Meskipun hanya dihadiri oleh sekitar 20-an orang peserta yang umumnya berasal dari ibu-ibu orang tua murid sekolah Al-Azhar Pontianak Kalimantan Barat.
Suasana penyelenggaraan Seminar Internet Sehat yang dilaksanakan di Ruang Aula Pertemuan Yayasan Al-Azhar ini tetap berlangsung interaktif.
Dengan mengusung tema “Strategi Membentengi Anak dari Dampak Negatif Internet”, saya bersama seorang pembicara lainnya yaitu Mbak Louise Wulandari membawakan materi presentasi yang menurut saya cukup memberikan gambaran mengenai apa itu internet, apa dampak positif dan negatifnya, serta apa yang harus dilakukan oleh orang tua murid agar anaknya tersayang dapat terhindar dari dampak negatif internet.
Kebetulan acara Seminar Internet Sehat ini terselenggara berkat hasil kerjasama antara Telkom Indonesia, Speedy, Internet Sehat, Komunitas Blogger en Netter Pontianak, dan Komunitas Blogger Kalimantan.
Sebenarnya kegiatan ini sudah cukup lama direncanakan. Sejak pada awalnya akan diselenggarakan pada bulan puasa kemarin, akhirnya kegiatan Seminar Internet Sehat ini beberapa kali mengalami penundaan hingga pada akhirnya baru dapat direalisasikan pada tanggal 27 November 2010.

Jumlah peserta yang sangat minim membuat saya berkesimpulan bahwa ternyata masih banyak orang tua murid di Pontianak khususnya yang merasa cuek dan tidak perduli dengan perkembangan anaknya.
Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa dari sekitar 400-an undangan tertulis yang dibagikan kepada para orang tua murid (menurut klaim pihak sekolah kepada pihak penyelenggara), hanya sekitar 5 persen saja yang hadir.
Sungguh luar biasa menurut saya, disaat perkembangan teknologi bergerak sangat cepat justru para orang tua terkesan “tutup mata dan telinga” akan hal itu.
Mereka tidak sadar bahwa mereka memiliki anak dan justru umumnya yang akan menjadi korban dari dampak perkembangan teknologi tersebut berasal dari kalangan anak-anak.
Kita ambil satu contoh yang paling dekat yaitu warnet. Sekarang kalau kita perhatikan, 80-90 persen pengguna warnet tersebut berasal dari kalangan anak-anak. Benar tidak???

Memang sih pada umumnya mereka menggunakan internet sebagai sarana bermain mereka, namun tidak menutup kemungkinan disaat ada kesempatan mereka akan mengakses informasi-informasi yang bisa saja mengandung content pornografi dan kekerasan didalamnya.
Sekarang siapa yang bisa menjamin itu???
Nah, disini sebenarnya peranan orang tua sebagai orang terdekat anak menjadi penting karena bagaimanapun juga pembentukan watak dan karakter anak bermula dari rumah atau keluarga.
Mungkin belakangan ini kita sering mendengar istilah ANAK LEBIH CANGGIH DARI ORANG TUANYA.
Oke, kita tidak dapat pungkiri itu karena itu telah menjadi resiko bagi para orang tua yang anaknya tumbuh dan berkembang dalam era teknologi seperti saat ini.
Namun perlu diingat bahwa semua dampak negatif internet tersebut dapat dihindari jika anak tersebut telah memiliki dua benteng yang disebut dengan KEIMANAN dan KETAKWAAN.
Selain itu, dari pihak orang tua juga harus dapat (mau tidak mau, suka tidak suka) menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada karena anak kita nantinya pasti akan berada dalam lingkungan tersebut.
Oke, demikian sedikit tulisan dari saya mengenai penyelenggaraan Seminar Internet Sehat di Pontianak Kalimantan Barat.
Apresiasi positif saya berikan sebesar-besarnya kepada para peserta yang telah berkenan untuk menyisihkan waktu disela-sela kesibukannya sehingga bersedia untuk hadir dalam kegiatan seminar ini.
Mungkin jika ada waktu dan kesempatan kita bisa bertemu lagi di saat yang berbeda. Terima kasih… (DW)



