimpinan baik belum tentu bawahan baik,Pimpinan jelek belum tentu yang bawahan jelek..

    3. Sdh dari zaman dahulu kala yg namanya pemerintahan yah begitu…

    4. Tidak bisakah kita mengkritik sambil memuji ??? Segala kejadian ada buruknya juga pasti ada baiknya…Fokus jgn pd satu sisi mata koin saja…Kita tidak benar-benar tahu apa yang ada di hati Para Pemimpin termasuk hati kita masing-masing, masalah niat baik atau buruk urusannya dengan Tuhan nanti akan mendapatkan yang sesuai yang diperbuat semasa hidup..

    5. Lagipula bagaimana kalau anda Pak Dwi Wahyudi yang menjadi Bapak Presidennya langkah apa saja yang akan Bapak lakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah di atas???(padahal kita sendiri belum tentu bisa dan mampu)…Jgn demi kepentingan rating blog pak Dwi Wahyudi jadi gak bisa jawab…

    6. Untuk semua dan saya yang suka mengkritik kalo d kritik jangan di ambil hati…

    1. Dwi Wahyudi says

      Maaf, coba dibaca secara seksama postingan ini Om. Sebenarnya yang mengkritik itu siapa ya??? 🙂

    2. fatur says

      Bijak nya salah tempat bos…sudah gak cucok…jujur saja sama nurani anda…kl baca paparan diatas, dan betul2 terjadi…msh mau bijak berkomentar?..resiko pemimpin ya harus siap dikritik kalo kebijakannya salah…mendingan waktu presidenya KH. Gusdur….dibanding sekarang…waktu gusdur, insya Allah masih banyak yg mendoakan, shg beliau mampu mengambil kebijakan yg lurus…bandingkan dgn sekarang…ulama di musuhi…islam di coba di preteli dr kepercayaan masyarakat…hadduuhh…buka mata lagi bos…

      1. Dwi Wahyudi says

        Saya udah buka mata sejak membuat tulisan ini Mas Bro 🙂

  6. toyib says

    Kami butuh keadilan sosial di negara republik indonesia ini president

    1. Dwi Wahyudi says

      Sepakat!!!

  7. Rikhi says

    Jangan saling emosi, saya berharap kritikan ini untuk membangun. logika memang dibutuhkan dan kita dukung kinerja bapak presiden kita. Saya yakin presiden muslim yang taat. Aamin

    1. Dwi Wahyudi says

      Ya, saya setuju dengan komentar Anda. 🙂

  8. Mandala Yodi says

    Wahai teman dan saudaraku, kita jangan suka mengomentari hasil jerih payah orang, rasullulahpun mengajari kita demikian, kita lihat polemik positif dulu, sudah banyak juga yang di bangun serta berinovasi untuk negara ini oleh bpk jokowi dalam waktu beberapa bulan. Ingat !! Ga gampang membangun sebuah negara yang jutaan penduduknya dan dengan suku, watak, prilaku yang berbeda dengan hanya bebrapa bulan. Toh tak ada juga seorang pemimpin negara ingin menelantarkan rakyatnya dan menghancurkan negaranya, beri kepada bapak presiden kesempatan. Kalau di ingat pada saat 12 bulan pertama bapk SBY sebagai presiden juga banyak yang hanya melihat sisi kerja negatifnya tapi, apa 5 tahun berikutnya dia kembali terpilih karena hasil kerja dan jeripayah yang baik.

    Saya bukan seorang yang memilih jokowi, saya jujur dlu saya memilih prabowo, saya suka dengan ketegasannya. Tapi sayang pilihan saya tidak berhasil memenangkan suara terbanyak, kalau di perhatikan ternyata jokowi tidak kalah tegasnya iya mampu membuat gempar para bandar narkoba baik dalam maupun luar negeri.

