Indonesia Website Awards

Menu

Mode Gelap
Testimoni Mosehat, Merasakan Sendiri Efeknya untuk Vitalitas Setelah 3 Hari Konsumsi Darul Fikri Kubu Raya, Melihat dari Dekat Pondok Pesantren dengan Konsep Alam Terbuka Milenial Kreatif Selenggarakan Workshop Digital Skills Pontianak Pertama untuk UMKM Kalimantan Barat Inisiatif Mandiri, Relawan TIK Kalbar Lakukan Pemberdayaan Pandu Digital di Desa Tae Kabupaten Sanggau Digital Netizen Fair 2021 Pontianak, Ajari Masyarakat Kalimantan Barat Budaya Bermedia Digital

Daerah · 25 Mei 2021 16:59 WIB

Gerhana Bulan Total di Langit Khatulistiwa 26 Mei 2021


 Image: Gencil.News Perbesar

Image: Gencil.News

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebagian besar wilayah Indonesia bisa mengamati Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon yang terjadi besok (26/5). Waktu pengamatan berbeda karena faktor wilayah.

“Dapat diketahui bahwa Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 ini akan dapat diamati dari wilayah Indonesia,” demikian dikutip dari dalam laman CNNIndonesia.Com, Selasa (25/05/2021).

Gerhana Bulan Total

BMKG menjelaskan ada tujuh fase ketika GBT, yakni:

  • Gerhana Mulai (P1);
  • Gerhana Sebagian Mulai (U1);
  • Gerhana Total Mulai (U2);
  • Puncak Gerhana;
  • Gerhana Total Berakhir (U3);
  • Gerhana Sebagian Berakhir (U4); dan
  • Gerhana Berakhir (P4)

Daerah yang tepat terlewati oleh garis P1, U1, U2, dan U3 berarti waktu terbit Bulannya bersamaan dengan terjadinya fase-fase gerhana tersebut. Berikut tabel waktu pengamatan gerhana yang bisa diamati sesuai pembagian waktu di Indonesia.

Fase GerhanaUTWIBWITAWIT
Gerhana Mulai (P1)08.46.1215.46.1216.46.1217.46.12
Gerhana Sebagian Mulai (U1)09.44.3816.44.3817.44.3818.44.38
Gerhana Total Mulai (U2)11.09.2118.09.2119.09.2120.09.21
Puncak Gerhana11.18.4318.18.4319.18.4320.18.43
Gerhana Total Berakhir11.28.0518.28.0519.28.0520.28.05
Gerhana Sebagian Berakhir12.52.4819.52.4820.52.4821.52.48
Gerhana Berakhir13.51.1420.51.1421.51.1422.51.14

Sumber: CNNIndonesia.Com

Berdasarkan pengamatan, pengamat di wilayah Papua dapat mengamati seluruh fase Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021.

Adapun pengamat yang berada di antara garis P1 dan U1, yaitu di Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, NTT, Sulawesi Utara, sebagian Gorontalo, Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah, dan sebagian kecil Sulawesi Selatan bagian tenggara akan mendapati Bulan sudah dalam fase gerhana penumbra pada saat Bulannya terbit.

“Selanjutnya, ia akan dapat mengamati Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 hingga gerhana berakhir,” kata BMKG.

Pengamat yang berada di antara garis U1 dan U2, yaitu di sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTB, Bali, Kalimantan Utara, Kalimanatan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, sebagian Sumatera Barat, sebagian Riau, dan Kepulauan Riau, akan dapat mendapati Bulan sudah dalam fase gerhana sebagian pada saat Bulannya terbit.

“Selanjutnya, ia akan dapat mengamati gerhana hingga gerhananya berakhir,” kata BMKG.

Bulan dalam fase gerhana total saat Bulan sedang terbit akan didapati oleh pengamat yang berada di antara garis U2 dan U3, yaitu di sebagian Sumatera Utara, sebagian Sumatera Barat, dan sebagian Riau, untuk selanjutnya akan dapat mengamati Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 hingga gerhana berakhir.

Sedangkan pengamat di sebelah barat garis U3, yaitu di sebagian Sumatera Utara dan Aceh akan dapat mengamati Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 dari fase gerhana sebagian pasca-totalitas hingga gerhana berakhir.

Secara global, seluruh proses gerhana dapat dilihat di Selandia Baru, sebagian besar Australia sebelah timur, Papua Nugini, dan sebagian kecil Indonesia bagian timur. Proses gerhana pada saat Bulan terbit dapat diamati di sebagian besar Asia bagian timur, dan sebagian kecil Australia sebelah barat. Proses Gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di seluruh Amerika.

“Gerhana ini tidak akan dapat diamati di sebagian besar Asia bagian barat, seluruh Afrika, seluruh Eropa, dan sebagian kecil Amerika bagian timur,” kata BMKG.

BMKG menjelaskan Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk ke umbra Bumi. Akibatnya, saat fase totalitas gerhana terjadi Bulan akan terlihat kemerahan.

Dengan membandingkan jarak Bumi-Bulan dan kejadian Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021, BMKG menyebut waktu puncak gerhana ini terjadi hanya 9 jam 28 menit dari sejak Bulan berada di perige. Sedangkan puncaknya hanya akan berlangsung 18 menit 44 detik.

Pada Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021, puncak gerhana terjadi pada pukul 11.18.43 UT atau pukul 18.18.43 WIB atau pukul 19.18.43 WITA atau pukul 20.18.43 WIT. (CNN)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hasil Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Kalimantan Barat Tahun 2021

30 Desember 2021 - 12:23 WIB

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Kabupaten Kubu Raya Miliki Alumni Akademi Paradigta Terbanyak di Indonesia

29 Desember 2021 - 11:16 WIB

Akademi Paradigta

5 Manfaat Madu Hutan Kalimantan, Pastikan Asli dan Murni Tanpa Campuran

23 Desember 2021 - 17:03 WIB

Manfaat Madu Hutan

Denie Amiruddin: 5 Peran Mahkamah Konstitusi RI dalam Konteks Penyelenggaraan Negara

14 Desember 2021 - 02:50 WIB

Peran Mahkamah Konstitusi

Pang Suma, Tukang Jagal Penjajah Jepang dari Suku Dayak

9 Desember 2021 - 10:44 WIB

Tugu Pang Suma

Digital Netizen Fair 2021 Pontianak, Ajari Masyarakat Kalimantan Barat Budaya Bermedia Digital

22 November 2021 - 18:41 WIB

Digital Netizen Fair 2021 Pontianak
Trending di Daerah