BloggerBorneo.Com
Belajar Bisnis, Manajemen Usaha, dan Akuntansi Keuangan

Advertisement

Mengenal 4 Jenis Robot Trading yang Sekarang Sedang Menjadi Tren Auto Cuan

Jenis Robot Trading

Dalam dunia trading baik itu dalam bentuk forex, kripto, gold, dan sejenisnya, istilah robot trading sebenarnya bukanlah sebuah hal baru lagi.

Hanya saja memang selama ini aturan yang mengatur mengenai keberadaan bot otomatis ini masih sedang digodok oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI).

Meskipun masih berada dalam ranah “abu-abu” namun sudah banyak para trader menggunakan robot trading ini sebagai salah satu cara mendapatkan cuan secara otomatis setiap bulannya.

Ingat, bisnis nih sifatnya high risk high return, jadi pertimbangkan sebelum memutuskan untuk terjun ke dalamnya.

Bicara mengenai robot trading, ada beberapa macam sistem yang dapat digunakan sebagai Robot Forex di Dunia, jadi tidak benar kabar burung yang beredar selama ini bahwa teknologi robot ini di buat setara, ada robot di buat pinter ada robot dibuat biasa saja.

Terdapat 4 (empat) jenis Robot Trading berdasarkan sistem yang digunakan, antara lain:

  1. Sistem EA
  2. Sistem Copy Trade
  3. Sistem MAM
  4. Sistem PAMM

Secara detail, berikut ini merupakan penjelasan keseluruhan jenis robot trading yang sering digunakan:

1. EA (Expert Advisor)

EA singkatan dari Expert Advisor, sistem robot trading ini berjalan di sisi client yang berarti robot ini bisa di install di semua broker dan di semua chart.

Masalahnya di konsistensi hasil, bagaimana Anda bisa bilang robot EA ini jika bisa di jalankan di semua Broker dan di semua Chart.

Jika Blogger Borneo trading di Broker A dan Anda trading Broker B dengan EA yang sama, apakah hasilnya bisa sama tidak? Tentu tidak akan sama.

Baca Juga:  $500-10K Per Hari Target Awal Trading Win HPSI Hybrid CryptoWorldRobot.Com

Sama halnya ketika Blogger Borneo trading di EUR/USD dan Anda trading di GBP/USD, tentu hasilnya akan berbeda mesti menggunakan EA yang sama.

Jadi jika ada orang yang bilang punya robot trading dalam bentuk EA hasilnya bagus konsiten itu bullshit karena itu tidak mungkin terjadi.

Broker memang boleh sama, Chartnya juga bisa sama, settingan dibuat sama, tapi kapasitas server atau VPS nya berbeda hasilnya pasti berbeda.

Jadi problem dari EA ini adalah konsistensi dan developer harus memberikan bot tersebut ke kliennya.

Client terima file asli, jika anda ngerti dicomplier maka anda bisa bongkar dan check logic yang ada di robot tersebut.

Anda bisa buat robot yang sama dan sedikit modifikasi kemudian diperjualbelikan lagi ke orang lain. Maka developer tidak dapat apa-apa lagi.

2. Sistem Copy Trade

Sistem Copy Trade dibuat supaya developer tidak perlu kasih filenya ke Client, semua teknologi developer yang pegang. Client hanya menerima robot copy trade.

Robot Copy Trade ini termasuk jenis robot trading “bodoh”, dia tidak bisa membaca pergerakan market dia hanya bisa meniru yang dilakukan Master.

Master Open, Copy Trade ikut open, Master Hedging Copy Trade juga ikut Hedging, Master Closed Copy Trade pun ikutan Closed.

Copy Trade juga sama bisa digunakan di broker dan server yang berbeda-beda, maka besar kemungkinan adalah Master Open Copy Trade tidak open.

Master Hedging bisa Copy Trade gagal hedging, tapi itu tidak apa-apa, sekarang masalahnya jika Masternya Closed Copy Trade nya tidak Closed lalu siapa yang bisa memanage order? Tidak ada.

3. Sistem MAM

Multiple Account Manager, teknologi kita disimpan di server broker sehingga semua harus trading di broker yang sama, jika akun Anda disimpan di broker lain maka robot kita tidak akan bisa baca.

Baca Juga:  10 Fakta Terbaru Mengenai Cryptocurrency

Jenis robot trading MAM menggunakan sistem link referal, artinya semua yang daftar di linknya Master maka mereka ikut di bawah Master.

Di teknologi MAM, Master harus punya Saldo dan disaat Master Open maka akun dibawah juga akan ikut Open.

Teknologi MAM hampir sama dengan teknologi Copy Trade, hanya saja di MAM bisa dilakukan di broker yang sama. Satu open ikut open, satu hedging semua ikut Hedging dan satu closed semua ikut closed.

Teknologi MAM dijamin hasilnya pasti sama. Di sisi developer sistem MAM kurang menguntungkan karena sistem instan, di saat Master open maka akun di bawahnya langsung open.

Jika Robot MAM ini dijual senilai $10.000 apakah laku? Tentu tidak akan laku karena Client akan beli bot yang harganya $100 namun hasilnya tetap sama.

4. Sistem PAMM

Percentage Alocation Money Management, prinsipnya hampir sama dengan MAM namun di PAMM akun Master tidak perlu punya Saldo. Tapi Master mencerminkan semua saldo yang ada di bawah.

Saat open, yang open hanya Master, karena open posisi Master mewakili semua Client yang ada di bawahnya. Setelah Open maka Master akan mendistribusikan ke semua akun Client.

Namanya distribusi kita bisa buat delay tidak? Bisa. Jadi Master bisa membuat delay distribusi ke akun Client, kita bisa atur 1-2 pips. Hal ini supaya tidak bisa di Copy Trade .

Karena sistem PAMM inilah kenapa pada saat awal Open posisi dilihat di account kita tidak merah malah langsung biru.

Karena memang account master sudah berjalan 1 – 2 pips, baru didistribusikan ke Client. Teknologi PAMM belum semua broker yang support dengan teknologinya.

Baca Juga:  13 Fakta Menarik Mengenai Teknologi Blockchain

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai jenis robot trading yang biasa digunakan dan banyak ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan broker di Indonesia.

Pada dasarnya penggunaan robot trading ini sifatnya menguntungkan secara akumulasi bulanan, tentu saja kemungkinan loss trading dapat terjadi namun diminimalisir.

Blogger Borneo sendiri untuk saat ini telah memiliki 2 (dua) robot trading yaitu Robot Trading ATG 5 untuk transaksi Gold dan Bot BTS Best Trade System untuk transaksi Cryptocurrencies.

Sekarang jika Anda merasa penasaran dan ingin tahu lebih dalam mengenai kedua jenis robot yang Blogger Borneo gunakan, bisa langsung kirim WA ke 0811-56-1982. (DW)

Advertisement

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Indonesia Website Awards