    Ingat positif thinking aja dulu, ini baru awal, kita lihat aja dulu hasil kerja kedepannya. Oke

    1. Dwi Wahyudi says

      Iya Bang, saya sependapat dengan komentarnya. Kebetulan di postingan lain saya juga ada membuat tulisan mengenai kebijakan positif dari pemerintahan Jokowi. Jadi biar seimbanglah kedudukannya kan? 🙂

  9. Teuku Razwy says

    Untungnya Saya Salah Satu Orang Yang Sangat Tidak Setuju Jokowi Naik Jadi Presiden Tapi Kalian Yang Pendukung Beratnya Lah Yang Bersikeras Memilihnya, Sekarang Baru Kalian Rasakan, Semuanya Pada Aur-auran Baik dari Bidang Ekonomi, Hukum Dll… Terimalah Akibat dari Sebab Yang Kalian Ciptakan Wahai Para Pendukung Jokowi, Nasi Sudah Jadi Bubur. Presiden Sudah Menduduki Jabatannya Maka Besabar Sajalah Saudara Ku Sebangsa Dan Setanah Air Ku…

  10. roni adi says

    boleh sih mengkritik pemerintah tapi kritikan disertai solusi dong..jangan seenaknya mojokin presiden..emangnya yang buat kritikan itu bisa gantiin peran pak presiden??mikir itu bukan tentang kemarin ato sekarang,mikir itu kedepannya harus gimana biar lbuh baik,bukan mainannya mengkritik aja,,smua orang bisa mengkritik tapi bisa ngasih solusi ndak???

    1. Dwi Wahyudi says

      Ya namanya rakyat bisanya mengkritik lah Mas Bro, masa ngelihat ade yang menyimpang diem aja. Rakyat kan inginnya perubahan juga. Sekarang kalau semua rakyat jadi Presiden ntar yang mimpin siapa donk? 😀

    2. Gerry says

      Sejak kapan ada aturan kritik harus dengan solusi?

      1. Dwi Wahyudi says

        Mungkin sejak pemerintahan baru terpilih kali ya…

  11. Dewi_Azzha says

    #Nyimak ajah!!!

  12. Elang Kunaeki says

    Sabda Pandita Ratu dari negeri dongeng jutaan tahun yg lalu (hanya imajinasi):
    Wahai rakyat yg memilihku, bersabarlah…kalo kalian saat ini merasa salah memilih aku itu salah kalian sendiri. Tapi kalo merasa benar telah memilih aku, maka bersukurlah dengan kondisi seperti sekarang ini sampai habis masaku. Karena yg lebih merasakan kenyamanan dan keindahan adalah keluargaku dan orang-orang dekatku hahahaha (ketawa penuh kemenangan)….terimakasih pendukungku.
    Wahai rakyatku yg tidak memilih aku, tepat kali kalo kalian tidak memilih aku…tapi kalian tetap menjadi rakyatku seperti pemilihku yg lain sampai habis masaku.
    (dengan suara lirih)…wahai rakyatku ntar pilih aku lagi ya, aku akan menjadikan negeri ini lebih dari sekarang itu janjiku….preeeetttt (sambil berpaling).

    WASPADALAH…!!! WASPADALAH…!!! WAPADALAH…!!!
    Orang waspada pasti tau arah cerita yang tdk bermutu itu…

  13. serbanusantara says

    artikel ini terlalu tendensius.
    yah beginilah mereka yg masih termakan omongan media.

    1. Dwi Wahyudi says

      Ma kasih buat komentarnya 🙂

  14. Tio iskandar says

    Keren yaa yang nulis ini pasti lebih hebat dari presiden deh
    Boleh tau nggak kalo anda yang jadi presiden kira2 apa kebijakan2 yang bakal anda jalankan?Terus dari fakta2 diatas apa anda sudah menyelidiki lebih lanjut alasan dibalik fakta2 tersebut?Jadi kira2 apa solusi untuk negara ini?kritik sih boleh tapi kalo bisa kasih jalan keluarnya juga,soalnya kalo cuma kritik,anak tk juga bisa.tapi kalo jadi presiden….prof doktor pun belum tentu mampu…

    1. Dwi Wahyudi says

      Maaf saya bukan penulisnya, saya hanya membantu publikasi dari sang penulis yang sebenarnya 🙂

  15. waLnuTTree says

    terlalu amat sangat BODOH jika jokoweeer selalu menilai jokowi atas dasar SUKA, bukan atas dasar FAKTA ! Kualitas pemilihnya mencerminkan kualitas pemimpin yg mereka pilih !

