Major Benjamin Thomas Sigar: Tokoh Minahasa yang Kembali Menjadi Sorotan Sejarah

Image: wikimedia.org

Belakangan ini, nama Major Benjamin Thomas Sigar kembali ramai diperbincangkan.

Bukan karena munculnya temuan sejarah baru, melainkan karena publik mulai menelusuri kembali silsilah keluarga Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dari penelusuran tersebut, diketahui bahwa Benjamin Thomas Sigar merupakan salah satu leluhur dari garis keturunan ibu Prabowo, yaitu Dora Marie Sigar.

Namun jika hanya mengenalnya sebagai leluhur Presiden, tentu kurang adil.

Di balik nama tersebut tersimpan kisah panjang mengenai sejarah Minahasa pada abad ke-19, ketika wilayah tersebut mengalami perubahan besar dalam sistem pemerintahan, perkembangan agama Kristen, hingga keterlibatan masyarakat Minahasa dalam Perang Jawa.

Sosok Major Benjamin Thomas Sigar menjadi bagian dari perjalanan sejarah tersebut.

Siapa Major Benjamin Thomas Sigar?

Benjamin Thomas Sigar diperkirakan lahir sekitar tahun 1790 di Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Sebelum menggunakan nama Benjamin Thomas Sigar, sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa nama aslinya adalah Tawalijn Sigar.

Nama Benjamin Thomas mulai digunakan setelah ia menerima baptisan Kristen pada tahun 1841 oleh misionaris Jerman, Johann Gottlieb Schwarz.

Pada masa itu, Minahasa masih berada dalam proses transisi dari sistem pemerintahan adat menuju administrasi kolonial Hindia Belanda.

Banyak pemimpin lokal kemudian memperoleh posisi penting sebagai penghubung antara pemerintah kolonial dengan masyarakat adat.

Benjamin Thomas Sigar merupakan salah satu tokoh yang dipercaya menjalankan peran tersebut.

Memimpin Pasukan Tulungan Minahasa

Salah satu bagian paling menarik dari perjalanan hidup Major Benjamin Thomas Sigar adalah kiprahnya di bidang militer.

Pada masa Perang Jawa (1825–1830) yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, pemerintah Hindia Belanda meminta bantuan pasukan dari Minahasa.

Pasukan tersebut dikenal dengan nama Pasukan Tulungan atau Hulptroepen, yaitu pasukan bantuan yang terdiri dari prajurit-prajurit Minahasa.

Baca Juga:  Profil Bahlil Lahadalia, Dari Pengusaha Muda ke Puncak Partai Golkar

Benjamin Thomas Sigar dipercaya menjadi salah satu Kapitein (Kapten) yang memimpin pasukan asal Langowan.

Bersama ribuan prajurit Minahasa lainnya, mereka diberangkatkan ke Pulau Jawa untuk membantu operasi militer Belanda menghadapi pasukan Diponegoro.

Dalam berbagai catatan sejarah dan tradisi lisan Minahasa, nama Benjamin Thomas Sigar bahkan sering dikaitkan dengan operasi yang berujung pada penangkapan Pangeran Diponegoro di Magelang tahun 1830.

Meski demikian, para sejarawan menilai bahwa klaim tersebut masih menjadi bagian dari tradisi sejarah lokal dan belum seluruhnya dapat dipastikan melalui dokumen primer.

Yang dapat dipastikan adalah pasukan yang dipimpinnya memang ikut terlibat dalam operasi militer menjelang berakhirnya Perang Jawa.

Menjadi Hukum Besar Langowan

Sepulang dari Pulau Jawa, Benjamin Thomas Sigar kembali mengemban tugas pemerintahan di tanah kelahirannya.

Ia kemudian menjabat sebagai Hukum Besar Langowan, jabatan yang setara dengan kepala distrik pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Selain itu, ia juga memperoleh gelar kehormatan Majoor (Mayor) yang kemudian melekat pada namanya hingga sekarang.

Sebagai Hukum Besar, Benjamin Thomas Sigar memiliki tanggung jawab yang tidak ringan.

Ia harus menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah kolonial dengan masyarakat Minahasa yang saat itu masih sangat kuat memegang adat istiadat.

Perannya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjaga stabilitas wilayah di tengah perubahan sosial yang berlangsung cukup cepat.

Leluhur Presiden Prabowo Subianto

Nama Benjamin Thomas Sigar semakin dikenal masyarakat luas setelah diketahui sebagai salah satu leluhur Presiden RI Prabowo Subianto.

