Indonesia Website Awards

Pengalaman Mengurus VISA Amerika, Beberapa Hal yang Sering Dilupakan Applicant

Image: facebook.com/rendir1

Terima kasih teman-teman BI, karena baca postingan member sini jadi berani coba apply visa US dan Alhamdulillah dapat juga visanya.

Mau sedikit berbagi cerita,

Berbekal coba-coba akhirnya diawal November coba isi pengajuan DS-160, dan akhirnya dapat jadwal pertama di 29 November..

Terus dimajuin ke 20 November jam 11.15 karena ada slot kosong. (Jika mau lebih cepat harus sering2 cek website, karena bisa diubah sebanyak 2x) .

Singkat cerita,

Di 20 November jam 10.45 saya sudah tiba di Embassy, rasa deg-degan sudah terasa sejak tiba dihalaman Embassy. Wajarlah yaa.. Hehe

Tahap pertama screening dokumen, sebelum masuk kita diminta untuk cek dokumen, dan pas diperiksa petugas ternyata ada dokumen yang gak saya print “Appointment Confirmation” (berkas yg ada barcodenya), akhirnya saya diminta untuk print jika mau lanjut untuk interview ditunggu sampai jam 11.15 sudah harus di Embassy lagi.

Nanya-nanya ke security ternyata lokasi ngeprint terdekat ada di Sabang, karena gak ada pilihan akhirnya berbekal waktu yang singkat, grasak grusuk cari tukang print akhirnya beres ngeprint dan sampe di Embassy lagi jam 11.20.

Karena telat akhirnya gagal interview di 20 November. Dalam hati sudah gondok karena gagal interview dan harus atur ulang jadwalnya. Tapi karena sudah bayar jadi harus siap-siap untuk reschedule.

Dapat informasi dari security (karena staff dibagian depan sudah masuk) katanya bisa ajukan reschedule. Tapi karena minimnya informasi setelah di rumah saya telpon call center Embassy untuk bisa pilih jadwal untuk interview lagi, menunggu sekitar 2 hari akhirnya saya dapat jadwal baru di 14 Desember 2023 jam 10.

Baca Juga:   Tips Anti Nganggur di Era Milenial, Manfaatkan Internet sebagai Sumber Penghasilan

14 Desember tiba, datang lebih awal 1 jam ternyata saya sudah bisa langsung berbaris untuk screening dan anteri untuk masuk ke dalam.

Singkat cerita sudah masuk kedalam, anteri dalam barisan dan siapkan form Ds-160 beserta foto.
Diloket pertama (1,2,3) dicek pasport dan ditanya singkat, nama, kerjaan, pendapatan. Disini saya sempat diminta tunggu, katanya harus recall data karena gak update (mungkin karena jadwal interview seharusnya di 20 November)

Nunggu sekitar 10 menit dipanggil lagi diloket awal, gak ditanya lagi dan diminta untuk baris lanjut ke loket berikutnya. Diloket (5, 6) diminta untuk registrasi sidik jari. Selesai sidik jari, berbaris lagi untuk interview diloket berikutnya, kurang lebih tersedia 5 loket (7, 8,9,10,11) dengan 4 loket interviewer bahasa indonesia dan 1 bahasa inggris.

Saat disini kita bisa milih mau interview dengan bahasa Indonesia atau bahasa inggris, dan saya pilih dengan bahasa indonesia. Bagi teman2 yang PD untuk interview bahasa Inggris disini bisa jadi jalan pintas/shortcut karena lebih banyak yang pilih interview bahasa indonesia. Karena bisa jadi langsung maju jika gak ada yang mau dengan interviewer bahasa inggris.

Dan selama interview ditanya kurang lebih:

  • Dalam rangka apa?
  • Berapa lama rencananya?
  • Mau kemana saja?
  • Pernah ke negara mana saja?
  • Tahun berapa ke negara tsb?
  • Kenapa mau ke USA?

Dan beberapa pertanyaan basic lainnya, saya gak ingat banget karena agak nervous.

Setelah interview kurang lebih 5menit ,tidak lama saya dapat ucapan “Selamat Pengajuan Visa Kamu disetujui.”

Sempat ngefreeze sebentar karena gak percaya bisa dapat approvalnya, ternyata benar dikasih lembar putih.

Baca Juga:   Panduan Praktis Install WordPress dengan Apache di Ubuntu 22.04

Karena dari awal pengajuan nothing to lose aja, gak berharap bisa disetujui, tapi kalau dapat juga Alhamdulillah.

Selama interview, saya ditanya petugas dalam bahasa inggris dan saya jawab bahasa inggris juga (karena saat greeting saya sapa dalam bahasa inggris, jadi selama interview full bahasa inggris.)

Ada alasan juga kenapa saya pilih interviewer yang bisa bahasa Indonesia meski dari awal saya emang niatkan untuk jawab dalam bahasa inggris, karena untuk jaga-jaga jika saya ngeblank karna gugup saya bisa timpali dengan bahasa Indonesia. Hehehe

Cuma itu aja sih, pengalaman singkat saya selama pengajuan Visa US.

Sedikit tambahan, mungkin ada pertanyaan dari teman2 BI yang pengen tau atau kepo dokumen apa saja yang saya bawa; Pasport, Foto, Dokumen DS-160, Appointment letter, Mutasi rekening, dan Itinerary saja.

Saya gak bawa dokumen lain, hanya itu saja.

Gak bawa dummy tiket, gak bawa surat2 rumah, gak bawa surat keterangan kerja. Tapi jika teman2 merasa perlu bawa untuk menunjang / jaga-jaga silahkan disiapkan dan dibawa saat interview.

Sedikit perhatian juga untuk teman2 yang baru akan apply visa bisa diperhatikan dokumen utama / wajib yang harus dibawa harus lengkap, karena sepengalaman saya saat datang kembali di 14 Desember kemarin, ternyata banyak para aplikan yang gak ngeprint Appointment Confirmation yang ada barcodenya (gak tau dan gak engeh mungkin yaa) jadi memang perlu pastiin semua dokumen lengkap, karena jadi sia-sia kalau dokumen utama gak kebawa.

Sudah cukup sekian info yang ingin saya bagi, semoga ada manfaat untuk teman2 BI yang akan coba pengajuan visa.

Baca Juga:   Four Ways to Detect Hidden Cameras in Accommodations

Sekali lagi saya ucapkan, terima kasih.

Goodluck.

Sumber:

RajaBackLink.com
Don`t copy text!