    1. Dwi Wahyudi says

      Sekali JOKOWI tetap JOKOWI, mau kondisinya seperti apapun tetap JOKOWI IS THE BEST.

  16. jsiy says

    Kalo kita flash back saat jokowi debat kampanye, apa yg di kritikan di atas emang bener. Arah kebijakan pemerintah saat ini tidak bgitu jelas. Apalagi sekarang dalam meredam naik nya dollar pemerintah menggunakan cadangan devisa negara. Ini berbahaya

  17. iand chimot says

    Mereka yg mencalonkan diri sebagai presiden,itu tandanya mereka mampu.kenapa orang tua saya g jadi presiden atau kaka saya,adik saya,temen saya mungkin???? Itu karena mereka tidak mampu dan belum siap.pak jokowi mencalonkan diri sebagai presiden otomatis beliau sudah siap dan tahu cara memecahkan permasalahan yg sedang dihadapi negara ini,dan dalam kampanye beliaupun menjanjikan jln keluar dari permasalahn yg sedang dihadapi oleh bangsa indonesia beserta rakyatnya.jadi wajar jika pak jokowi di kritik oleh rakyatnya,karena rakyatnya merasa tertipu oleh janji janji beliau yg bisa menyelamatkan negri ini beserta rakyatnya dalam keterpurukan.Bkankah begitu???kenapa profesor2 diindonesia ini g ada yg mau jadi presiden?padahal jelas2 mereka pintar.kembali lagi ke diri mereka masing2,bisa jadi tidak mampu,belum siap,dan kepintaran mereka bukan dibidang itu(ngurus negara),lah kenapa pak jokowi mau??? Karena beliau mampu,karena beliau tau solusi memecahkan masalah negara,dan juga bisa karena jabatan dan uang,waulohualam……

  18. vickry says

    Yg nulis rakyat yg coment jga rakyat. . Yg mau dksih tau presidennya. Kpan nyampeknya? Msih ngumpulin pasukan?

  19. Lucy Zhang says

    Usia Indonesia sudah 70 tahun, selama 70 tahun banyak pemerintahan yg menimbulkan sisi positif dan negatif nya bagi negara kita. Permasalahan negara ini uda bner” akut. Jadi buat saudara” ku sekalian sebangsa setanah air. Mari kita beri kesempatan utk Bapak Presiden kita dalam memperbaiki masalah” negara kita. Ibarat mesin yg sudah rusak parah, kalo mau diperbaikin kan butuh waktu. Semoga kedepannya banyak yang terperbaiki. Kalo bukan Jokowi siapa lagi? Yang sah mencalonkan diri kan 2 doang kemarin, seharusnya jangan mengeluh salah pilih. Karena ga dikasi banyak pilihan kok. Kritikan bagi pemerintah akan menjadi pemacu pemerintah utk bekerja lebih baik lagi. Tapi mesti kritikan yang santun yee, jangan sampe nyuruh” dia pindah agama segala. Saya yakin, dia adalah penganut muslim yg taat dan cukup bertoleransi terhadap kami yang memiliki dan menganut kepercayaan yang lain. Tetap yakin yg terbaik lah yang akan menghampiri bangsa kita.

    1. Dwi Wahyudi says

      Tetap berpikir positif wahai Sahabatku, Indonesia butuh pemimpin yang berani, tegas, dan memiliki visi kedepan yang jelas. AYO KERJA!!!

  20. Abdurrahman Abdur says

    pak presiden yg terhormat selama Bapak Duduk Pimpinan Kami Agak Morak marit apa lagi teman Pns di potong Gaji Tiga belas seharus nya di tambah biar Pns senang ama atasan ,pas masuk anak sekolah terpaksa gadai sawah.Dipasar sepi ke uangan terkat tak bisa meyibukan masyarakat dengan pekerjaan yang mendapatkan uang.