Dari garis keluarga, Benjamin Thomas Sigar merupakan leluhur keluarga Sigar di Langowan. Salah satu keturunannya adalah Dora Marie Sigar, ibu kandung Prabowo Subianto.

Hubungan genealogis inilah yang kemudian membuat perhatian publik kembali tertuju kepada sejarah keluarga besar Sigar di Minahasa.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Marco Grossi: Dari Proyek Sederhana Menjadi iLovePDF yang Digunakan Jutaan Orang di Dunia

Beberapa tahun terakhir, Presiden Prabowo juga beberapa kali diketahui melakukan ziarah ke makam leluhurnya di Langowan.

Lokasi makam tersebut kini menjadi salah satu situs sejarah keluarga Sigar yang masih terawat oleh keturunannya.

Melihat Sosok Benjamin Thomas Sigar Secara Objektif

Dalam sejarah Indonesia, tokoh-tokoh lokal sering kali berada pada posisi yang kompleks.

Benjamin Thomas Sigar hidup pada masa ketika struktur pemerintahan kolonial menjadi bagian dari realitas politik yang tidak mudah dihindari.

Dari sudut pandang sekarang, keterlibatannya sebagai pemimpin Pasukan Tulungan dapat memunculkan berbagai interpretasi.

Ada yang melihatnya sebagai bagian dari aparat kolonial, sementara yang lain memandangnya sebagai pemimpin lokal yang menjalankan tanggung jawab sesuai sistem pemerintahan pada zamannya.

Karena itu, memahami sosok Benjamin Thomas Sigar memerlukan pendekatan sejarah yang objektif.

Ia bukan hanya figur dalam silsilah keluarga Presiden, melainkan juga salah satu tokoh Minahasa yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan pemerintahan daerah pada abad ke-19.

Penutup

Major Benjamin Thomas Sigar merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Minahasa yang kiprahnya melintasi bidang militer, pemerintahan, dan transformasi sosial masyarakat.

Perjalanannya sebagai pemimpin Pasukan Tulungan dalam Perang Jawa serta sebagai Hukum Besar Langowan menjadikannya bagian dari catatan sejarah Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.

Terlepas dari berbagai perdebatan mengenai perannya pada masa kolonial, Benjamin Thomas Sigar tetap menjadi figur yang menarik untuk dikaji.

Kisah hidupnya menunjukkan bahwa sejarah tidak selalu hitam putih.

Setiap tokoh hidup dalam konteks zamannya, dan memahami konteks itulah yang membantu kita melihat sejarah secara lebih utuh, bukan sekadar berdasarkan sudut pandang masa kini.

Referensi

  1. IDN Times. Mengenal Benjamin Thomas Sigar, Kakek Buyut Prabowo dari Minahasa. https://www.idntimes.com/news/indonesia/mengenal-benjamin-thomas-sigar-kakek-buyut-prabowo-dari-minahasa-00-fcqw5-4l6k1l/amp
  2. Tirto.id. Kisah Dora Sigar, Ibunda Prabowo Subianto. https://tirto.id/kisah-dora-sigar-ibunda-prabowo-subianto-dkQx
  3. Tirto.id. Jatuh Bangun Dinasti Djojohadikusumo dalam Politik Indonesia. https://tirto.id/jatuh-bangun-dinasti-djojohadikusumo-dalam-politik-indonesia-cLjy
  4. Tirto.id. Hadiah Natal Prabowo untuk Tanah Leluhur Ibunya. https://tirto.id/hadiah-natal-prabowo-untuk-tanah-leluhur-ibunya-glZe
  5. BeritaManado.com. Kapolda Sulut Ziarah ke Makam Leluhur Presiden Prabowo Subianto. https://beritamanado.com/kapolda-sulut-ziarah-ke-makam-leluhur-presiden-prabowo-subianto/
  6. Ensiklopedia Dunia STEKOM. Benjamin Thomas Sigar. https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Benjamin_Thomas_Sigar
  7. Jessy Wenas. Sejarah dan Kebudayaan Minahasa. Manado: Institut Seni Budaya Sulawesi Utara, 2007. (Buku yang banyak dijadikan rujukan mengenai Pasukan Tulungan dan sejarah Minahasa.)
  8. Nicolaas Graafland. De Minahassa: Haar Verleden en Haar Tegenwoordige Toestand. Batavia: J.H. de Bussy, 1869. (Sumber primer mengenai kondisi masyarakat Minahasa pada abad ke-19.)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More