  21. Jefry says

    Dialog Netizen VS Dobolers (menjawab logika bodoh) Dobolers : Kalian belum bisa move on ya? Netizen : Kamu lah yang belum move on, karena segala sesuatunya masih dihubungkan dengan Pilpres.. Dobolers : Kalian barisan sakit hati ! Netizen : Masa? Saya gak pernah sakit hati tuh.. Justru saya bangga tidak salah pilih, tidak di-PHP, dan yang terpenting tidak ada beban moral atas penderitaan rakyat saat ini.. Kamu sendiri gimana rasanya di-PHP? Sakitnya tuh “disini” ya? Dobolers : Kalian gak ikut milih kok ikut kritik ? Netizen : Andai saja kenaikan BBM, utang negara, listrik, sembako, elpiji, KHUSUS UNTUK PENDUKUNG JOKOWI, maka saya jamin 100% tidak akan ada kritikan. Kenapa saya sekarang kritik, karena saya gak ikut milih dia tapi kena imbasnya !!! Dobolers : Kalau gak suka, pindah negara saja !! Netizen : Memangnya negara ini punya MBAHMU? Mana sertifikat tanahnya? Enak aja main usir segala. Dobolers : Memangnya apa yang sudah kamu lakukan untuk negara ini ? Netizen : Saya sudah bayar pajak penghasilan tiap bulan, pajak kendaraan bermotor tiap tahun, pajak bumi dan bangunan tiap tahun, pajak pertambahan nilai tiap kali belanja, dan pajak lainnya. Itulah sumber devisa negara, termasuk untuk menggaji presiden. Lalu apa yang sudah pemerintah lakukan pada rakyatnya? Pernah gak mikirin rakyat? Pernah gak mikirin efek domino kenaikan BBM, elpiji, listrik? Pernah gak mikirin susahnya cari pekerjaan karena ekonomi kita yang semakin lemah dan rupiah semakin terpuruk? Apakah kartu-kartu ajaibnya itu bisa bikin rakyat sejahtera? Mikir !!! Tandatangan KEPRES aja gak dibaca dulu, apalagi mikirin perut rakyat. Dobolers : Kalian minta subsidi terus !! Netizen : Dalam UUD 45 Pasal 33 dijelaskan bahwa kekayaan negara harus dipergunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Subsidi bukanlah hal yang haram. Justru kewajiban pemerintah yang harus membantu rakyatnya, terutama rakyat miskin. Sekarang kayaknya sudah kebalik, bukan pemerintah yang mensubsidi rakyat, tapi rakyat yang mensubsidi pemerintah. Dobolers : Emangnya jadi presiden gampang ?? Susah tau !! Netizen : Ya kalo ga sanggup, tinggal ngundurin diri aja. Gitu aja kok repot. Dobolers : Kalian cuma bisa mengkritik tanpa memberikan solusi !! Netizen : Bukankah presiden dan bawahannya digaji oleh rakyat untuk bekerja. Buat apa ada presiden dan menteri kalau tidak mampu memberikan solusi? Apakah harus menuntut rakyat melulu untuk memberikan solusi? Sudah digaji, masih minta solusi. Kalau begitu untuk apa ada presiden jika semua masalah dikembalikan ke rakyatnya sendiri? Dobolers : Tapi kan baru beberapa tahun masa dikritik, tunggu 5 tahun dulu lah.. Netizen : Misalnya kamu punya mobil mogok, trus masuk bengkel, diurus sama montir, si montir kerja nya gak beres, eh bukannya tambah baik malah tambah rusak, Apakah kamu harus menunggu MOBILMU HANCUR DULU, baru boleh komplen? Dobolers : Achhh.. kalau Prabowo jadi presiden juga paling sama juga ancurnya.. atau bisa jadi lebih parah… Netizen : Itulah bedanya kami dengan kalian.. Bagi kami, siapapun yang jadi presiden, tetap harus dikritisi jika kerjaannya tidak benar.. tidak peduli siapa orangnya.. tidak seperti kalian yang “Cinta Buta”.. Tapi syukurlah…. kamu sudah mulai sedikit sadar atas kondisi negara saat ini.. Dobolers : Sadar apanya? Netizen : itu kamu bilang “sama juga hancurnya.. atau lebih parah”.. berarti saat ini kamu mengakui kehancuran itu.. Selamat datang di kehancuran Brow…

Leave A Reply

Your email address will not be published.